Rabu, Juli 1, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Sebatang Pohon Tua

Mujaddid by Mujaddid
2021/05/08
in Cerpen
Reading Time: 3 mins read
0
Sebatang Pohon Tua
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Oleh: Riska Widiana


Kali ini aku mencoba menceritakan tentang diriku sebagai sebatang pohon tua, “Tahukah kau?” Aku berusaha merawat seluruh daun yang kupelihara agar tidak berwarna kuning, aku juga meminta angin untuk jangan menghembuskan zaman, sekiranya membuat daun-daun di tubuh ini layu dan gugur.

Namun itu tidak mungkin. Sungguh hal yang paling menyedihkan bagi diri sendiri adalah kehilangan segala sesuatu yang telah dijaga kemudian pergi tanpa kita kehendaki, dan juga berpura-pura kuat meski sebenarnya seluruh tubuh mulai menua dengan kesedihan. Usia tidak bisa berbicara baik-baik pada waktu. Sebab mereka adalah sepaham yang tak berbicara satu samalain. Setiap kali seluruh duri menancap di tubuh ini, tak ada yang mampu membuang, lagi-lagi diri sendiri adalah penyembuh paling ulung ketika tersakiti. Aku suka berbicara pada diri sendiri, menyembuhkan diri sendiri dan kemudian pulih kembali, sebab aku kuat, kesedihan tidakselamanya akan tumbuh sepanjang hayat.

Meskipun terkadang aku iri pada langit yang banyak diisi oleh bintang-bintang, suatu hari aku ingin menjadikan bulan keperakan yang purnama di atasku sebagai hadiah paling indah untuk menerangi orang-orang yang berjalan di kegelapan, namun harapan itu luruh seperti daun di musim gugur yang menemui ajalnnya, aku hanyalah serupa pungguk yang ingin meraih bulan.Langit di atasku tiba-tiba kosong, gelap dan hitam pekat. Sungguh kali ini aku harus berpura-pura kuat dan merasa sebagai pohon yang tidak kesepian. Saat purnama yang kupuja di bawa pergi oleh awan untuk menyembunyikan jelitanya.

Meskipun pada kenyataannya tubuhku adalah teman paling baikyang selalu tabah menahan luka yang menganga. Di sepanjang waktu dari ketiadaan yang gugur. Semua orang mengatakan aku adalah sebatang pohon yang kokoh, aku hanya tersenyum mendengar percakapan beberapa orang yang singgah di sini.Aku adalah pohon tua, terlihat kokoh dari luar, namun di dalamnya kepedihan memakan daging-daging tubuh sedikit demi sedikit, mungkin suatu saat akan patah, walaupun demikian. Aku mempunyai kekuatan dari tubuh ini, semakin kuat kesakitan ingin merobohkan seluruh tubuh yang menua karena bersedih. Semakin kuat pula aku untuk bertahan kuat untuk tetap berdiri tegak.

Jam. 15. 15
Angin berdesir melawan keresahan banyak manusia, kulihat puluhan rumah menahan tubuhnya dari angin yang begitu garang, orang-orang sibuk menyediakan baskom di bawah atap yang bocor. Menampung air yang berhasil masuk ke dalam rumah, burung-burung hinggap di rantingku yang kokoh, mereka berusaha saling melindungi.

Namun seluruh tubuhku telah sempurna basah diguyur hujan. Aku terbiasa menahan gigil dan menampung hujan, akarku akan menyerap seluruh air-air yang mengalir, supaya tidak menyakiti orang-orang yang kucintai. Apabila pohon ini ditebang oleh banyak orang maka aku sendiri tak bisa berbuat banyak, sebab aku tak bisa berbicara ataupun berontak. Kampung ini akan menambah murkanya alam, dipanggilnya air laut yang ganas untuk menghancurkan seluruh orang-orang yang tega menyakiti.

Meski tubuhku adalah tempat persinggahan bagi orang-orang saat panas terik matahari ataupun ketika hujan, aku suka, sebab dengan begitu aku bisa berbicara dan membelai tubuh mereka lewat angin. Sebuah bahasa yang kusampaikan ke pada manusia yang penuh kasih. Bahwa kami sebangsa pohon juga mencintai manusia-manusia di sana. Meskipun terkadang tidak terbalas dan dihargai, kami tetap tegar dan terus menampung banyak oksigen dan menyerap banyak air demi manusia yang penuh kasih.

Setelah hujan turun dengan lebatnya beserta angin yang meraung. Daun-daun yang kurawat jatuh meninggalkan kami, apalah daya. Usianya telah sampai. Bahkan malaikat Izrail tak mampu melawan takdir. Jika itu adalah perintah dari yang Maha kuasa, aku mengiklaskan segala kepergian dan beberapa ranting yang patah, bahkan hanya ada yang cedera ringan, tapi aku sebagai pohon yang tua.

Semakin mantap untuk terus mengokohkan tubuh ini. Aku menatap ke pada tunas baru yang mulai menumbuhkan daun, ada harapan baru tumbuh di sana. Mereka tersenyum menguatkan, kami tersenyum bersama. Sebab kami tahu segala yang pergi tentu akan ada yang datang lagi. Termasuk ke pada bulan keperakan yang berakhir di akhir purnamanya, saat sebelum awan-awan hitam menutup arah pandang kami. Aku pohon tua yang serupa pungguk akan setia menunggu purnama berikutnya. Untuk melihatnya kembali. Meskipun tak mampu memiliki, namun terkadang dengan melihatnya tetap bersinar aku bahagia. Sebelum tubuhku menemui ajal untuk lenyap.

Riau, 2021

Riska Widiana asal Riau Kabupaten Indragiri Hilir. Kelahiran 25-november 1997.Kesibukannya sekarang mengajar. Mulai aktif menulis pada tahun 2020 hingga sekarang, memiliki buku antologi yang berjudul (DALAM KATA AKU MENCIPTA : 2020 DI RUANG KARYA) dan antologi bersama yaitu [ANALEKTA RASA : 2020 DI GUEPEDIA] tergabung dalam komunitas kelas puisi alit ( kepul) dan kelas menulis bagi pemula. Karyanya pernah termuat di tirastimes, Dan di beberapa komunitas menulis lainnya, jejaknya bisa ditelusuri dengan akun fb. Riska widiana dan mentari ig.riskawidiana97, email riskatembilahan@gmail.com
Tags: cerpenRiska WidianaSebatang pohon Tua
Previous Post

Dayah Pesantren Baitul Arqam Santuni 40 Anak Yatim

Next Post

Heboh! Jokowi Sebut Bipang Ambawang Kuliner Lebaran

Related Posts

Engkolisme

Engkolisme

11 Mei 2026
184
Azmi Syahputra: Legal Opinion adalah Resonansi Nurani Hukum

Azmi Syahputra: Legal Opinion adalah Resonansi Nurani Hukum

9 November 2025
220
UM Bandung Libatkan Dinkes dan Praktisi UMKM dalam Pembekalan KKN 2025

UM Bandung Libatkan Dinkes dan Praktisi UMKM dalam Pembekalan KKN 2025

2 Agustus 2025
155
Keluarga yang Sederhana

Keluarga yang Sederhana

1 Oktober 2023
295
Pidato 6 Bahasa Santri PontrenMu Darul ‘Ulum Majenang Meriahkan Pembukaan Musyda Muhammadiyah dan Aisyiyah Cilacap

Pidato 6 Bahasa Santri PontrenMu Darul ‘Ulum Majenang Meriahkan Pembukaan Musyda Muhammadiyah dan Aisyiyah Cilacap

29 Mei 2023
449
Mengharap Mentari

Mengharap Mentari

29 April 2023
299
Next Post
Heboh! Jokowi Sebut Bipang Ambawang Kuliner Lebaran

Heboh! Jokowi Sebut Bipang Ambawang Kuliner Lebaran

Perluasan Wilayah Kota Medan

Perluasan Wilayah Kota Medan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20077 shares
    Share 8031 Tweet 5019
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11914 shares
    Share 4766 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9184 shares
    Share 3674 Tweet 2296
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6307 shares
    Share 2523 Tweet 1577
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6098 shares
    Share 2439 Tweet 1525

OPINI

Potret Reformasi Polri
Nasional

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
105
Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat
Esai

Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

29 Juni 2026
116
Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital
Esai

Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

28 Juni 2026
111
AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia
Esai

AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia

28 Juni 2026
114
Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?
Esai

Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?

28 Juni 2026
111
Bekas Sujud yang Membangun Peradaban
'Aisyiyah

Bekas Sujud yang Membangun Peradaban

26 Juni 2026
115

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan