TAJDID.ID~Karo 🔳 Komitmen perguruan tinggi dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi kembali diwujudkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Selama dua hari, 21–22 Juni 2026, LPPM UMSU melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Gung Pinto, Kecamatan Menam Teren, Kabupaten Karo, dengan menghadirkan edukasi, pelatihan, serta praktik langsung yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Kegiatan yang diikuti oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, kelompok tani, pemuda, dan warga setempat tersebut mengusung semangat pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan aplikatif. Tidak sekadar menyampaikan teori, tim pengabdian juga mengajak masyarakat mempraktikkan berbagai keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Materi pertama disampaikan oleh Assoc Prof Dr Munawir Pasaribu MA yang mengangkat tema pelestarian alam dan pengelolaan sumber daya alam sebagai amanah dari Allah SWT. Dalam pemaparannya, ia mengajak masyarakat untuk memandang lingkungan bukan hanya sebagai sumber ekonomi, tetapi juga sebagai titipan yang wajib dijaga keberlangsungannya.
“Alam adalah karunia Allah yang memberikan kehidupan kepada manusia. Karena itu, menjaga kelestariannya merupakan bentuk rasa syukur sekaligus tanggung jawab moral dan spiritual. Kerusakan lingkungan pada akhirnya akan kembali dirasakan oleh manusia sendiri,” ujarnya di hadapan peserta.
Melalui penyampaian yang komunikatif dan disertai contoh-contoh nyata, masyarakat diajak memahami pentingnya menjaga hutan, tidak membuang sampah sembarangan, menjaga sumber mata air, lahan pertanian, serta memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana agar tetap lestari untuk generasi mendatang.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan oleh dr. Eka Febriyanti, M.Gizi, dalam pemaparannya tentang hipertensi dan dyspepsia yang menjadi penyakit terbanyak di desa tersebut berdasarkan skrining kesehatan yang kita lakukan tahun sebelumnya, selain itu dr eka menekankan pentingnya menjaga kesehatan pribadi dan keluarga melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga kebersihan lingkungan, serta menerapkan pola makan bergizi seimbang.
Menurutnya, kesehatan merupakan modal utama dalam meningkatkan produktivitas masyarakat. Pencegahan penyakit dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana seperti menjaga sanitasi, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara rutin, menghindari penggunaan rokok dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Suasana kegiatan semakin interaktif ketika memasuki sesi praktik pembuatan pupuk organik. Materi ini langsung disampaikan oleh pakar pertanian UMSU Hardiansyah Sinaga, S.P., M.Agr. Pada sesi ini masyarakat tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai manfaat pupuk organik bagi kesuburan tanah, tetapi juga langsung mempraktikkan proses pembuatannya dengan bimbingan tim LPPM UMSU.
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya peserta yang aktif berdiskusi dan mencoba setiap tahapan pembuatan pupuk organik. Mereka berharap keterampilan tersebut dapat membantu mengurangi biaya produksi pertanian sekaligus menjaga kualitas tanah secara berkelanjutan.
Selain itu juga Tim LPPM menyiapkan konsultasi hukum yang secara gratis bagi masyarakat yang membutuhkan edukasi dan bimbingan hukum. tim LPPM juga mempersiapkan pemeriksanaan kesehatan gratis yang bersinergi dengan Fakultas kedokteran UMSU.
Kepala Desa Gung Pinto, Roy Pranata Bangun, menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim LPPM UMSU yang telah memilih desanya sebagai lokasi pengabdian.
“Kami sangat berterima kasih kepada LPPM UMSU. Program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat kami. Materi yang disampaikan sangat sesuai dengan kebutuhan warga, mulai dari menjaga lingkungan, kesehatan, hingga praktik membuat pupuk organik yang bisa langsung kami terapkan dalam kegiatan pertanian,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua LPPM UMSU, Assoc.Prof.Dr. Muhammad Fitra Jambak, menegaskan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen UMSU dalam menghadirkan ilmu pengetahuan yang memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Kami ingin keberadaan perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan dan penelitian, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi kehidupan masyarakat,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Rektor UMSU, Prof Akrim MPd, yang terus memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh LPPM UMSU di berbagai daerah. Menurut Fitra, dukungan pimpinan universitas menjadi energi bagi LPPM untuk terus memperluas jangkauan pengabdian sehingga manfaat keilmuan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
Komitmen tersebut tampak nyata selama pelaksanaan kegiatan. Seluruh jajaran pengurus dan anggota LPPM UMSU hadir secara langsung di lapangan, mendampingi masyarakat pada setiap rangkaian kegiatan. Nampak berhadir Assoc Prof Dr Fitra Jambak MSc Sebagai ketua LPPM didampingi Syaiful Amri Saragi PhD. Prof Dr Ali Imran Sinaga.MA, Assoc Prof Dr Munawir Pasaribu MA, Dr. Lutfi Basit MSi, Dr Muhammad Said Siregar M.P, dr. Eka Febriyanti MGizi dan Dr.Ismail Koto.l MH dan juga tendik dilingkungan LPPM UMSU, Kehadiran mereka tidak hanya sebagai narasumber, tetapi juga sebagai mitra yang berdialog, berbagi pengalaman, dan bersama-sama mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat desa.
Melalui program ini, LPPM UMSU berharap sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat semakin kuat. Edukasi mengenai pelestarian lingkungan, peningkatan kesehatan, serta pemanfaatan pupuk organik diharapkan mampu menjadi bekal bagi masyarakat Desa Gung Pinto dalam mewujudkan desa yang sehat, mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
Pengabdian ini menjadi bukti bahwa kehadiran perguruan tinggi tidak berhenti pada ruang kelas dan laboratorium. Lebih dari itu, ilmu pengetahuan harus hadir di tengah masyarakat sebagai kekuatan yang mampu mendorong perubahan, meningkatkan kualitas hidup, dan memperkuat pembangunan desa menuju masa depan yang lebih baik. (*)













