• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Sabtu, Januari 10, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Ismail Fahmi Ungkap Efek Streisand: Usai Dilaporkan, “Mens Rea” Pandji Justru Meledak di Mesin Pencari

M. Risfan Sihaloho by M. Risfan Sihaloho
2026/01/10
in Nasional
0
Ismail Fahmi Ungkap Efek Streisand: Usai Dilaporkan, “Mens Rea” Pandji Justru Meledak di Mesin Pencari
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

TAJDID.ID~Medan || Pelaporan karya stand-up comedy Mens Rea ke aparat penegak hukum justru memicu lonjakan atensi publik. Alih-alih meredam pengaruh, langkah hukum tersebut memperluas jangkauan diskursus dan menjadikan *Mens Rea* topik nasional lintas platform digital.

Pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi, menilai fenomena ini sebagai contoh klasik Efek Streisand dalam komunikasi publik, yakni kondisi ketika upaya membungkam suatu konten justru membuatnya semakin dikenal luas.

“Begitu masuk ke ranah hukum, algoritma media sosial dan mesin pencari langsung merespons. Kontroversi hukum jauh lebih ‘menjual’ dibandingkan konten hiburan biasa,” tulis Ismail Fahmi di laman Facebook pribadinya, Jumat (10/1).

 

Lonjakan Pencarian Usai Pelaporan

Berdasarkan pemantauan Drone Emprit dan data Google Trends, kata Ismail, volume pencarian kata kunci Mens Rea mengalami kenaikan signifikan setelah pelaporan yang dilakukan pada 8 Januari.

“Sebelum pelaporan, indeks pencarian berada di kisaran rendah hingga menengah, sekitar 15–40 poin. Setelah pelaporan, melonjak hingga di atas 50 poin. Bahkan lebih tinggi dibanding saat isu ini ramai dibicarakan setelah tayang di Netflix,” jelasnya.

Menurut Ismail, data tersebut menunjukkan perubahan motivasi publik. Jika sebelumnya orang mencari Mens Rea karena faktor hiburan, pasca pelaporan publik terdorong oleh rasa ingin tahu terhadap substansi kritik yang dianggap bermasalah secara hukum.

“Pertanyaannya bergeser dari ‘lucu atau tidak’ menjadi ‘sebenarnya apa yang dikritik sampai dilaporkan?’,” ujarnya.

Dari Komedi ke Simbol Kritik Kekuasaan

Ismail menilai pelaporan tersebut juga menggeser framing publik terhadap Mens Rea. Karya yang semula diposisikan sebagai pertunjukan komedi satir, berubah menjadi simbol perdebatan kebebasan berekspresi dan relasi negara dengan warga.

“Begitu seni diperlakukan sebagai objek kriminalisasi, ia berhenti menjadi hiburan. Ia berubah menjadi artefak politik-budaya,” kata Ismail.

Perubahan frame ini, lanjutnya, membuat Mens Rea memperoleh bobot simbolik yang lebih besar di ruang publik digital.

Efek Martir dan Simpati Publik

Ismail juga menyoroti munculnya apa yang ia sebut sebagai efek martyrdom. Relasi yang timpang antara seorang komedian dengan aparat hukum serta klaim representasi ormas besar, memicu simpati publik digital.

“Dalam psikologi media sosial, publik cenderung bersimpati pada pihak yang tampak lebih lemah, apalagi jika isu menyentuh kebebasan berpendapat,” ungkapnya.

Situasi ini semakin menguat setelah pernyataan Anwar Abbas dari PP Muhammadiyah yang menegaskan bahwa kritik seharusnya disikapi dengan dialog, bukan kriminalisasi.

“Pernyataan elite ormas yang tidak mengafirmasi pelaporan itu secara tidak langsung mendelegitimasi klaim moral pelapor. Dampaknya, Mens Rea justru mendapatkan validasi etis,” kata Ismail.

Algoritma Memperbesar Kontroversi

Menurut Ismail, kontroversi hukum memiliki daya sebar algoritmik yang tinggi. Media daring, podcast, talkshow, hingga konten pendek di media sosial memproduksi ulang isu tersebut dalam berbagai format.

“Interaksi pro–kontra menghasilkan engagement tinggi. Algoritma membaca ini sebagai konten bernilai untuk disebarkan lebih luas,” jelasnya.

Akibatnya, nama Mens Rea menjangkau audiens baru, termasuk mereka yang sebelumnya tidak pernah menonton stand-up comedy.

 

Dampak Jangka Panjang

Ismail memprediksi, dalam jangka menengah hingga panjang, Mens Rea akan terus dirujuk dalam diskursus kebebasan berekspresi di Indonesia.

“Kasus ini berpotensi menjadi referensi setiap kali seni, kritik, dan pasal pidana saling bersinggungan,” ujarnya.

Ia juga menilai peristiwa ini memberi pelajaran penting bagi institusi dan aktor sosial.

“Di era digital, kriminalisasi kritik sering kali bukan akhir cerita. Justru ia menjadi titik awal amplifikasi,” pungkas Ismail Fahmi.

***

Mens Rea adalah spesial stand-up comedy milik Pandji Pragiwaksono yang baru-baru ini meraih popularitas yang luar biasa setelah tayang di Netflix pada 27 Desember 2025.

Hingga 5 Januari 2026, tayangan ini menjadi yang paling populer di kategori TV Shows di Netflix Indonesia, mengalahkan beberapa tayangan internasional ternama.

Meskipun Mens Rea berhasil mendapatkan popularitas tinggi, materi yang dibawakan Pandji dalam pertunjukan ini juga memicu kontroversi.

Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Rabu (7/1/2026), oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah dengan dugaan pencemaran nama baik.

Kabarnya, laporan tersebut menyoroti beberapa bagian materi yang dianggap menghina dan menimbulkan kegaduhan. (*)

 

 

Tags: Ismail FahmiMans ReaPandji Pragiwaksono
Previous Post

Saat Mimpi Kuliah Mulai Terarah: Hello Future Smamio Hadirkan Mahasiswa ITS

Next Post

Miliki 4 Pilar Keunggulan, UMMAD Madiun Siap Jadi Pilihan Mahasiswa Baru

Related Posts

Rawan Disalahgunakan, Fahmi Ismail Minta Pemerintah Stop Praktik Fotocopy e-KTP

Ketika Jurnalisme Bertahan Bukan dari Berita

10 Juli 2025
137
Ketika YouTube dan TikTok Menjadi Koran Pagi

Ketika YouTube dan TikTok Menjadi Koran Pagi

10 Juli 2025
148
Rawan Disalahgunakan, Fahmi Ismail Minta Pemerintah Stop Praktik Fotocopy e-KTP

PPATK Sudah Miliki Data Lengkap Pelaku Judol, Ismail Fahmi: Kenapa Gak Diblokir Saja Rekeningnya?

8 November 2024
173
Ismail Fahmi: Media Sosial Berperan Penting Majukan PTMA

Ismail Fahmi: Media Sosial Berperan Penting Majukan PTMA

27 Februari 2024
175
Rawan Disalahgunakan, Fahmi Ismail Minta Pemerintah Stop Praktik Fotocopy e-KTP

Ismail Fahmi: Komentar AP Hasanuddin Provokatif dan Offside

25 April 2023
337
Ismail Fahmi: Tulisan Prof Budi Santosa Purwokartiko Bisa Masuk Kategori “Rasis” dan “Xenophobic”

Ismail Fahmi: Tulisan Prof Budi Santosa Purwokartiko Bisa Masuk Kategori “Rasis” dan “Xenophobic”

30 April 2022
101
Next Post
Miliki 4 Pilar Keunggulan, UMMAD Madiun Siap Jadi Pilihan Mahasiswa Baru

Miliki 4 Pilar Keunggulan, UMMAD Madiun Siap Jadi Pilihan Mahasiswa Baru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kisah Dokter Ali Mohamed Zaki, Dipecat Usai Temukan Virus Corona

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In