No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Cegah Mafsadat Lebih Utama daripada Ambil Manfaat

19 Juli 2021
in Esai, Islam, Keislaman, Kemuhammadiyahan, MCCC, MDMC, Muhammadiyah, Opini
Reading Time: 3 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

Khalifah Umar bin Khattab dan pasukannya menuju Syam untuk misi penaklukan. Namun misi tersebut terjeda di wilayah bernama Saragh perbatasan dengan Hijaz.

Komandan perang bernama Abu Ubaidah bin Al-Jarrah menginformasikan kepada khalifah bahwa kota yang akan ditujunya telah terjangkit wabah penyakit menular.

Mendengar laporan Abu Ubaidah, Umar terdiam sejenak. Sebagai khalifah, Umar memiliki wewenang untuk menghentikan perjalanan dan kembali pulang. Namun sang khalifah lebih memilih bermusyawarah. Lalu dipanggillah para petinggi untuk dimintai pendapat.

“Panggil para pendahulu kalangan Muhajirin!” Berkata Umar

Musyawarahpun dilakukan. Seorang perwakilan Muhajirin berpendapat, “Apakah Anda akan lari dari urusan yang penting ini? Kami berpendapat, tidak pantas Anda pulang begitu saja.”

Kaum Muhajirin yang lain berpendapat yang berbeda, “Anda membawa rombongan besar, yang di sana juga terdapat para sahabat Rasulullah Muhammad Saw. Saya tidak sependapat jika Anda menghadapkan mereka pada wabah ini.”

BACA JUGA

PDM Tegal: Ikhtiar Menyelamatkan Semesta dengan Green School

Universitas Muhammadiyah Lamongan Buka Program Kuliah Jalur RPL

Diprotes Muhammadiyah, Akhirnya Pemerintah Batal Larang Peredaran Minyak Curah

ESA UHAMKA Gelar Kompetisi ‘ESCAPE’

Wadah Kebangkitan Sebakbola Muhammadiyah, Liga HW Nasional Segera Digelar

Kunjungi UMSU, Atase Agama & Pendidikan Kedubes Arab Saudi Tertarik Jajaki Kerjasama

Umar belum mau memutuskan, dia butuh masukan dan pertimbangan perwakilan dari kaum Anshar, ia berkata, “Panggil orang-orang Anshar!”

Perwakilan kaum Anshar-pun menghadap dan diajak berdiskusi, Khalifah Umar kini mendapatkan dua pendapat dari dua perwakilan yaitu Muhajirn dan Anshar. Umar masih belum memutuskan, masih ada satu perwakilan yang belum berpendapat yaitu dari kaum Quraisy.

Umar berkata “Panggil para pemimpin Quraisy yang turut hijrah sebelum penaklukan Mekah,”

Perwakilan Qirasypun menghadap dan diberi kesempatan untuk berpendapat, perwakilan berkata, “Kami berpendapat, sebaiknya Khalifah pulang saja bersama rombongan. Jangan menghadapkan mereka dengan wabah ini.”

Setelah semuanya berpendapat, akhirnya Umar pun memutuskan untuk kembali, urung meneruskan perjalanan.

“Baiklah, esok pagi kita akan kembali. Karena itu, bersiap-siaplah,” imbau Umar.

Namun keputusan Umar mendapatkan penolakan dari panglima perang Abu Ubaidah “Wahai Amirul Mukminin, apakah anda hendak lari dari takdir Allah?” kata Abu Ubaidah.

Mendengar pernyataan Abu Ubaidah, Umarpun merasa heran dengan sikap Abu Ubaidah. Namun dengan kecerdasannya Umarpun menjawab. “Ya, kita lari dari takdir Allah kepada takdir Allah yang lain.”

Untuk memberikan pencerahan kepada Abu Ubaidah, Umar berkata kepadanya”Jika engkau menggembalakan untamu di tempat tandus adalah takdir Allah. Bukankah jika engkau mengembalakannya di tempat yang subur artinya engkau menggembala dengan takdir Allah juga?” Tegas Umar.

Mendengar pernyataan Umar tersebut, Abdurrahman bin Auf menghampiri Khalifah dan Abu Ubaidah lalu berkata berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda: Jika kalian mendengar ada wabah di suatu wilayah, janganlah kalian memasuki wilayah tersebut. Dan apabila kalian berada di wilayah yang terkena wabah, janganlah kalian keluar dan lari darinya. (HR Bukhari dan Muslim)

Akhirnya semua rombongan sepakat dengan keputusan yang diambil Umar, merekapun memilih menempuh perjalanan pulang.

Ibrah
Keputusan Khalifah Umar untuk mencegah penularan wabah penyakit melalui pertimbangan yang matang dengan mengajak musyawarah masing-masing perwakilan dari kaum Anshar, Muhajirian dan Quraisy.

Walaupun Abu Ubaidillah sempat menganggap Umar lari dari takdir namun akhirnya dia paham setelah diajak diskusi bersama Abdurrahman bin Auf.

Menyinggung Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang di antara isinya adalah tidak merekomendasikan pelaksanaan shala Idul Adha baik di lapangan maupun di masjid atau mushalla.

Muhammadiyah tidak serta merta mengeluarkan maklumat tersebut. Tentunya melalui kajian yang mendalam dengan mengumpulkan para pakar, baik pakar agama maupun pakar kesehatan.

Di lapangan, kita temukan penolakan terhadap maklumat tersebut, bahkan ada yang menuduh Muhammadiyah sesat karena tidak takut sama Allah, takutnya sama Civid.

Bisa dimaklumi bahwa penolakan tersebut timbul karena kurangnya pengetahuan. Maka semoga tulisan ini bisa memberi pencerahan bahwa, mencegah timbulnya kerusakan lebih didahulukan dari pada mengambil kemanfaatan.

Kaidah ushul berbunyi:

دَرْءُ الْمَفَاسِدِ أَوْلَى مِنْ جَلْبِ الْمَصَلِحِ

“Menghilangkan kemadharatan lebih didahulukan daripada mengambil kemaslahatan.”

Khalifah Umar menolak melakukan jihad untuk penaklukan Syam yang ganjarannya adalah Ghanimah dan Surga karena tahu bahwa dampak dari wabah tersebut akan memakan korban yang lebih banyak.

Semoga artikel ini bermanfaat.

و الله اعلم باالصواب


Iwan Abdul Gani (Anggota Majelis Tabligh PDM Tuban)

Disarikan dari Qashash Al-Anbiya karya Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi Asy-Syafi’i atau masyhur disebut Imam Ibnu Katsir.

Tags: Iwan Abdul GaniUshul Fiqh
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Hikmah Idul Adha, Iwan Abdul Gani: Lingkungan Sangat Berarti bagi Kelangsungan Hidup Manusia
'Aisyiyah

Hikmah Idul Adha, Iwan Abdul Gani: Lingkungan Sangat Berarti bagi Kelangsungan Hidup Manusia

by Mujaddid
11 Juli 2022
200

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Terpilih Secara Aklamasi, Arya Sinulingga Resmi Pimpin PSSI Sumut Periode 2026–2030
  • Kaji Industri Komunikasi Hadapi Disrupsi, UMY dan UMJT Gelar Seminar di Madiun
  • Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara
  • SMeCK Hooligan Apresiasi League Cup, Siap Jadikan Medan Tuan Rumah yang Ramah
  • Pelantikan PW IPM Sumut Periode 2026–2028, Rektor UMSU Ajak Kader Sukseskan Muktamar 49 Muhammadiyah
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara
Daerah

Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore  dari Pak Zai
Jufri Daily

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan
Jufri Daily

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital
Islam

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?
Nasional

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?

Pertanyaan Hakim dan Pertanyaan Munkar-Nakir
Jufri Daily

Pertanyaan Hakim dan Pertanyaan Munkar-Nakir

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.