• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Minggu, Mei 24, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Blackout Sumatera, Ethics of Care Desak Audit Total Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional

M. Risfan Sihaloho by M. Risfan Sihaloho
2026/05/24
in Nasional
0
Potret Satu Tahun Prabowo: Hukum Bertekuk Lutut ke Atas

Farid Wajdi

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

TAJDID.ID~Medan 🔳 Pemadaman listrik massal (blackout) yang melumpuhkan wilayah Sumatra baru-baru ini dinilai bukan sekadar gangguan teknis biasa. Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi narasi modernisasi dan transformasi digital yang selama ini didengungkan pemerintah.

Dalam hitungan menit, kota-kota di Sumatra lumpuh total. Aktivitas ekonomi mandek, sinyal komunikasi terganggu, dan rumah sakit terpaksa bersandar penuh pada generator set (genset) darurat.

Merespons krisis ini, PT PLN (Persero) menjelaskan bahwa petaka lumpuhnya pasokan listrik dipicu oleh gangguan transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai akibat cuaca buruk. Namun, penjelasan teknis tersebut dinilai belum menyentuh akar persoalan yang sesungguhnya.

Rapuhnya Fondasi Energi Nasional

Founder Ethics of Care sekaligus Anggota Komisi Yudisial periode 2015–2020, Farid Wajdi, angkat bicara mengenai runtuhnya sistem kelistrikan regional ini.

Menurutnya, publik berhak mempertanyakan mengapa satu titik gangguan transmisi mampu menimbulkan efek domino yang melumpuhkan wilayah sedemikian luas.

“Listrik hari ini bukan lagi sekadar layanan publik biasa, melainkan syarat hidup peradaban modern. Ketika listrik padam, sistem pembayaran digital lumpuh, industri terdiam, dan stabilitas sosial langsung terancam. Peristiwa di Sumatra memperlihatkan satu kenyataan pahit: fondasi energi kita ternyata masih sangat rapuh,” ujar Farid, Sabtu (23/5).

Farid menyoroti adanya paradoks besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, pemerintah gencar mempromosikan masa depan teknologi seperti hilirisasi industri, kendaraan listrik (EV), pusat data (data center), hingga kecerdasan artifisial (AI). Namun di sisi lain, infrastruktur dasar penyokongnya justru mudah terguncang.

“Modernitas kita tampak megah di permukaan, tetapi mudah runtuh hanya karena gangguan cuaca di satu jalur transmisi. Negara sibuk membangun simbol kemajuan, tetapi lalai memperkuat urat saraf kemajuan itu sendiri,” kritik Farid.

 

Obsesi Angka dan Panggung Pencitraan

Lebih lanjut, Farid mengkritik tata kelola pembangunan energi di Indonesia yang dinilainya terlalu berorientasi pada kuantitas demi kepentingan politik elektoral.

“Selama ini, tambahan megawatt sering kali diperlakukan sebagai trofi politik, dan peresmian pembangkit dijadikan panggung pencitraan kekuasaan. Padahal, esensi sistem kelistrikan modern bukan cuma memproduksi listrik, tapi memastikan listrik tetap hidup dalam situasi paling buruk sekalipun,” tegas Anggota Komisi Yudisial periode 2015-2020 tersebut.

Ia menambahkan, negara-negara maju telah lama membangun sistem kelistrikan berlapis berbasis smart grid dan mitigasi krisis teknologi tinggi. Sebaliknya, Indonesia dinilai masih terjebak dalam pola manajemen yang reaktif.

“Krisis terjadi lebih dulu, penjelasan dan permintaan maaf muncul kemudian. Ini sudah seperti rutinitas tahunan. Publik jarang diberi transparansi utuh mengenai kualitas jaringan, usia infrastruktur, ataupun risiko interkoneksi kita,” kata Farid.

Alarm Ketahanan Negara di Tengah Perubahan Iklim

Di era perubahan iklim saat ini, cuaca ekstrem seperti badai dan petir akan semakin sering terjadi. Menurut Farid, alasan cuaca buruk tidak bisa lagi dijadikan tameng pembenaran yang terus dimaklumi.

Ia menekankan bahwa dalam dunia modern, energi adalah bagian krusial dari pertahanan dan keamanan nasional. Jika infrastruktur transmisi tetap dibiarkan rapuh, blackout massal akan bertransformasi dari sekadar potensi gangguan menjadi ancaman nyata yang terus berulang.

Apakah negara benar-benar serius membangun ketahanan energi nasional, atau hanya sibuk memproduksi slogan transformasi digital?” tantang Farid.

 

Desakan Audit Menyeluruh

Menutup analisisnya, Farid Wajdi menegaskan bahwa tanggung jawab atas krisis ini tidak boleh berhenti pada penunjukan faktor teknis di lapangan. Pertanyaan mengenai siapa yang bertanggung jawab harus dialamatkan pada cara negara menyusun visi energi nasional.

Untuk memutus rantai krisis, Farid mendesak pemerintah dan pemangku kebijakan untuk segera mengambil langkah konkret:

Pertama, audit menyeluruh, yakni melakukan audit total terhadap ketahanan sistem kelistrikan nasional.

Kedua, transparansi tata kelola: Membuka data kelayakan dan usia infrastruktur jaringan kepada publik.

Ketiga, reformasi jaringan: mengalihkan fokus investasi pada penguatan jaringan transmisi, sistem cadangan (back-up system), dan mitigasi krisis.

“Publik butuh lebih dari sekadar permintaan maaf. Jika reformasi mendasar ini tidak dilakukan, blackout hanya akan menjadi ritual berulang: listrik padam, masyarakat panik, pejabat meminta maaf, lalu dilupakan sampai kegelapan berikutnya datang kembali,” pungkasnya. (*)

Tags: BlackoutBlackout SumateraEthics of CareListrik PadamSistem Kelistrikan Nasional
Previous Post

Energi Listrik dan Peradaban Digital

Next Post

Usung Tema “Kami Muslim, Kami Pemimpin”, 530 Siswa SD Muhammadiyah 16 Surabaya Pukau Panggung Famfest 16

Related Posts

Energi Listrik dan Peradaban Digital

Energi Listrik dan Peradaban Digital

24 Mei 2026
107
Blackout Sumatera Lumpuhkan Aktivitas Masyarakat, Pemuda Muhammadiyah: PLN Jangan Hanya Minta Maaf, Rakyat Berhak Dapat Kompensasi Nyata

Blackout Sumatera Lumpuhkan Aktivitas Masyarakat, Pemuda Muhammadiyah: PLN Jangan Hanya Minta Maaf, Rakyat Berhak Dapat Kompensasi Nyata

24 Mei 2026
107
Budaya Tertib Berlalu Lintas

Budaya Tertib Berlalu Lintas

27 Maret 2026
139
Ethics of Care Soroti MBG Ramadan: Label Bergizi, tapi Menghina Akal Sehat

Ethics of Care Soroti MBG Ramadan: Label Bergizi, tapi Menghina Akal Sehat

25 Februari 2026
133
Catatan Kritis 1 Tahun Duet Rico–Zakiyuddin: Kota Butuh Aksi, Bukan Sekadar Narasi

Catatan Kritis 1 Tahun Duet Rico–Zakiyuddin: Kota Butuh Aksi, Bukan Sekadar Narasi

19 Februari 2026
136
Potret Satu Tahun Prabowo: Hukum Bertekuk Lutut ke Atas

OTT Wakil Ketua PN Depok, Ethics of Care: Menunjukkan Kegagalan Sistemik dalam Pengelolaan Kekuasaan Kehakiman

6 Februari 2026
136
Next Post
Usung Tema “Kami Muslim, Kami Pemimpin”, 530 Siswa SD Muhammadiyah 16 Surabaya Pukau Panggung Famfest 16

Usung Tema “Kami Muslim, Kami Pemimpin”, 530 Siswa SD Muhammadiyah 16 Surabaya Pukau Panggung Famfest 16

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In