No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Suka Duka Menjadi Mahasantri

1 Juni 2022
in Esai, Opini
Reading Time: 2 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

Oleh : Syifa Urrohmah

Mahasiswa Santri atau Mahasantri merupakan mahasiswa yang memilih bertempat tinggal dan mendalami ilmu agama di pondok pesantren.

BACA JUGA

Sunyi yang Berisik: Ketika Maskulinitas Patah Menjadi Kekerasan

Silaturahmi yang Menguatkan Langkah

Kalkulasi Politik Pasca Deklarasi “AMIN”

Toleransi itu Sederhana, Tak Usah Dibesar-besarkan

Konsistensi Pencerahan Melalui “Psychological Empowerment” Demi Mewujudkan Ikatan yang Berkemajuan

Catatan Kritis Survei Elektabilitas Pilkada Sumut

Pada akhir zaman ini, kurangnya pengetahuan mengenai agama dan lemahnya iman dapat menjerumuskan seseorang khususnya mahasiswa ke dalam pergaulan bebas yang tidak baik. Lalu bagaimana cara mengatasinya? Banyak mahasiswa yang memilih jalan berkuliah sekaligus mondok dengan tujuan untuk membentengi dirinya dari pergaulan bebas dan mendapatkan pengetahuan mengenai agama secara mendalam sebagai bekal di akhirat nanti.

Menjadi mahasantri memanglah tidak mudah, banyak tantangan dan rintangan yang harus dihadapi dengan baik. Harus pandai membagi waktu antara kuliah dan mondok agar keduanya berjalan dengan baik.

Lantas apa suka dukanya menjadi Mahasantri?. Lebih dekat dengan Allah SWT. karena selama kita berada di pondok pesantren kita melakukan berbagai macam kegiatan atau ibadah seperti salat berjamaah, mengaji al-Qur’an, kitab dan bersalawat, ketentraman hati dan pikiran terjaga, dapat memanfaatkan waktu luang kuliah dengan hal yang lebih bermanfaat, memiliki banyak teman yang dapat menambah relasi, terhindar dari pergaulan bebas yang membawa dampak negatif bagi kita, merasakan kekeluargaan yang erat, mendapatkan ilmu sebagai bekal di akhirat kelak dan dapat menjadikan materi yang kita pelajari sebagai referensi dalam mata kuliah yang berkaitan dengan pendidikan agama Islam.

Selain itu kita dilatih hidup mandiri dan hidup prihatin, dapat mengatur waktu dengan baik serta disiplin dalam berbagai hal karena adanya aktivitas kegiatan yang padat, tugas yang menumpuk, hafalan yang banyak menuntut kita agar bisa membagi waktu supaya semua terselesaikan dan terlaksana dengan baik, memperkaya wawasan. Beberapa hal di atas merupakan suatu kenikmatan, manfaat atau bagian suka yang dapat kita peroleh ketika menjadi Mahasantri.

Di samping itu risiko atau duka menjadi seorang mahasantri yaitu; pertama, jauh dari orang tua dalam waktu yang cukup lama. Hal tersebut memanglah berat terlebih saat pertama kali masuk pondok pesantren, rasanya separuh jiwa kita tertinggal di rumah, seiring berjalannya waktu dan bisa beradaptasi dengan baik akan terbiasa.

Kedua, berkurangnya waktu istirahat. Kegiatan dan aktivitas yang padat menyebabkan waktu istirahat kita berkurang.

Ketiga, peraturan yang wajib kita patuhi membatasi kebebasan kita. Keempat, menguras banyak pikiran dan tenaga terlebih jika kita kuliah sampai sore kemudian malam harinya dituntut melakukan kegiatan pondok sampai larut malam.

Terlepas dari duka menjadi seorang mahasantri, jika kita menjalaninya dengan rasa ikhlas karena Allah SWT. enjoy dan tidak menjadikan beban maka semua akan menjadi mudah dan dapat kita lewati. Pada dasarnya untuk meraih kesuksesan, mencapai kehidupan yang lebih baik haruslah membutuhkan suatu perjuangan dan melewati proses yang cukup panjang. (*)

Penulis adalah mahasiswi Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

 

Tags: MahasatriSyifa Urrohmah
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

No Content Available

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Perkuat Sinergi Pendidikan dan Praktik Hukum, FH UMSU Gelar Audiensi dengan Kejari Medan
  • Edukasi Generasi Z tentang Literasi Keuangan, FEB UMSU dan LPS Gelar ELKASU 2026
  • LAPK: Stop Berdalih, Karhutla adalah Kejahatan Ekologis dan Cacat Layanan Publik
  • Prodi Farmasi UM Bandung Edukasi Warga Kujangsari Pentingnya Cegah Diabetes
  • Muhammadiyah Bersama FSPPB Kawal Pembahasan RUU Migas
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Matahari Bersembunyi di Balik Asap: Bencana Alam atau Bencana Ekologis?
Daerah

Matahari Bersembunyi di Balik Asap: Bencana Alam atau Bencana Ekologis?

Rislah Islam Kesemestaan
'Aisyiyah

Rislah Islam Kesemestaan

UMSU Vibes
Muhammadiyah

UMSU Vibes

Jangan Polos Memandang Politik
Nasional

Jangan Polos Memandang Politik

Muhammadiyah sebagai Kekuatan Ekonomi Strategis Bangsa: Dari Jasa Kemerdekaan menuju Kedaulatan Hulu-Hilir
Kemuhammadiyahan

Muhammadiyah sebagai Kekuatan Ekonomi Strategis Bangsa: Dari Jasa Kemerdekaan menuju Kedaulatan Hulu-Hilir

Setiap Orang Perlu Panggung dan Punggung
Jufri Daily

Setiap Orang Perlu Panggung dan Punggung

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.