No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Islam Anti Rasisme

5 Mei 2022
in Opini, Tilikan
Reading Time: 4 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

Oleh: M. Risfan Sihaloho

Di dunia sekarang ini, rasisme telah menyelinap dan mengukuhkan dirinya ke dalam struktur inti dari struktur sosial yang mengatur masyarakat modern kita. Rasisme telah menjelma menjadi salah satu penyakit paling umum yang melanda komunitas manusia saat ini.

Coba perhatikan, bagaimana publik setiap saat dibombardir dengan berita-berita diskriminasi rasial, kekerasan, perang dan teror. Dan yang terakhir, beberapa waktu yang lalu peristiwa kericuhan besar yang melanda Amerika Serikat juga tak lain merupan ekses dari persoalan rasisme.

BACA JUGA

Mengembalikan Kewarasan Hukum

Napak Tilas Sejarah dan Membangkit Batang Terendam

Cegah Mafsadat Lebih Utama daripada Ambil Manfaat

Merawat Pluralisme, Menjaga Martabat Keilmuan

Rumah

Integritas Anggaran Publik dan Penggunaan Dana Pribadi dalam Perjalanan Dinas Pejabat Negara: Analisis Etika Publik dan Teori Keadilan John Rawls

 

Orang pasti bertanya-tanya tentang pemicu kejadian tragis semacam ini yang berlaku di seluruh dunia. Kenapa bisa begitu?

***

Berlawanan dengan kepercayaan Barat yang populer, Islam dengan tegas menolak seluruh gagasan tentang rasisme dan mengutuk paham tersebut sampai keakar-akarnya. Agama Islam berdiri di atas fondasi yang kuat berdasarkan konsep saling cinta dan persaudaraan.

Dengan sangat tegas Islam menolak segala macam bentuk diskriminasi, baik itu berdasarkan warna, ras, suku, darah, strata sosial,kekuasaan dan lain sebagainya

Dalam konsepsi ajaran Islam, semua diciptakan sama di mata Allah SWT. Islam dengan tepat menolak segala bentuk pilih kasih dan diskriminasi, termasuk perbedaan biologis. Satu-satunya faktor yang membedakan antara individu adalah tingkat iman dan ketaqwaan mereka.

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS al-Hujarat: 13)

Ayat di atas seringkali dikutip oleh para ulama sebagai argumentasi bahwa tidak ada yang perlu diistimewakan dari seseorang, apalagi karena harta atau rupanya, melainkan hanya takwa kepada Allah SWT.

Seorang tokoh aktivis anti-Apartheid dari Afrika Selatan, Farid Esack menegaskan bahwa takwa merupakan kata kunci bagi perjuangannya menegakkan Islam progresif anti-diskriminatif di Afrika Selatan. Ia mengungkapkan, ketika al-Quran menggunakan diksi takwa, maka ia selalu berkaitan dengan keimanan dan interaksi sosial semisal berbagi dengan orang lain (al-Lail [92]: 5), menepati janji (Ali Imran: 76), dan terutama berbuat baik kepada orang lain (Ali Imran:172, al-Nisa:126). Artinya, takwa adalah manifestasi komitmen untuk melakukan transformasi sosial sekaligus representasi bagi perbaikan secara individu.

Surat dalam al-Hujurat: 13, maka hal ini juga berkorelasi dengan sabda Rasulullah saw yang tercantun dalam Sahih Muslim:

“Sesungguhnya Allah tidak melihat badan dan rupa kalian, melainkan Dia melihat hati kalian”

Dari keterangan-keterangan di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa Nabi Muhammad saw. sedari awal telah mengajarkan kepada umatnya untuk menolak segala bentuk diskriminasi, termasuk diskriminasi atas dasar ras, warna kulit, dan lain sebagainya. Ajaran Islam sedikitpun tidak memberi ruang bagi ketidakadilan dan rasisme untuk eksis.

Sejarah mencatat, di masa Rasulullah SAW, rasisme adalah masalah yang penting yang menjadi sasaran untuk diperangi dan dilenyapkan dari kehidupan masyarakat manusia pada waktu itu. Konsep superioritas hanya valid ketika sampai pada tingkat ketakutan seseorang terhadap Allah SWT dan kebenaran-Nya.

Secara praksis, Islam sangat menekankan konsep persaudaraan di antara manusia, terlepas dari karakteristik dan posisi mereka. Hal ini dapat dilihat dari nukilan isi khotbah terakhir Nabi Muhammad SAW di Lembah Uranah, Gunung Arafah, pada 9 Zulhijah tahun 10 Hijrah.

“Wahai sekalian umat manusia, ketahuilah sesungguhnya Tuhanmu satu (esa). Nenek moyangmu juga satu. Ketahuilah, tidak ada kelebihan bangsa Arab terhadap bangsa selain Arab (Ajam), dan tidak ada kelebihan bangsa lain (Ajam) terhadap bangsa Arab. Tidak ada kelebihan orang yang berkulit merah (puith) terhadap yang berkulit hitam, tidak ada kelebihan yang berkulit hitam dengan yang berkulit merah (putih), kecuali dengan taqwanya”. (HR. Ahmad, 22978).

Pidato perpisahan yang sangat monumental itu membuat para sahabat Nabi terharu, sehingga pakaian ihram mereka yang putih bersih itu bersimbah air mata. Betapa pesan kemanusian yang disampaikan Rasulullah begitu berkesan dan inspiratif. Misi perdamaian dan persamaan hak inilah yang kemudian dikembangkan dan diperjuangkan para sahabat , sehingga dalam waktu yang singkat, kemudian mereka menjadi umat yang besar dan berwibawa dikarenakan senantiasa menegakkan kebenaran dan keadilan.

Tidak diragukan lagi, konsepsi kemanusiaan dalam Islam begitu luhur, semua manusia memiliki hak dan kewajiban yang sama. Kita semua adalah bersaudara, tidak ada perbedaaan antara satu dengan lainnya, kecuali dengan iman dan amal perbuatannya atau dengan takwanya.

Kesetaraan ini juga secara praktis ditunjukkan melalui praktik ibadah Islam seperti haji. Orang-orang dari seluruh dunia berkumpul di Mekah dengan satu-satunya tujuan menyembah Allah. Dan mereka melakukannya dengan mengenakan sehelai kain yang sama, melakukan ibadah yang sama dan mengucapkan kata-kata yang sama untuk lebih menekankan fakta bahwa pada akhirnya, semua orang sama di mata Allah SWT.

Persamaan kesetaraan lain yang terlihat dalam dunia Islam adalah aturan dan hukum yang mengatur manusia. Terkait hukum larangan dan ganjaran dengan tegas diarahkan pada setiap individu yang hidup, tidak terbatas pada kelompok atau karakteristik apa pun. Apa yang sah untuk satu orang juga sah untuk yang lain. Dan apa pun yang dilarang untuk satu orang juga dilarang untuk yang lain. Semua aturan dan konsekuensinya berlaku untuk setiap individu manusia berdasarkan pada perbuatan mereka.

Begitulah. Sebenarnya, rasisme dan segala jenis kategori diskriminasi buatan manusia sama sekali bertentangan dengan esensi dan kesejatian ajaran Islam.

Karena itu, mengecam rasisme dan mengkampanyekan perdamaian merupakan kewajiban kita sebagai Muslim untuk memainkan peran kita dalam menjadikan dunia ini lebih baik.

Selain itu, upaya ini penting dilakukan sebagai bentuk ghirah kita memulihkan citra Islam yang selama ini kerap jadi sasaran stigmatisasi negatif oleh kelompok-kelompok tertentu dengan menyebut Islam sebagai agama barbar, suka kekerasan, intoleran dan sebagainya.

Kita harus tegas menolak dan melawan  setiap tudingan yang sengaja dilancarkan untuk mendiskreditkan Islam dan umat Islam tersebut.(*)

Tags: Islamislam anti rasismerasisme
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Kerugian Manusia Apa Adanya
Esai

Kerugian Manusia Apa Adanya

by Mujaddid
12 Mei 2026
104
Antara Iman dan Aksi: Mengapa Kebenaran Berhenti di Hati?
Islam

Antara Iman dan Aksi: Mengapa Kebenaran Berhenti di Hati?

by Mujaddid
23 Februari 2026
129
Kesalehan Ekologis
Nasional

Kesalehan Ekologis

by Mujaddid
13 Desember 2025
152
Ketika Orang-orang Baik Diam!
Esai

Kompleksitas Kehidupan dan Tahun Baru

by Mujaddid
4 Januari 2024
147
Kondisi Otak Saat Shalat (Sebuah Analisis Ilmiah)
Keislaman

Kondisi Otak Saat Shalat (Sebuah Analisis Ilmiah)

by Mujaddid
8 Agustus 2023
1.6k
Koleksi Kata-kata Mutiara tentang “Sujud”
Islam

Koleksi Kata-kata Mutiara tentang “Sujud”

by Mujaddid
3 Juli 2023
6.2k
Parlemen Setan
Esai

Iqbal, Islam dan Barat

by Mujaddid
23 Juni 2023
509
Internasional

Ini 5 Penemuan Muslim yang Mengubah Dunia

by Mujaddid
9 Juni 2023
1.2k
Mengenal “Medikal Profetik”, Pengobatan Ala Nabi
Esai

Mengenal “Medikal Profetik”, Pengobatan Ala Nabi

by Mujaddid
29 April 2023
218
Ramadhan dan Sejarah al~Qur’an
Esai

Ramadhan dan Sejarah al~Qur’an

by Mujaddid
1 April 2023
257

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Setiap Orang Perlu Panggung dan Punggung
  • Lulusan Terbaik Medkom UMY Bahas Fenomena Jastip dan Guru Gembul dalam Seminar Media dan Komunikasi UMJT
  • Belajar dari Kelangkaan BBM di Bali: FSPPB Dorong Pembenahan Tata Kelola lewat RUU Migas 2026
  • Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban
  • Terpilih Secara Aklamasi, Arya Sinulingga Resmi Pimpin PSSI Sumut Periode 2026–2030
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Setiap Orang Perlu Panggung dan Punggung
Jufri Daily

Setiap Orang Perlu Panggung dan Punggung

Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban
Esai

Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban

Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara
Daerah

Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore  dari Pak Zai
Jufri Daily

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan
Jufri Daily

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital
Islam

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.