• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Sabtu, Maret 28, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Debut Manis Herdman, Tapi Pembuktian Sesungguhnya Lawan Bulgaria

M. Risfan Sihaloho by M. Risfan Sihaloho
2026/03/28
in Nasional, Olah Raga
0
Debut Manis Herdman, Tapi Pembuktian Sesungguhnya Lawan Bulgaria
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

TAJDID.ID~MedanĀ šŸ”³ Senyum tipis tergaris di bibir John Herdman. Debutnya sebagai juru taktik anyar Timnas Indonesia memang terasa semanis permen karet. Garuda berhasil terbang tinggi dengan skor meyakinkan 4-0 atas Saint Kitts and Nevis dalam ajang FIFA Series 2026 di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (27/3) malam.

Tapi mari kita jujur. Sepak bola bukanlah ajang basa-basi. Di tengah euforia kemenangan yang menyelimuti tribun SUGBK, sebuah pertanyaan besar menggantung di angkasa Jakarta: Apakah ini awal dari sebuah kejayaan, atau sekadar “gimmick” pembuka di hadapan lawan yang jauh dari kata menantang?

Jangan salah. Kemenangan 4-0 tetaplah kemenangan. Herdman telah menunjukkan sentuhan instan yang dinanti. Pola permainan terlihat lebih berani, transisi lebih cepat, benteng pertahanan kian kokoh, dan lini depan yang makin tajam.

Namun, publik sepak bola Tanah Air sudah terlalu sering dimabuk asmara oleh hasil manis di laga awal dan uji coba melawan tim-tim “koki”, lalu patah hati saat bertemu lawan sepadan.

Kini, ujian sesungguhnya melawan Bulgaria.

 

Baru Pemanasan

Boleh dikatakan, mungkin Saint Kitts and Nevis adalah lawan yang tepat untuk pemanasan. Peringkat mereka jauh di bawah Indonesia, dan mental bertahan mereka hancur berkeping-keping sejak menit awal. Tapi Bulgaria? Itu cerita lain.

Bukan rahasia lagi jika skuad asuhan Aleksandar Dimitrov datang ke Jakarta dengan napas panas membara. Dalam laga sebelumnya, mereka membantai Salomon Island dengan skor yang bahkan membuat laga video game terlihat realistis: 10-1!

Sepuluh gol. Tanpa ampun. Itu bukan sekadar kemenangan; itu adalah pernyataan kekuasaan. Bulgaria datang dengan misi membangun kepercayaan diri, dan mereka membangunnya di atas reruntuhan pertahanan lawan. Lini depan mereka tajam bak pisau cukur, dan transisi serangan mereka mematikan.

Maka, laga nanti bukan lagi sekadar uji coba. Ini adalah momentum pembuktian bagi skuad Garuda yang sedang dalam masa perkenalan dengan filosofi Herdman. Apakah skema high-pressing tinggi yang mulai terlihat rapi saat melawan Saint Kitts akan tahan terhadap tekanan fisik dan kecepatan pemain Eropa Timur?

Dari sisi taktik, Herdman jelas ingin menerapkan sepak bola modern yang mengandalkan intensitas. Melawan Saint Kitts, para pemain terlihat leluasa mengembangkan permainan karena minimnya tekanan.

Namun, Bulgaria adalah kelas yang berbeda. Berdasarkan data FIFA Series sebelumnya, Bulgaria bermain dengan garis pertahanan yang tinggi namun disiplin. Mereka tidak memberi ruang bagi lawan untuk bernapas di lini tengah.

Setidaknya, ada dua titik krusial yang akan menentukan nasib Garuda.

Pertama, duel di lapangan tengah. Melawan Saint Kitts, Jordi Amat dan Verdonk tampak begitu dominan dan leluasa mengatur irama. Tapi melawan Bulgaria, mereka akan berhadapan dengan gelandang-gelandang keras nan agresif. Jika lini tengah Garuda “dibungkam”, maka suplai bola ke sayap dan ujung tombak akan terputus. Inilah ujian sesungguhnya bagi gelandang-gelandang Garuda.

Kedua, antisipasi serangan balik. Bulgaria mencetak 10 gol ke gawang Salomon Island, dan sebagian besar lahir dari serangan balik cepat setelah kehilangan bola lawan. Jika bek sayap Garuda yang diplot Herdman untuk naik terlalu tinggi gagal kembali ke posisi, celah itu akan menjadi jalan tol menuju jantung pertahanan. Jay Idzes dan rekan-rekan di lini belakang harus tampil seperti sedang menjaga pusaka; sekali lengah, gol akan bersarang.

Kita sering melihat pola lama: Timnas tampil perkasa di SUGBK, disanjung ribuan suporter, tapi kemudian kehilangan “nyali” saat berhadapan dengan fisik dan taktik rapi.

Herdman datang dengan reputasi sebagai ahli “mentalitas”. Ia berhasil membawa Kanada dari tim underdog menjadi peserta Piala Dunia. Namun, reputasi takkan membantu jika para pemain di lapangan masih sering labil dan terintimidasi oleh reputasi lawan.

Bulgaria saat ini mungkin bukan lagi Bulgaria era Stoichkov, tapi mereka tetap merupakan tim dengan tradisi sepak bola Eropa yang keras. Boleh jadi, mereka tidak akan gentar dengan tekanan puluhan ribu pasang mata di SUGBK. Justru, mereka akan menikmati momen tersebut untuk menguji ketahanan mental tuan rumah.

***

Jika Herdman mampu membawa timnya bermain berani, menguasai bola dengan percaya diri, dan keluar sebagai pemenang—atau setidaknya tampil dengan identitas yang jelas—maka masa depan di bawah pelatih asal Selandia Baru itu terlihat cerah.

Namun, jika Garuda kembali limbung, kehilangan arah, dan hanya mampu bertahan sambil sesekali menyerang, maka itu pertanda bahwa pekerjaan rumah Herdman masih sangat panjang.

Sekali lagi, kemenangan awal 4-0 tentu belum cukup tadi hanyalah permen penutup sebelum menelan ramuan pahit realitas.

 

Harga Mati Pembuktian

Jumat malam di GBK kemarin adalah babak pembuka yang manis. Tapi sepak bola tidak mengenal kata “kasihan”. Laga kontra Bulgaria Senin malam nanti adalah panggung sesungguhnya. Ini adalah kesempatan bagi John Herdman untuk membuktikan bahwa metode revolusionernya cocok dengan kultur sepak bola Indonesia.

Ini juga kesempatan bagi para pemain untuk membuktikan bahwa mereka bukan sekadar “raja di kandang sendiri” melawan tim-tim kelas coro.

Akankah Garuda terbang tinggi menundukkan Singa Putih (julukan Bulgaria)? Atau justru dimangsa habis di habitatnya sendiri?

Kita akan segera tahu. Satu yang pasti, setelah laga nanti, tidak ada lagi alasan. Inilah panggung pembuktian yang sesungguhnya. (*)

Tags: John HerdmanPSSI
Previous Post

SD Muhammadiyah 1 Solo Jadi Sekolah Model Pembelajaran Mendalam dan Kecerdasan Artifisial

Next Post

Di Balik Papan Tulis: Guru Muhammadiyah sebagai Penjaga Nur Peradaban

Related Posts

Ericktoral

Ericktoral

12 Oktober 2025
167
Bekerja sama dengan AFP dan PSSI, LPO PP Muhammadiyah Gelar Pelatihan Pelatih Futsal

Bekerja sama dengan AFP dan PSSI, LPO PP Muhammadiyah Gelar Pelatihan Pelatih Futsal

2 Juli 2025
167

ET Tuding Seruan #KluivertOut Ulah Buzzer, Warganet: Lha Dia Nunjuk Mukanya Sendiri!

10 Januari 2025
155

Pesan STY Usai Dipecat: Semoga Timnas Indonesia Bisa Lolos ke Piala Dunia

6 Januari 2025
177

STY Resmi Dipecat PSSI

6 Januari 2025
161
Tragedi Kanjuruhan, Perlunya Stadion Ramah Anak

Tragedi Kanjuruhan, Perlunya Stadion Ramah Anak

12 Oktober 2022
245
Next Post
Di Balik Papan Tulis: Guru Muhammadiyah sebagai Penjaga Nur Peradaban

Di Balik Papan Tulis: Guru Muhammadiyah sebagai Penjaga Nur Peradaban

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kisah Dokter Ali Mohamed Zaki, Dipecat Usai Temukan Virus Corona

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

Ā© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

Ā© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In