No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Sulitkah Menulis?

17 Mei 2020
in Pedoman
Reading Time: 2 mins read
0
A A
1
Haedar Nashir  (Foto: suaramuhammadiya.id)

Haedar Nashir (Foto: suaramuhammadiya.id)

Share on Facebook
Share on Twitter

Oleh: Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah


Saya sering ditanya, bagaimana masih bisa menulis di tengah kesibukan mengurus Muhammadiyah dan kegiatan lainnya? Saya ingin berbagi pengalaman ringan. Cerita menulis tentu tidak cukup satu edisi. Biar dicicil sambil santai. Khusus bagi yang mau belajar menulis.

Sulitkah menulis? Tentu, tidak ada pekerjaan yang mudah. Ngobrol yang kelihatan gampang, bagi sebagian orang terasa susah. Yang mudah itu yang suka menggampangkan urusan.

Atau seperti sebagian wakil rakyat yang mudah tidur atau bolos sidang. Mungkin itu mudah, dibayar lagi. Oh ya, tidak baik bicarakan orang, apalagi di bulan Ramadan. Maksud saya, yang ngantukkan dan suka bolos itu wakil rakyat di galaksi yang jauh di sana.

Menulis itu awalnya sulit. Namun karena sudah terbiasa menulis, sekarang jadi tidak terlalu berat. Sekarang, kalau tidak menulis terasa ada yang hilang. Kadang saya disentil bu Noor dan anak-anak, karena terlalu asyik menulis kalau ada di rumah. Dinikmati saja, seperti rekreasi.

BACA JUGA

Israel Menyerang Peradaban Dunia

Luruskan Niat Berpuasa

Kenapa Merasa Paling Benar?

Memilih Menjadi Bucin atau Mencintai Orangtua?

Suatu Hari di Venesia

Bagaimana Cara Mencintai Muhammadiyah?

Tapi untuk menjadi terbiasa menulis dan hasil tulisannya kuat, proses pergumulannya sangat panjang. Sekarang pun masih harus tetap belajar. Apalagi saat ini banyak penulis produktif yang menulis dengan sangat menarik. Lebih-lebih para penulis muda.

Haedar Nashir menulis di sela-sela menunggu tamu di ruang Redaksi Suara Muhammadiyah. (Foto: suaramuhammadiyah.id)

Kegiatan menulis saya mulai sejak mahasiswa. Awal merantau di Yogya. Masih ingat pertama ngekos di Kota Gudeg hari Selasa 9 September 1979. Tentu banyak di antara anda yang muda belum lahir.

Sambil kuliah, mulailah belajar menulis. Ternyata tidak mudah, tapi terus dicoba. Sering dengan tulisan tangan dulu, belum punya mesin ketik. Setelah dipandang jadi, mengetik tulisan di sekretariat organisasi, di kantor PW Ikatan Pelajar Mauhammadiyah Jl Kauman Yogyakarta.

·Baru setelah punya mesin tik sendiri mulailah menulis lebih intens. Mesin tiknya merek Brother, dibeli dari uang beasiswa Supersemar.

·Wah, senang saat itu punya mesin tik hasil beasiswa, seperti petani dapat cangkul dari Pak Lurah. Mesin tik bersejarah itu sekarang saya simpan di lemari perpustakaan sebagai kenangan terindah.

Menjadi penulis ternyata harus gigih. Satu dua sampai berkali-kali gagal jadi tulisan utuh, tapi jadi juga. Dimulai menulis opini ringan-ringan untuk rubrik mahasiswa di media massa Yogya dan Ibukota. Wah awalnya sering ditolak. Tapi terus mencoba, berkali-kali, berganti tema.
Haedar Nashir

Akhirnya satu dua mulai ada yang dimuat. Girang sekali, seperti Neil Amstrong sukses turun di Bulan. Apalagi ada rekan-rekan mahasiswa lain tahu dan kasih selamat, bangga dirilah….tapi tidak congkak.

Sejak itu jadi ketagihan menulis. Lumayan juga waktu itu, bisa nambah uang saku, jadi lebih mandiri. Dapat uang dari beasiswa plus menulis, tapi tetap harus berjuang keras dalam hidup, serta sukses kuliah.

Semangatnya ikuti pepatah. Berakit-rakit ke hulu, berenang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Senang yang positif dan bermakna tentu saja.

Peleman, Sabtu sore (hari kedua Ramadhan 1441), 25 April 2020


 

Tulisan ini disusun dari rangkaian cuitan utas yang diposting di akun @HaedarNs

Tags: Haedar NashirMenulistrik menulis ala Haedar Nashir
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban
Esai

Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban

by Mujaddid
12 Oktober 2026
74
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir: Mahasiswa UMSU Harus Jadi Pelaku Perubahan Menuju Indonesia Emas
Daerah

Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir: Mahasiswa UMSU Harus Jadi Pelaku Perubahan Menuju Indonesia Emas

by Mujaddid
28 September 2026
56
Ketum PP Muhammadiyah: Indonesia Milik Bersama, Kemakmuran Rakyat Harus Jadi Agenda Utama
Kebangsaan

Ketum PP Muhammadiyah: Indonesia Milik Bersama, Kemakmuran Rakyat Harus Jadi Agenda Utama

by Mujaddid
17 Agustus 2026
82
Ayo Ikuti Acara Khusus Sambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027: Pak Ketum PP Muhammadiyah Menyapa Para Murid Sekolah/Madrasah Muhammadiyah se-Indonesia
AUM

Ayo Ikuti Acara Khusus Sambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027: Pak Ketum PP Muhammadiyah Menyapa Para Murid Sekolah/Madrasah Muhammadiyah se-Indonesia

by Mujaddid
10 Juli 2026
103
Lompatan Baru Pendidikan Berkemajuan: Haedar Nashir Resmikan Muhammadiyah Sapen Universal School Berarsitektur ‘Bandung Bondowoso’
AUM

Lompatan Baru Pendidikan Berkemajuan: Haedar Nashir Resmikan Muhammadiyah Sapen Universal School Berarsitektur ‘Bandung Bondowoso’

by Mujaddid
4 Juli 2026
62
Akar Panjang, Langkah Tenang: Catatan Seorang Kader
Jufri Daily

Politik itu Terlalu Penting untuk Hanya Diserahkan kepada Politisi

by Mujaddid
8 Juni 2026
83
Menulis: Melestarikan Amal dan Mengabdi untuk Keabadian
Islam

Menulis: Melestarikan Amal dan Mengabdi untuk Keabadian

by Mujaddid
6 Juni 2026
75
Pancasila Hilang di Mana?
Kebangsaan

Pancasila Hilang di Mana?

by Mujaddid
1 Juni 2026
91
Mendidik dengan Keteladanan
Kebangsaan

Mendidik dengan Keteladanan

by Mujaddid
2 Mei 2026
115
Haedar Nashir: KHGT merupakan Respons terhadap Keniscayaan Globalisasi
Islam

Haedar Nashir: KHGT merupakan Respons terhadap Keniscayaan Globalisasi

by Mujaddid
22 Maret 2026
148

Comments 1

  1. Sidik Aminuloh says:
    6 tahun ago

    Luar biasa Kiayi, tulisan-tulisannya dapat menumbuhkan semangat untuk berkarya

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Setiap Orang Perlu Panggung dan Punggung
  • Lulusan Terbaik Medkom UMY Bahas Fenomena Jastip dan Guru Gembul dalam Seminar Media dan Komunikasi UMJT
  • Belajar dari Kelangkaan BBM di Bali: FSPPB Dorong Pembenahan Tata Kelola lewat RUU Migas 2026
  • Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban
  • Terpilih Secara Aklamasi, Arya Sinulingga Resmi Pimpin PSSI Sumut Periode 2026–2030
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Setiap Orang Perlu Panggung dan Punggung
Jufri Daily

Setiap Orang Perlu Panggung dan Punggung

Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban
Esai

Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban

Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara
Daerah

Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore  dari Pak Zai
Jufri Daily

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan
Jufri Daily

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital
Islam

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.