TAJDID.ID~Medan || Ketua Umum Pimpinan Pusat Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM), Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si. menegaskan bahwa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) memiliki kewajiban moral dan organisatoris untuk terus menghidupkan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.
“Saya sering katakan, apa pun latar organisasi kemahasiswaannya saat menjadi mahasiswa, ketika sudah menjadi pejabat struktural di PTMA, wajib menghidup-hidupi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Faktanya, sering kali IMM justru dipersulit, padahal posisinya adalah organisasi otonom Muhammadiyah,” tegasnya saat memberikan arahan pada acara Silaturahim dan Halal Bihala Pimpinan Wilayah FOKAL IMM Sumatera Utara di Auditorium Kampus Utama Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Jalan Kapten Mukhtar Basri, Medan, Sabtu (18/4/2026).
Menurut Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) tersebut, IMM memiliki posisi yang sangat strategis dalam kesinambungan kaderisasi Muhammadiyah.
“Muhammadiyah adalah organisasi kader. Untuk kesinambungan organisasi, dibutuhkan kader yang banyak, baik secara kuantitas maupun kualitas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, di lingkungan PTMA terdapat tiga organisasi otonom yang sangat potensial untuk berkembang, yakni IMM, Tapak Suci, dan Hizbul Wathan. Namun, dalam konteks produksi kader persyarikatan, IMM dinilai memiliki peran yang paling strategis.
“Kalau anak IMM itu paling tidak mengikuti Darul Arqam Dasar (DAD), maka setelah selesai kuliah setidaknya 75 persen alumni DAD akan menjadi pengurus Muhammadiyah,” ungkapnya.
Selain itu, Prof. Ma’mun juga menekankan pentingnya rasa memiliki terhadap organisasi serta konsistensi dalam menjaga ruh perjuangan IMM.
Ia mengingatkan agar trilogi IMM tetap menjadi pijakan utama gerakan organisasi, yakni keagamaan, kemahasiswaan, dan kemasyarakatan.
“Spirit trilogi IMM harus tetap menjadi pijakan, tinggal bagaimana pembagian kerjanya. Saya melihat segmen kemasyarakatan sangat relevan untuk terus diperkuat oleh FOKAL IMM” katanya.
Di akhir sambutannya, ia turut mengapresiasi keberhasilan diaspora kader IMM Sumatera Utara, khususnya dalam bidang politik dan ruang-ruang pengabdian publik yang dinilai semakin menunjukkan eksistensi kader di berbagai sektor strategis. (*)








