Rabu, Juli 1, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Agama dan Politik

Mujaddid by Mujaddid
2023/06/11
in Esai, Internasional, Islam, Opini, Ulasan
Reading Time: 3 mins read
0
Agama dan Politik

Ilustrasi. (Net)

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Oleh: Shohibul Anshor Siregar

Persinggungan antara politik dan agama telah menjadi topik diskusi dan perdebatan sepanjang sejarah. Banyak teks-teks agama telah ditafsirkan untuk memberikan panduan bagi para pemimpin politik, sementara yang lain menekankan pemisahan antara gereja dan negara.

Dalam agama Kristen, Alkitab berisi ayat-ayat yang telah digunakan untuk mendukung kedua sisi perdebatan ini. Sebagai contoh, Matius 22:21 sering dikutip sebagai bukti pemisahan gereja dan negara: “Karena itu, berikanlah kepada Kaisar apa yang menjadi milik Kaisar dan kepada Allah apa yang menjadi milik Allah.” Namun, ayat-ayat lain dalam Alkitab menunjukkan bahwa para pemimpin harus dipilih berdasarkan iman dan ketaatan mereka pada ajaran agama.

Dalam Islam, Al-Quran memberikan panduan tentang masalah politik seperti pemerintahan, keadilan, dan kesejahteraan sosial. Hadis juga berisi banyak perkataan yang dikaitkan dengan Nabi Muhammad yang berhubungan dengan politik. Demikian pula, agama Hindu menekankan pentingnya dharma (kebenaran) dalam semua aspek kehidupan, termasuk politik. Bhagavad Gita berisi ajaran-ajaran tentang kepemimpinan dan pemerintahan yang menekankan pentingnya bertindak tanpa pamrih untuk kepentingan semua orang.

Dalam beberapa tahun terakhir, kebangkitan partai-partai politik agama di negara-negara Barat telah menjadi topik yang semakin menarik di kalangan cendekiawan dan pembuat kebijakan. Fenomena ini tidak sepenuhnya baru, tetapi telah mendapatkan daya tarik di banyak tempat di mana sebelumnya tidak ada atau marjinal. Beberapa peneliti berpendapat bahwa tren ini dapat dikaitkan dengan sejumlah faktor, termasuk penurunan sekularisme yang dirasakan, pertumbuhan keragaman agama, dan kegagalan partai politik yang ada untuk secara memadai menangani isu-isu tertentu yang penting bagi komunitas agama (Barber & Liebman, 2018; Hooghe & Dassonneville, 2018; Kuru, 2019).

Salah satu alasan munculnya partai politik agama di negara-negara demokrasi Barat mungkin terkait dengan perubahan sifat agama itu sendiri. Seperti yang telah dicatat oleh beberapa peneliti, agama di banyak bagian dunia menjadi lebih individualis dan kurang terikat pada institusi dan doktrin tradisional (Casanova, 1994; Davie, 1994). Pergeseran ini mungkin membuat individu lebih mudah mengidentifikasi diri mereka dengan partai atau gerakan politik berbasis agama tertentu yang mencerminkan keyakinan dan nilai-nilai pribadi mereka.

Penjelasan lain yang mungkin untuk meningkatnya popularitas partai politik agama di negara-negara Barat terkait dengan perubahan sosial yang lebih luas. Sebagai contoh, beberapa peneliti berpendapat bahwa globalisasi ekonomi dan pluralisme budaya telah mengikis sumber-sumber identitas dan komunitas tradisional, sehingga membuat individu merasa terputus dan kecewa dengan politik arus utama (Hechter & Soltan, 2010; Inglehart & Norris, 2016). Partai politik agama mungkin menawarkan rasa memiliki dan tujuan yang tidak dimiliki oleh kelompok masyarakat lainnya.

Terlepas dari berbagai penjelasan mengapa partai-partai politik agama mendapatkan tempat di negara-negara demokrasi Barat, masih banyak perdebatan mengenai dampaknya secara keseluruhan terhadap pemerintahan yang demokratis. Beberapa kritikus berpendapat bahwa partai-partai ini merupakan ancaman bagi nilai-nilai demokrasi liberal seperti toleransi dan kesetaraan dengan mengistimewakan satu kelompok agama tertentu di atas kelompok agama lainnya (Kymlicka & Norman, 1994). Yang lain berpendapat bahwa partai politik agama sebenarnya dapat meningkatkan tata kelola pemerintahan yang demokratis dengan mendorong representasi dan partisipasi yang lebih besar di antara kelompok-kelompok yang terpinggirkan (Kuru, 2019).

Terlepas dari pandangan seseorang tentang manfaat partai politik agama di negara-negara demokrasi Barat, pertumbuhan dan pengaruhnya yang terus berlanjut kemungkinan besar akan tetap menjadi topik diskusi penting di antara para cendekiawan dan pembuat kebijakan di tahun-tahun mendatang. Oleh karena itu, sangat penting bagi para peneliti untuk terus mengeksplorasi fenomena ini secara mendalam untuk lebih memahami penyebab, konsekuensi, dan implikasi potensial bagi pemerintahan yang demokratis. (*)

 

Rujukan

  • Barber, M., & Liebman, R. C. (Eds.). (2018). Religious minorities and democratic consolidation: The cases of Georgia and Armenia. Routledge.
  • Casanova, J. (1994). Public religions in the modern world. University of Chicago Press.
  • Coogan, M.D., Brettler, M.Z., Newsom, C.A. (Eds.). (2011). The New Oxford Annotated Bible: New Revised Standard Version with the Apocrypha. Oxford University Press.
  • Davie, G. (1994). Religion in Britain since 1945: Believing without belonging. Blackwell Publishers.
  • Hechter, M., & Soltan, K. E. (2010). Mechanisms of moral disengagement in support of political violence. American Behavioral Scientist, 53(11), 1452-1467.
  • Hooghe, M., & Dassonneville, R. (2018). Do religious parties undermine democracy? A comparative analysis of eight European democracies. Party Politics, 24(1), 3-14.
  • Inglehart, R., & Norris, P. (2016). Trump and the xenophobic populist parties: The silent revolution in reverse. Perspectives on Politics, 15(2), 443-454.
  • Kuru, A. T. (2019). Islamism and democracy in Indonesia: Piety and pragmatism. Oxford University Press.
    Kymlicka, W., & Norman, W. (1994). Return of the citizen: A survey of recent work on citizenship theory. Ethics, 104(2), 352-381.
  • Peters, R. (2016). Religion and Politics: Perspectives from World Religions (Third Edition). Oxford University Press.
  • Pouligny, B., Chesterman, S., & Schnabel A. (Eds.). (2011). The Politics of Religion and the Spirituality of Politics: Essays on Peacebuilding. United Nations University Press.
  • Ramakrishnan, S., & Chen, V. (2019). Religion and Politics in India. Annual Review of Political Science, 22(1), 167-184.
  • Sohail, K., & Awan, M. J. (2019). Islam and Politics: An Overview with Reference to Contemporary Muslim Societies. Journal of Political Studies, 26(2), 351-363.

Penulis adalah Dosen FISIP UMSU, Ketua LHKP PW Muhammadiyah Sumut

Tags: agamaagama dan politikpolitikshohibul anshor siregar
Previous Post

Guru Jepang Berbagi Kisah Inspiratif Perjalanannya Menuju Islam

Next Post

FAI UMSU Gelar Seminar Nasional Meningkatkan Spritual Melalui Pendidikan Islam

Related Posts

Potret Reformasi Polri

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
105
Kunjungi UMSU, Chosun University Korea Selatan Gelar Pertunjukan Tari Tradisional

Kunjungi UMSU, Chosun University Korea Selatan Gelar Pertunjukan Tari Tradisional

30 Juni 2026
103
Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

29 Juni 2026
117
Kayu Gelondongan dan Hutan Kita

Muktamar Muhammadiyah: Menyalakan Pencerahan, Merawat Demokrasi, Membangun Peradaban

29 Juni 2026
108
Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

28 Juni 2026
111
AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia

AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia

28 Juni 2026
114
Next Post
FAI UMSU Gelar Seminar Nasional Meningkatkan Spritual Melalui Pendidikan Islam

FAI UMSU Gelar Seminar Nasional Meningkatkan Spritual Melalui Pendidikan Islam

Sekolah Muhammadiyah Harus Lebih Unggul

Sekolah Muhammadiyah Harus Lebih Unggul

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20077 shares
    Share 8031 Tweet 5019
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11914 shares
    Share 4766 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9184 shares
    Share 3674 Tweet 2296
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6307 shares
    Share 2523 Tweet 1577
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6098 shares
    Share 2439 Tweet 1525

OPINI

Potret Reformasi Polri
Nasional

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
105
Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat
Esai

Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

29 Juni 2026
117
Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital
Esai

Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

28 Juni 2026
111
AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia
Esai

AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia

28 Juni 2026
114
Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?
Esai

Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?

28 Juni 2026
111
Bekas Sujud yang Membangun Peradaban
'Aisyiyah

Bekas Sujud yang Membangun Peradaban

26 Juni 2026
115

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan