No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Mengharap Mentari

29 April 2023
in Cerpen
Reading Time: 4 mins read
0
A A
0
Ilustrasi.

Ilustrasi.

Share on Facebook
Share on Twitter

Oleh: Gian Faiq Al Ahnaf

Sore itu Fachri menatap mentari yang mulai tenggelam perlahan, hingga akhirnya menyisakan warna kemerahan di atas langit. Pikiran Fachri masih terbelenggu oleh bayangan akan masa depan, mimpi yang dulu menggebu-gebu di hatinya seketika menjadi sebuah nestapa.

“Sudahlah, ayo pulang ke rumah. Buat apa melamun disini?” Fachri mengabaikan perkataan Zaban dan masih terus termenung.

Saban hari Fachri pergi ke pantai untuk menenangkan dirinya sendiri dan mencoba berdialog dengan angin pantai. Fachri sangat ingin belajar ilmu agama di pondok pesantren, tetapi apa daya ibunya berbanding terbalik dengan Fachri. Dia berencana mendaftarkan Fachri di universitas ternama.

”Kenapa sih ma aku harus kuliah? Lagi pula tidak ada yang menjamin seorang sarjana akan sukses di masa depan, bahkan sekarang saja banyak seorang sarjana yang kesulitan mendapat pekerjaan,” ucap Fachri dengan nada yang cukup tinggi, setelah sekian lama dia memendam isi hatinya.

Nurjannah tertegun mendengar perkataan anaknya yang selama ini dibangga-banggakan “Memang tidak ada yang menjamin ri, tetapi setidaknya kamu bisa mendapat ijazah yang bisa digunakan untuk melamar pekerjaan.” Nurjannah tak kuasa mengahadapi sikap anaknya lantas pergi ke kamar meninggalkan Fachri dengan nafas sesenggukan.

Sementara itu, Syafie hanya bisa diam melihat istri dan anaknya berdebat. Sebenarnya ia sendiri membebaskan anaknya untuk menentukan arah yang akan dituju, akan tetapi ia tidak bisa langsung berterus terang mengatakan hal tersebut di hadapan istrinya. Karena ia khawatir itu hanya akan memperburuk situasi saat ini.

Kini Fachri sudah tidak tahu lagi kepada siapa ia bisa berkeluh kesah menumpahkan gejolak yang ada di hatinya, Zaban yang telah mendapat restu dari orang tuanya untuk belajar di pondok pesantren merasa iba dengan yang dialami Fachri.

“Aku punya sedikit saran untukmu ri,” kata Zaban, Fachri masih terus terdiam.

“Memang bukan hal yang mudah untuk mendapatkan semua yang kita mau ri,” Fachri mulai memperhatikan ucapan temannya itu.

“Apa yang kamu maksud?” tanya Fachri.

“Di dunia ini, selama kita masih hidup cobaan ataupun masalah akan terus bermunculan, termasuk keinginanmu untuk masuk pesantren yang belum direstui. Aku tahu ri, kamu sudah berulang kali membujuk ibumu untuk hal itu. Tetapi jika aku perhatikan dengan seksama, sebenarnya kamu bisa mendapatkan apa yang kamu mau tanpa harus mengabaikan keinginan orang tua mu.” Fachri mulai memahami arah pembicaraan Zaban.

“Jadi yang kamu maksud aku kuliah dulu sesuai dengan keinginan ibuku lalu setelah lulus baru masuk pesantren? Itu akan membutuhkan waktu yang sangat lama dan tentu akan menyiksa diriku sendiri.” Zaban sudah menyangka Fachri akan berkata demikian, karena ia tahu betul apa yang sedang Fachri rasakan.

”Sadarlah ri, jika bukan karena jeritan dan rasa sakit yang dirasakan ibumu saat melahirkan dirimu apakah kini kamu mampu menatap dunia? Jika bukan karena kasih sayang ibumu yang telah merawat dirimu dengan begitu tulus bahkan sejak dirimu masih dalam kandungan hingga detik ini apakah kau yakin bisa memiliki keinginan masuk pesantren?” Tak terasa air mata Fachri telah membasahi wajahnya hingga menetes ke pasir pantai. Ia baru menyadari sikap yang diberikan kepada ibunya di tempo hari sangatlah tidak pantas, kini yang ada dalam pikirannya hanyalah rasa malu dan bersalah.

Zaban membantu Fachri menyeka air mata yang terus menetes dan mencoba menenangkannya. ”Sudah ri, semua orang pun pernah melakukan kesalahan, bahkan diriku sendiri. Tetapi yang terpenting adalah kita bersedia memperbaiki setiap kesalahan yang telah kita perbuat, tidak ada kata terlambat bagi orang yang hendak melakukan kebaikan.”

Fachri pun sudah terbayang apa yang harus dilakukannya. “Terimakasih ban, aku sangat beruntung memiliki teman sepertimu. Entah apa yang akan terjadi pada diriku saat ini jika kamu tidak ada,” ucap Fachri seraya menyeka air mata terakhirnya.

Sementara itu, Nurjannah masih termenung di kamarnya sambil meneteskan air mata. Dirinya merasa sakit hati bukan karena Fachri tidak mau kuliah, akan tetapi karena sikap Fachri yang tidak pernah terbayangkan olehnya dan hingga kini Fachri belum mengatakan sepatah kata pun.

“Mau aku buatkan teh manis sayang?” tawar Syafie untuk mencoba menenangkan istrinya.

“Terimakasih pa,” ucap Nurjannah dengan nada datar. Aroma teh tercium di sepanjang rumah itu, membuat suasana menjadi sejuk.

“Apakah kita gagal mendidik Fachri pa?” tanya Nurjannah. Tidak butuh lama bagi Syafie untuk memahami maksud pertanyaan tersebut, Syafie memeluk istrinya dan membelai rambutnya.

BACA JUGA

Ada yang Lebih Menenangkan dari Senjaku, Alaska

Surat Terakhir buat Kakak

Kaca yang Berdebu

Uliran Tangan Mungil Sang Gadis

Laki-laki yang Kawin dengan Peri

Azmi Syahputra: Legal Opinion adalah Resonansi Nurani Hukum

“Tidak sayang, selama ini Fachri selalu membuat kita bahagia bukan? Hanya saja kini Fachri sudah beranjak dewasa, emosinya belum bisa stabil. Dia masih perlu banyak bimbingan untuk memecahkan setiap permasalahannya. Papa yakin dia akan terbuka pikirannya ma, tenang saja” jawab Syafie. Nurjannah belum bisa tenang sepenuhnya, pikirannya hanya tertuju pada Fachri, anak satu-satunya.

“Ayo aku antar ke rumah ri,” ajak Zaban.

“Tak perlu ban, mungkin lebih baik aku pulang sendiri saja. Sekali lagi terimakasih ban,” ucap Fachri. Fachri pulang ke rumahnya dengan penuh penyesalan di hati dan rasa malu yang baru pernah ia rasakan.

Setibanya dirumah Fachri bersimpuh di kaki ibunya dan tak kuasa lagi menahan air matanya “Maafkan Fachri ma, Fachri tidak akan lagi mengecewakan mama” ucap Fachri.

Nurjannah lantas memeluk Fachri seerat-eratnya “Ibu tak pernah merasa kecewa denganmu nak, kamu selalu membuat ibu bahagia. Tidak ada yang bisa membuat ibu tersenyum selain dirimu nak” ucap Nurjannah seraya meneteskan air mata. Di sudut ruangan, Syafie tersenyum lebar melihat perilaku anaknya.

Singkat cerita Fachri melanjutkan studinya di sebuah universitas dengan prodi Studi Agama Islam dan tinggal di pesantren dekat dengan universitasnya. Hingga pada akhirnya ia menjadi lulusan terbaik dan menjadi seorang dosen yang sangat mumpuni keilmuannya. Semua itu berkat kerja keras Fachri disertai doa dan restu dari orang tuanya dan tentu saja juga merupakan sebuah anugrah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. (*)

 

Biografi 
Penulis merupakan mahasiswa semester 2 dari Universitas Islam Negeri Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto atau UIN Saizu di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan prodi Pendidikan Agama Islam. Keseharian penulis diisi dengan perkuliahan dan di sela- sela perkuliahan penulis banyak membaca buku-buku sastra, terlebih novel. Dari novel tersebut penulis mendapatkan pelajaran banyak mengenai sastra. Penulis juga mempunyai hobi lainnya seperti berkebun, berenang dan juga bermain bulu tangkis.

Kontak penulis : 085740703520/gianfaiq616@gmail.com

Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Kampus Berdampak, Prodi Biokewirausahaan UMJT Gelorakan Literasi Numerasi di SMAN Mejayan Madiun
Muhammadiyah

Kampus Berdampak, Prodi Biokewirausahaan UMJT Gelorakan Literasi Numerasi di SMAN Mejayan Madiun

by Mujaddid
12 September 2026
4
UMSU Melejit
Muhammadiyah

UMSU Melejit

by Mujaddid
12 September 2026
30
Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital
Nasional

Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital

by Mujaddid
12 September 2026
5
Tuan Rumah Konferensi Next-D 2026, UMSU Kumpulkan 200 Pakar Digital Lintas Negara
Internasional

Tuan Rumah Konferensi Next-D 2026, UMSU Kumpulkan 200 Pakar Digital Lintas Negara

by Mujaddid
12 September 2026
9
Hari Radio Nasional, Fajar Junaedi: Industri Radio Perlu Adaptasi Multiplatform
Muhammadiyah

Hari Radio Nasional, Fajar Junaedi: Industri Radio Perlu Adaptasi Multiplatform

by Mujaddid
12 September 2026
1
UMSU Kembali Peroleh 3 Sertifikat Paten 
Daerah

UMSU Kembali Peroleh 3 Sertifikat Paten 

by Mujaddid
12 September 2026
8
PT KIM Siap Dukung Sukses Muktamar 49 Muhammadiyah 2027
Daerah

PT KIM Siap Dukung Sukses Muktamar 49 Muhammadiyah 2027

by Mujaddid
12 September 2026
15
Soroti Krisis Etik dan Degradasi Independensi Komisi Yudisial, Fordek FH PTMA Se-Indonesia Tuntut Reformasi Total
Muhammadiyah

Soroti Krisis Etik dan Degradasi Independensi Komisi Yudisial, Fordek FH PTMA Se-Indonesia Tuntut Reformasi Total

by Mujaddid
12 September 2026
4
Rimbawati, Dosen UMSU yang Mengubah Rongsokan dan Limbah Menjadi Energi untuk Desa
Daerah

Rimbawati, Dosen UMSU yang Mengubah Rongsokan dan Limbah Menjadi Energi untuk Desa

by Mujaddid
10 September 2026
5
Membangun Ekosistem Dakwah dan Gerakan Terpadu Wujudkan Kesejahteraan Nasional
Muhammadiyah

Membangun Ekosistem Dakwah dan Gerakan Terpadu Wujudkan Kesejahteraan Nasional

by Mujaddid
10 September 2026
25

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Kampus Berdampak, Prodi Biokewirausahaan UMJT Gelorakan Literasi Numerasi di SMAN Mejayan Madiun
  • UMSU Melejit
  • Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital
  • Tuan Rumah Konferensi Next-D 2026, UMSU Kumpulkan 200 Pakar Digital Lintas Negara
  • Hari Radio Nasional, Fajar Junaedi: Industri Radio Perlu Adaptasi Multiplatform
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

UMSU Melejit
Muhammadiyah

UMSU Melejit

Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital
Nasional

Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital

Membangun Ekosistem Dakwah dan Gerakan Terpadu Wujudkan Kesejahteraan Nasional
Muhammadiyah

Membangun Ekosistem Dakwah dan Gerakan Terpadu Wujudkan Kesejahteraan Nasional

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA
Kemuhammadiyahan

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA

Gerakan Organisasi Pemuda: Cetak Pemimpin Publik Tangguh
Internasional

Gerakan Organisasi Pemuda: Cetak Pemimpin Publik Tangguh

85 Mahasiswa Prodi IAP FISIP UMSU PPL di Kabupaten Samosir
Daerah

Sinergisme PPL: Penguatan Kebijakan Pembangunan Daerah

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.