Rabu, Juli 1, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Segenggam Tanah dan Air

Mujaddid by Mujaddid
2022/03/14
in Kemuhammadiyahan, Muhammadiyah, Nukilan, Opini, Pedoman
Reading Time: 2 mins read
0
Haedar Nashir: Pemahaman yang Anggap Muhammadiyah Gerakan Purifikasi Agama adalah Kesalahan Sejarah

Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir.

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Oleh: Prof Haedar Nashir

 

Tanah dan air anugerah Tuhan. Manusia lahir tak bermodal apa-apa. Anak cucu Adam hanya diamanati merawat dan mengolahnya selaku khalifah. Tugas utama memakmurkannya. Dilarang keras merusak dan menyalahgunakannya.

Sebagian orang menjadikan tanah dan air seolah sakral. Itulah tipe alam pikiran mitis, tulis C.A. van Peursen. Bagi yang berpikiran fungsional pragmatis, tanah dan air jadi objek uang, bisnis, dan eksploitasi tak berkesudahan.

Kadang paradoks. Tanah dan air yang sedikit dikeramatkan, yang luas dan aset vital malah diobral murah. Sekelompok kecil orang menguasainya melimpah. Rakyat banyak tak dapat jatah, sekadar jadi penonton himpunan bangunan megah.

Bagi petani, seonggok tanah dan air adalah nasib hidup. Mereka malah menjadi gurem, yang hidupnya dililit masalah. Ketika susah tak ada yang peduli, kecuali di pesta demokrasi saat suaranya diperlukan oleh para pemburu populisme. Sehabis itu dilupakan.

Di kota-kota besar sebagian anak bangsa tak bertanah dan tak berumah. Hidupnya nomaden di era modern. Jangankan sejengkal tanah, untuk dapat sesuap nasipun sangatlah susah. Bisa bertahan hidup merupakan sesuatu yang luar biasa.

Tanah dan air modal utama lahirnya tanah air. Tempat negara dan bangsa lahir, tumbuh, dan berkembang. Tanah air tidak lagi sekadar unsur fisik, tapi bernyawa kata Mr. Soepomo. Membangun pun tidak cukup ragawi, niscaya menyertakan jiwa. Sebab semegah apapun bangunan fisik, suatu saat akhirnya lapuk.

Tanah air Indonesia memiliki sumber nilai utama. Menurut Soekarno, “philosophische grondslag” atau “Weltanschauung”. Itulah “fundamen, filsafat, pikiran yang sedalam-dalamnya, jiwa, hasrat yang sedalam-dalamnya untuk di atasnya didirikan gedung Indonesia Merdeka yang kekal dan abadi.”.

Semoga seluruh warga dan elite bangsa menghayati tanah air itu bernyawa dan berfondasikan nilai utama Pancasila. Pancasila dalam kebijakan dan tindakan nyata, bukan jargon dan kemewahan retorika. Ketika alam pikir fungsional-pragmatis menguat, mudah-mudahan para aktor negara masih ada yang menghayati keberadaan tanah air. Sebagai satu kesatuan hidup yang berjiwa untuk kemakmuran bersama.

Jika tanah air dirawat dengan benar dan amanah tentu akan menjadi negeri nan jaya. Seperti harapan dalam lirik lagu Ibu Pertiwi: “Kulihat ibu pertiwi/Kami datang berbakti/Lihatlah putra-putrimu/Menggembirakan ibu/Ibu kami tetap cinta/Putramu yang setia/Menjaga harta pusaka/Untuk nusa dan bangsa.

Tanah air jangan bernasib buruk karena salah urus. Sekadar dibangun ragad fisiknya tanpa berjiwa. Apalagi dieksploitasi demi segala legasi. Seperti lirik perih bait awal lagu Ibu Pertiwi: Kulihat ibu pertiwi/Sedang bersusah hati/Air matanya berlinang/Mas intannya terkenang/Hutan gunung sawah lautan/Simpanan kekayaan/Kini ibu sedang lara/Merintih dan berdoa.

Jangan bikin Ibu Pertiwi lara karena tanah-airnya terkuras segala hasrat bermegahria. Tanah air itu ada pemiliknya, Dia Sang Khaliq. Manusia sekadar dititipi untuk memakmurkannya dan tidak boleh merusaknya. Hatta atasnama membangun, faktanya merusak (QS Al-Baqarah: 11). Tanah air dibangun mewah salah kaprah, buahnya nestapa dan musibah.

Setiap insan tak layak jemawa. Sebatas hamba di hadapan Kuasa-Nya. Hari ini kita perkasa, esok hari tak tahu nasib seketika. Sebagaimana peringatan Tuhan: “Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.” (QS Luqman: 34). La hawla wa la quwwata illa billah!

 

Sumber: muhammadiyah.or.id

Tags: Haedar NashirTanah dan Air
Previous Post

Premanisme dalam Tubuh Ikatan

Next Post

Tidak Setuju Perpanjangan Jabatan Jokowi Cuma 3 Tahun, Alvin Lie: Sekalian Aja 3 Dekade atau 3 Abad

Related Posts

Perkuat Keadilan Ekologis, FH UMSU dan WALHI Nasional Jalin Sinergi Strategis Advokasi Hukum Lingkungan

Perkuat Keadilan Ekologis, FH UMSU dan WALHI Nasional Jalin Sinergi Strategis Advokasi Hukum Lingkungan

30 Juni 2026
108
FKIP UHAMKA dan UPI Gelar STEM Immersive Visit 2026, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Proyek

FKIP UHAMKA dan UPI Gelar STEM Immersive Visit 2026, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Proyek

30 Juni 2026
119
Potret Reformasi Polri

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
105
UMSU dan Telkom Gelar Pelatihan AI Gemini Academy

UMSU dan Telkom Gelar Pelatihan AI Gemini Academy

30 Juni 2026
103
Kunjungi UMSU, Chosun University Korea Selatan Gelar Pertunjukan Tari Tradisional

Kunjungi UMSU, Chosun University Korea Selatan Gelar Pertunjukan Tari Tradisional

30 Juni 2026
103
LPPM UMSU Hadir di Desa Gung Pinto, Wujudkan Pengabdian Nyata untuk Lingkungan, Kesehatan, dan Kemandirian Masyarakat

LPPM UMSU Hadir di Desa Gung Pinto, Wujudkan Pengabdian Nyata untuk Lingkungan, Kesehatan, dan Kemandirian Masyarakat

29 Juni 2026
115
Next Post
Alvin Lie: Andai Jokowi Tangani Covid-19 Segesit Seperti Tangani Rangkap Jabatan Rektor UI, Kondisi Hari ini Bisa Jauh Lebih Baik

Tidak Setuju Perpanjangan Jabatan Jokowi Cuma 3 Tahun, Alvin Lie: Sekalian Aja 3 Dekade atau 3 Abad

Penggiat Kaligrafi: Logo Halal Kemenag Justru Berpotensi Terbaca “Haram”

Penggiat Kaligrafi: Logo Halal Kemenag Justru Berpotensi Terbaca "Haram"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20077 shares
    Share 8031 Tweet 5019
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11914 shares
    Share 4766 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9184 shares
    Share 3674 Tweet 2296
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6307 shares
    Share 2523 Tweet 1577
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6098 shares
    Share 2439 Tweet 1525

OPINI

Potret Reformasi Polri
Nasional

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
105
Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat
Esai

Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

29 Juni 2026
116
Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital
Esai

Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

28 Juni 2026
111
AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia
Esai

AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia

28 Juni 2026
114
Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?
Esai

Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?

28 Juni 2026
111
Bekas Sujud yang Membangun Peradaban
'Aisyiyah

Bekas Sujud yang Membangun Peradaban

26 Juni 2026
115

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan