TAJDID.ID~Jakarta || Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan STEM Immersive Visit 2026 pada 22–23 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antarp perguruan tinggi sekaligus mendorong pengembangan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM).
Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan mengusung pendekatan deep learning untuk memperkuat kompetensi guru, calon guru, dan dosen dalam merancang serta mengimplementasikan pembelajaran STEM yang aplikatif, inovatif, dan berorientasi pada penyelesaian masalah.
Hari pertama dilaksanakan secara daring dan dibuka oleh Dekan FKIP UHAMKA, Purnama Syae Purrohman. Dalam sambutannya, Purnama menegaskan pentingnya penguatan kompetensi pendidik dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21 melalui pendekatan STEM yang integratif, kontekstual, dan berbasis pemecahan masalah.
Sesi materi menghadirkan narasumber dari STEM Center UPI, yaitu Tatang Herman dan Suhara. Keduanya memaparkan konsep dasar STEM, implementasi pembelajaran berbasis proyek, serta strategi pengembangan aktivitas pembelajaran inovatif di kelas.
Koordinator kegiatan, Wahyu Dian Laksanawati, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi dosen, mahasiswa, guru, dan praktisi pendidikan untuk membangun ekosistem pembelajaran STEM yang lebih kuat. Kegiatan ini didukung oleh Program Studi Pendidikan Fisika, Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, serta UPT Laboratorium IPA Terpadu FKIP UHAMKA.
Memasuki hari kedua, kegiatan berlangsung secara luring di Smart Class FKIP UHAMKA dengan melibatkan 27 peserta yang terdiri atas mahasiswa, guru, dan dosen. Pada sesi praktik, peserta ditantang merancang serta membuat berbagai alat peraga sederhana berbasis STEM menggunakan bahan yang mudah diperoleh, berbiaya rendah, dan memiliki nilai edukatif.
Beragam proyek berhasil dihasilkan, antara lain model jembatan sederhana, sistem filtrasi air, alat peraga tekanan udara, serta miniatur pembangkit energi sederhana. Setiap kelompok mempresentasikan hasil karyanya di hadapan narasumber dan fasilitator untuk memperoleh masukan serta evaluasi.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta. Pendekatan project-based learning yang diterapkan mampu mendorong pengembangan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi. STEM Immersive Visit diharapkan menjadi agenda berkelanjutan sebagai bentuk sinergi antara UPI dan FKIP UHAMKA dalam meningkatkan kualitas pendidikan sains di Indonesia.
“Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep STEM secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam pembelajaran yang lebih bermakna,” ujar Tatang Herman.
Penyelenggaraan STEM Immersive Visit 2026 menegaskan komitmen FKIP UHAMKA untuk terus mendorong inovasi pembelajaran, memperkuat kompetensi calon pendidik, serta mengembangkan budaya riset dan kreativitas di lingkungan akademik melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi. (Hendra)










