Rabu, Juli 1, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Ethics of Care Kritisi Proyek BRT Mebidang Rp1,9 Triliun: Mengurai Macet atau Memacetkan Kota?

Mujaddid by Mujaddid
2026/06/11
in Daerah
Reading Time: 2 mins read
0
Ethics of Care Kritisi Proyek BRT Mebidang Rp1,9 Triliun: Mengurai Macet atau Memacetkan Kota?
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

TAJDID.ID-MEDAN 🔳 Proyek pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang senilai Rp1,9 triliun yang digadang-gadang sebagai simbol modernisasi transportasi massal di Sumatra Utara, kini justru menuai sorotan tajam. Alih-alih menjadi solusi instan penetas kemacetan yang menghubungkan Medan, Binjai, dan Deli Serdang, proyek infrastruktur ini di lapangan justru memicu paradoks: menjadi sumber kemacetan baru yang melumpuhkan urat nadi perekonomian kota.

Pantauan di lapangan menunjukkan penyempitan kapasitas jalan secara drastis di sejumlah koridor utama yang selama ini sudah berada pada titik jenuh. Situasi kian semrawut akibat lemahnya rekayasa lalu lintas, maraknya parkir liar, aktivitas pedagang yang meluber ke badan jalan, serta buruknya sistem drainase di sekitar area konstruksi. Titik-titik krusial seperti Jalan Gatot Subroto, kawasan Pasar Sikambing, hingga Jalan Sisingamangaraja kini berubah menjadi simpul kemacetan parah, terutama saat jam sibuk dan kala hujan mengguyur kota.
Kegagalan Mitigasi Dampak Sosial

Menanggapi fenomena ini, Farid Wajdi, Founder Ethics of Care sekaligus Anggota Komisi Yudisial periode 2015-2020, angkat bicara. Ia menekankan bahwa esensi dari tata kelola publik yang baik (good public governance) adalah keseimbangan antara pembangunan fisik dan perlindungan hak-hak masyarakat selama proses konstruksi berjalan.

“Setiap proyek infrastruktur skala besar pasti membawa dampak gangguan sementara. Namun, gangguan tidak boleh dibiarkan eskalatif hingga menjadi krisis mobilitas yang berkepanjangan akibat absennya mitigasi yang memadai,” ujar Farid saat diwawancarai, Kamis (11/6).

Menurut Farid, fakta bahwa ribuan warga Medan harus kehilangan waktu berjam-jam setiap hari di jalan raya merupakan indikator kuat adanya kelemahan dalam manajemen dampak proyek.

“Pembangunan yang inklusif itu harusnya menjaga kehidupan dan urusan domestik maupun bisnis masyarakat tetap berjalan normal. Ketika publik dipaksa menanggung beban akibat lemahnya perencanaan, di situlah fungsi pelayanan publik tersebut patut dipertanyakan,” tegasnya.

 

Multiefek Kerugian: Dari Ekonomi hingga Ekologis

Lebih lanjut, Farid Wajdi menyoroti “biaya tak terlihat” (hidden cost) yang harus dibayar mahal oleh warga kota. Kemacetan akut ini bukan sekadar persoalan antrean kendaraan, melainkan sebuah bentuk pemborosan ekonomi yang masif.

Pertama, Sektor Usaha: Pedagang kehilangan pelanggan karena akses toko terhambat, pelaku usaha menghadapi lonjakan biaya operasional, dan sektor jasa mengalami keterlambatan pelayanan.

Kedua, Kualitas Hidup: Waktu perjalanan pekerja dan pelajar membengkak, memicu tingkat stres yang tinggi, dan menurunkan kenyamanan ruang kota.

Ketiga, Aspek Ekologis: Penebangan pohon pelindung di sepanjang koridor proyek dinilai mengorbankan infrastruktur ekologis kota demi mengejar target fisik semata.

“Jangan sampai ambisi membangun transportasi berkelanjutan justru dilakukan dengan cara-cara yang tidak berkelanjutan, seperti merusak lingkungan hidup dan menciptakan ekonomi biaya tinggi,” tambah pegiat etika publik tersebut.

 

Desakan Evaluasi Total dan Transparansi

Senada dengan kritik yang sempat dilayangkan oleh DPRD Kota Medan terkait lemahnya koordinasi antarlembaga, Farid mendesak pemerintah dan otoritas proyek untuk segera melakukan koreksi total dan tidak berlindung di balik narasi “target progres fisik”.

Farid membeberkan beberapa poin krusial yang mendesak untuk segera dieksekusi antara lain:

â—¾Evaluasi Rekayasa Lalu Lintas: Menata ulang jalur alternatif berbasis data riil di lapangan, bukan sekadar kajian di atas kertas.

â—¾Penegakan Hukum Konsisten: Menertibkan kantong-kantong parkir liar dan pasar tumpah di sekitar proyek yang memperparah penyempitan jalan.

â—¾Antisipasi Teknis Lingkungan: Memastikan sistem drainase di area konstruksi berfungsi optimal agar tidak memicu genangan air saat hujan.

â—¾Transparansi Informasi: Membuka akses informasi berkala kepada publik mengenai durasi gangguan dan target penyelesaian per koridor demi memberikan kepastian bagi warga.

“Pembangunan memang memerlukan pengorbanan, tetapi pengorbanan masyarakat ada batas kewajarannya. Jika kondisi tanpa mitigasi ini terus dibiarkan, proyek BRT Mebidang berpotensi menjadi pelajaran mahal tentang bagaimana sebuah ambisi pembangunan kehilangan maknanya karena menempatkan kenyamanan warga sebagai urusan sekunder,” pungkas Farid. (*)

Tags: Ethics of CareProyek BRT Mebidang
Previous Post

Komunitas Lintas Iman Rumuskan Agenda Bersama untuk Keadilan Iklim

Next Post

Ketua PDM Surabaya M. Ridlwan Hadiri Purnawidya Angkatan ke-52: Cetak Generasi Berkarakter dan Berkemajuan

Related Posts

Perkuat Keadilan Ekologis, FH UMSU dan WALHI Nasional Jalin Sinergi Strategis Advokasi Hukum Lingkungan

Perkuat Keadilan Ekologis, FH UMSU dan WALHI Nasional Jalin Sinergi Strategis Advokasi Hukum Lingkungan

30 Juni 2026
108
Angka Kasus Keracunan Program MBG Terus Meningkat, Ethics of Care: Bukan Sekadar Statistik, tapi Potret Kegagalan Sistemik

Momentum HUT ke-436 Medan, Ethics of Care Desak Pemerintah Fokus Solusi Publik ketimbang Pencitraan

30 Juni 2026
107
UMSU dan Telkom Gelar Pelatihan AI Gemini Academy

UMSU dan Telkom Gelar Pelatihan AI Gemini Academy

30 Juni 2026
103
LPPM UMSU Hadir di Desa Gung Pinto, Wujudkan Pengabdian Nyata untuk Lingkungan, Kesehatan, dan Kemandirian Masyarakat

LPPM UMSU Hadir di Desa Gung Pinto, Wujudkan Pengabdian Nyata untuk Lingkungan, Kesehatan, dan Kemandirian Masyarakat

29 Juni 2026
115
Lapas Labuhan Ruku Sulap 10 Hektar Lahan Jadi Kebun Jagung, IMM Batu Bara: Ini Kepemimpinan Visioner!

IMM Batu Bara Dukung Inisiasi Pembentukan Perda Kepemudaan

29 Juni 2026
104
BikersMu Chapter Klaten Jateng bersama PDM Klaten Gelar Baitul Arqom BikersMu Pertama di Indonesia, Inovasi Dakwah Komunitas

BikersMu Chapter Klaten Jateng bersama PDM Klaten Gelar Baitul Arqom BikersMu Pertama di Indonesia, Inovasi Dakwah Komunitas

29 Juni 2026
109
Next Post
Ketua PDM Surabaya M. Ridlwan Hadiri Purnawidya Angkatan ke-52: Cetak Generasi Berkarakter dan Berkemajuan

Ketua PDM Surabaya M. Ridlwan Hadiri Purnawidya Angkatan ke-52: Cetak Generasi Berkarakter dan Berkemajuan

Jelang Tahun Baru Islam 1448 H, Dr Fitrianto Ingatkan Ada 3 Semangat dan 4 Resep Hijrah

Jelang Tahun Baru Islam 1448 H, Dr Fitrianto Ingatkan Ada 3 Semangat dan 4 Resep Hijrah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20077 shares
    Share 8031 Tweet 5019
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11914 shares
    Share 4766 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9184 shares
    Share 3674 Tweet 2296
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6307 shares
    Share 2523 Tweet 1577
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6098 shares
    Share 2439 Tweet 1525

OPINI

Potret Reformasi Polri
Nasional

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
105
Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat
Esai

Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

29 Juni 2026
116
Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital
Esai

Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

28 Juni 2026
111
AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia
Esai

AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia

28 Juni 2026
114
Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?
Esai

Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?

28 Juni 2026
111
Bekas Sujud yang Membangun Peradaban
'Aisyiyah

Bekas Sujud yang Membangun Peradaban

26 Juni 2026
115

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan