Rabu, Juli 1, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Affan Tewas, Impunitas, dan Negara yang Membisu

Mujaddid by Mujaddid
2025/08/29
in Muhammadiyah, Nasional, Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Affan Tewas, Impunitas, dan Negara yang Membisu

Detik-detik saat kendaraan taktis (rantis) menabrak dan menggilas pengemudi ojol.

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Oleh: Farid Wajdi

Ketua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (MHH PWM) Sumatera Utara

 

Tragedi yang menimpa Affan Kurniawan, pengemudi ojek online berusia 21 tahun yang tewas dilindas kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi di depan DPR, kembali membuka borok lama yang seolah tak pernah sembuh: kekerasan aparat dalam menangani unjuk rasa. Peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan di tengah kericuhan, melainkan potret telanjang betapa negara masih gagal memastikan hak warga untuk menyampaikan pendapat di muka umum tanpa rasa takut.

Kapolri memang sudah meminta maaf. Propam katanya bergerak. Tujuh anggota Brimob diperiksa. Tetapi, bukankah kita sudah terlalu sering mendengar narasi serupa setiap kali darah rakyat tumpah di jalanan? Kata-kata penyesalan yang diucapkan aparat selalu berakhir klise, tanpa menjelma menjadi reformasi nyata. Yang tersisa hanyalah siklus berulang: tragedi, permintaan maaf, penyelidikan internal, dan lupa!

 

Nyawa Bukan Statistik

Kita harus menolak lupa. Yang hilang nyawa bukan angka statistik, melainkan manusia dengan mimpi, keluarga, dan masa depan. Affan hanyalah seorang anak muda yang bekerja keras menghidupi diri. Tetapi di hadapan kendaraan raksasa negara, ia tumbang tanpa daya. Dan ketika rakyat kecil menjadi korban, rasa sakit itu menjelma simbol: betapa Polri masih memandang warga bukan sebagai pemilik kedaulatan, melainkan sekadar kerumunan yang bisa dibubarkan dengan besi dan ban rantis.

Pertanyaan menggugat kini tak bisa dihindari: apakah kepolisian tidak punya standar penanganan demonstrasi? Bukankah ada Perkap tentang pengendalian massa, penggunaan kekuatan, dan penghormatan hak asasi manusia? Faktanya, regulasi itu kerap tinggal kertas kosong. Di lapangan, yang bekerja justru naluri represif, mentalitas militeristik, dan budaya impunitas.

Baca juga:

  • Lawan Impunitas, Tegakkan Keadilan!
  • DPP IMM Desak Kapolri Pecat Aparat yang Represif terhadap Demonstran di DPR
  • Dari Jalanan ke Nurani : IPM dan Panggilan Kemanusiaan

 

Kekerasan aparat terhadap demonstrasi bukanlah insiden tunggal, melainkan pola. Dari tragedi 1998, Semanggi, hingga aksi mahasiswa beberapa tahun lalu, benang merahnya sama: demonstran diperlakukan sebagai ancaman, bukan pemilik hak konstitusional. Dan setiap kali publik bertanya, jawabannya selalu dalih: “situasi chaos”, “sesuai prosedur”, atau “sedang diperiksa Propam”.

Di sinilah letak kekeliruan kepolisian: gagal menginternalisasi paradigma hak asasi manusia. Hak untuk berpendapat dijamin UUD 1945 dan instrumen HAM internasional. Aparat seharusnya menjadi pelindung, bukan algojo di lapangan. Namun hukum sering berhenti di depan barikade, suara rakyat dibungkam dengan gas air mata, pentungan, hingga rantis yang mematikan.

 

Budaya Impunitas

Mengapa kekerasan terus berulang? Jawabannya terang: budaya impunitas. Sanksi jarang menembus ranah pidana, kebanyakan berhenti di sanksi etik atau mutasi jabatan. Tak heran jika berkembang keyakinan bahwa “kesalahan bisa ditutupi, tanggung jawab bisa dihindari”. Selama lingkaran impunitas ini tak diputus, darah rakyat akan selalu menjadi tumbal.

Karena itu, penyelesaian kasus Affan tak boleh berhenti pada ritual administratif. Ini saatnya negara melakukan pembenahan struktural: memastikan SOP dijalankan dengan prinsip proporsionalitas, menanamkan pelatihan berbasis HAM, serta membuka ruang pengawasan eksternal dari Komnas HAM, Ombudsman, hingga organisasi masyarakat sipil.

Lebih jauh, publik berhak menuntut akuntabilitas pidana, bukan sekadar etik. Kapolda-Kapolri harus bertanggung jawab! Nyawa yang hilang tidak bisa ditebus dengan mutasi atau permintaan maaf. Polisi yang bersalah harus diadili sebagaimana warga sipil diadili. Hukum harus bekerja bukan hanya bagi rakyat kecil, tetapi juga bagi mereka yang berseragam.

Affan Kurniawan kini telah pergi. Namun namanya jangan dibiarkan larut dalam daftar panjang korban kekerasan aparat yang terlupakan. Dari Affan, bangsa ini seharusnya belajar: negara yang membiarkan aparat membunuh rakyatnya tanpa pertanggungjawaban sejatinya sedang membunuh dirinya sendiri. (*)

 

Tags: Farid WajdiImpunitasPengemudi Ojol Tewas Terlindas Rantis Brimob
Previous Post

Siswa MI Muhammadiyah Unggul Aceh Barat Daya Lakukan Kunjungan Edukatif ke Pabrik Tahu Geulumpang Payong

Next Post

Hentikan Brutalitas Aparat!

Related Posts

Perkuat Keadilan Ekologis, FH UMSU dan WALHI Nasional Jalin Sinergi Strategis Advokasi Hukum Lingkungan

Perkuat Keadilan Ekologis, FH UMSU dan WALHI Nasional Jalin Sinergi Strategis Advokasi Hukum Lingkungan

30 Juni 2026
108
FKIP UHAMKA dan UPI Gelar STEM Immersive Visit 2026, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Proyek

FKIP UHAMKA dan UPI Gelar STEM Immersive Visit 2026, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Proyek

30 Juni 2026
139
Potret Reformasi Polri

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
107
UMSU dan Telkom Gelar Pelatihan AI Gemini Academy

UMSU dan Telkom Gelar Pelatihan AI Gemini Academy

30 Juni 2026
103
Kunjungi UMSU, Chosun University Korea Selatan Gelar Pertunjukan Tari Tradisional

Kunjungi UMSU, Chosun University Korea Selatan Gelar Pertunjukan Tari Tradisional

30 Juni 2026
103
LPPM UMSU Hadir di Desa Gung Pinto, Wujudkan Pengabdian Nyata untuk Lingkungan, Kesehatan, dan Kemandirian Masyarakat

LPPM UMSU Hadir di Desa Gung Pinto, Wujudkan Pengabdian Nyata untuk Lingkungan, Kesehatan, dan Kemandirian Masyarakat

29 Juni 2026
115
Next Post
Hentikan Brutalitas Aparat!

Hentikan Brutalitas Aparat!

Urgensi Hukum Profetik di Tengah Carut-marut Penegakan Hukum di Indonesia

Forum Dekan FH PTM Se-Indonesia Kecam Brutalitas Aparat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20077 shares
    Share 8031 Tweet 5019
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11914 shares
    Share 4766 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9184 shares
    Share 3674 Tweet 2296
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6307 shares
    Share 2523 Tweet 1577
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6098 shares
    Share 2439 Tweet 1525

OPINI

Potret Reformasi Polri
Nasional

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
107
Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat
Esai

Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

29 Juni 2026
117
Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital
Esai

Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

28 Juni 2026
111
AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia
Esai

AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia

28 Juni 2026
114
Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?
Esai

Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?

28 Juni 2026
111
Bekas Sujud yang Membangun Peradaban
'Aisyiyah

Bekas Sujud yang Membangun Peradaban

26 Juni 2026
115

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan