• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Kamis, Mei 7, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Cerdas Bangsa, Semesta Bercahaya: Dari Niat yang Sunyi Menuju Cahaya yang Luas

Jufri by Jufri
2026/05/07
in Daerah, Jufri Daily, Muhammadiyah, Muktamar 49, Nasional, Opini
0
Cerdas Bangsa, Semesta Bercahaya: Dari Niat yang Sunyi Menuju Cahaya yang Luas
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Oleh: Jufri

Ketua PD Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi

 

Tema Muktamar Muhammadiyah ke-49 di Sumatera Utara akhirnya telah ditetapkan—sebagaimana telah saya singgung dalam beberapa tulisan terdahulu—yakni “Cerdas Bangsa, Semesta Bercahaya”. Sebuah tema yang tidak sekadar terdengar indah, tetapi memuat arah gerak yang dalam: menghubungkan kecerdasan sebagai fondasi peradaban dengan cahaya sebagai simbol kebermanfaatan yang meluas. Dalam konteks Muhammadiyah, tema ini bukan hanya seruan, tetapi penegasan jalan.

Menariknya, Sumatera Utara sendiri bukan sekadar lokasi penyelenggaraan. Ia adalah narasi hidup dari tema itu. Sumatera Utara adalah contoh konkret dari keberagaman yang bertemu dalam kebersamaan. Di sana, nilai-nilai lokal seperti Dalihan Na Tolu hidup dan mempengaruhi cara masyarakat menjaga relasi, menghormati peran, dan merawat harmoni. Prinsip ini berjalan berdampingan dengan kearifan budaya Melayu serta ragam budaya lain yang tumbuh bersama. Bahkan Medan dan sekitarnya dapat kita lihat sebagai miniatur nyata keindonesiaan—tempat perbedaan tidak dihapus, tetapi dirangkul menjadi kekuatan.

Saya selalu percaya, kecerdasan yang dimaksud di sini bukan semata soal angka, gelar, atau prestasi yang mudah dipamerkan. Ia lebih dalam—tentang kemampuan membaca zaman, memahami perubahan, dan tetap teguh pada nilai. Bangsa yang cerdas bukan hanya yang mampu bersaing, tetapi yang tahu arah. Tidak mudah terbawa arus, tidak mudah pula kehilangan pijakan.

Namun kecerdasan saja tidak cukup. Ia harus berbuah cahaya. Dan cahaya itu hanya lahir dari kebermanfaatan. Dari kerja-kerja yang mungkin tidak terlihat, dari pengabdian yang seringkali tidak disebut, dari niat yang sunyi tetapi terus dijaga. Di sinilah letak keindahan gerakan—ketika yang kecil dikerjakan dengan sungguh-sungguh, lalu perlahan memberi dampak yang besar.

Dalam pengalaman berorganisasi, kita sering menemukan bahwa tantangan terbesar bukan pada luar, tetapi pada dalam diri sendiri. Rasa lelah, ingin diakui, atau bahkan kecewa karena tidak dihargai. Di titik itu, tema ini seperti mengingatkan kembali: apakah yang kita cari sekadar pengakuan, ataukah cahaya yang lebih luas?

Mengurus organisasi, apalagi sebesar Muhammadiyah, bukan tentang siapa paling terlihat, tetapi siapa paling bertahan. Bukan siapa paling lantang, tetapi siapa paling konsisten. Karena sesungguhnya, peradaban tidak dibangun oleh mereka yang sesekali hebat, tetapi oleh mereka yang terus berjalan, meski perlahan.

Kerja tim menjadi kunci. Tidak ada cahaya besar yang lahir dari satu sumber saja. Ia adalah hasil dari banyak titik kecil yang menyala bersama. Maka belajar berbagi peran, saling menguatkan, dan tidak merasa paling penting adalah bagian dari kecerdasan itu sendiri.

Di sisi lain, menjaga keseimbangan hidup juga menjadi ujian. Banyak yang ingin memberi segalanya untuk organisasi, tetapi lupa bahwa keluarga, pekerjaan, dan diri sendiri juga bagian dari amanah. Kecerdasan sejati justru terlihat dari kemampuan menempatkan semuanya secara proporsional.

Dan pada akhirnya, kita akan sampai pada satu kesadaran sederhana: bahwa semua ini berakar pada spiritualitas. Tanpa itu, gerakan akan terasa kering. Tanpa itu, langkah akan mudah goyah. Tetapi dengan hati yang terjaga, bahkan kerja yang berat pun terasa ringan.

Dari pemaparan ini, kita dapat menarik satu benang merah yang kuat: bahwa tema “Cerdas Bangsa, Semesta Bercahaya” bukan hanya cita-cita besar, tetapi juga cermin dari realitas yang sudah hidup di tengah masyarakat—khususnya di Sumatera Utara. Keberagaman yang terkelola dengan nilai, kebersamaan yang dijaga dengan kearifan lokal seperti Dalihan Na Tolu, serta dinamika sosial di Medan menjadi bukti bahwa cahaya itu bukan sesuatu yang jauh, tetapi sesuatu yang sudah menyala, tinggal bagaimana kita merawat dan memperluasnya.

Maka, tugas kita bukan lagi sekadar memahami tema ini, tetapi menerjemahkannya dalam tindakan nyata. Menjadi pribadi yang cerdas dalam berpikir, matang dalam bersikap, dan luas dalam memberi manfaat. Sebab pada akhirnya, cahaya tidak lahir dari wacana, tetapi dari kerja nyata yang konsisten dan bernilai.

Dan jika setiap kita mampu menjadi titik cahaya kecil di tempat masing-masing, maka bukan hal yang mustahil, semesta itu benar-benar akan bercahaya. (*)

Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

Tags: Berita Muktamar 49Info Muktamar 49Kabar Muktamar 49Muktamar 49 Muhammadiyah-Aisyiyaj
Previous Post

Kejatisu Telaah Laporan Dugaan Korupsi di Inalum, Tunggu Arahan Kajati

Related Posts

Dukung  Pembangunan Kampus Terpadu UMSU, Bupati Deli Serdang Siapkan Jalan Alternatif Jelang Muktamar 49 Muhammadiyah 2027

Dukung  Pembangunan Kampus Terpadu UMSU, Bupati Deli Serdang Siapkan Jalan Alternatif Jelang Muktamar 49 Muhammadiyah 2027

21 April 2026
126
Demokrasi yang Menumbuhkan Kader

Demokrasi yang Menumbuhkan Kader

4 April 2026
129
Muktamar: Di Antara Kekuasaan dan Suara Kebenaran

Muktamar: Di Antara Kekuasaan dan Suara Kebenaran

19 Maret 2026
124
Tanah Deli, Musyawarah Sejarah dan Harapan Masa Depan

Tanah Deli, Musyawarah Sejarah dan Harapan Masa Depan

19 Maret 2026
129
UMJ Nyatakan Dukungan Penuh untuk Muktamar 49 Muhammadiyah di Sumut

UMJ Nyatakan Dukungan Penuh untuk Muktamar 49 Muhammadiyah di Sumut

24 Februari 2026
160
PWM Jateng Serahkan Bantuan Rp1 Miliar untuk Muktamar ke-49 Muhammadiyah di Sumut

PWM Jateng Serahkan Bantuan Rp1 Miliar untuk Muktamar ke-49 Muhammadiyah di Sumut

4 Februari 2026
149

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kisah Dokter Ali Mohamed Zaki, Dipecat Usai Temukan Virus Corona

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In