TAJDID.ID~Jakarta || Panitia Penyelenggara Muktamar 49 Muhammadiyah dan Aisyiyah Tahun 2027 melakukan kunjungan silaturahim sekaligus sosialisasi ke Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Selasa (24/2).
Rombongan dipimpin Ketua Panitia Pelaksana Muktamar ke-49 Muhammadiyah, Prof. Dr. Agussani, MAP yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), bersama Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara, Prof. Dr. Hasyimsyah Nasution, MA.
Kehadiran panitia diterima langsung oleh Rektor UMJ, Prof. Dr. Ma’mun Murod, S.Sos., M.Si., didampingi para wakil rektor, pimpinan fakultas, dan lembaga di lingkungan UMJ.
Turut hadir dalam rombongan PWM Sumut antara lain Sekretaris PWM Sumut Irwansyah Putra, MA; Bendahara Prof. Dr. Muhammad Qorib, MA; Wakil Sekretaris Drs. Mutholib, MM; Wakil Rektor II UMSU Prof. Dr. Akrim, MPd; serta Kepala Humas dan Protokoler UMSU Dr. Ribut Priadi, M.Ikom.
Progres Pembangunan Capai 35,5 Persen
Dalam pemaparannya, Prof. Agussani menyampaikan perkembangan persiapan Muktamar ke-49 yang akan digelar di Sumatera Utara pada 2027.
Ia menjelaskan, pembangunan Auditorium Berkemajuan di Kampus Terpadu UMSU, Desa Saentis, Deliserdang, yang dimulai awal Desember 2025, telah mencapai progres 35,5 persen. Sementara pembangunan Walidah Sport Hall telah mencapai 50 persen.
Selain pembangunan infrastruktur utama, panitia juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sosialisasi juga dilakukan ke sejumlah pimpinan wilayah Muhammadiyah di Pulau Jawa dan kawasan Indonesia bagian timur.
“Kami juga baru saja melakukan sosialisasi ke UHAMKA yang menyatakan kesiapannya membantu panitia dalam persiapan muktamar,” ujar Agussani.
Ia berharap UMJ dan seluruh jajarannya turut berpartisipasi dalam menyukseskan Muktamar ke-49 yang disebutnya sebagai tonggak sejarah bagi perjalanan Muhammadiyah 25 tahun ke depan.
Muktamar sebagai Sarana Dakwah
Ketua PWM Sumut, Prof. Hasyimsyah Nasution, menegaskan bahwa muktamar bukan sekadar forum memilih kepemimpinan lima tahunan Muhammadiyah.
Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi yang memungkinkan penyelenggaraan agenda secara lebih sederhana, muktamar tetap memiliki makna strategis sebagai sarana dakwah dan syiar.
“Muktamar Muhammadiyah perlu disemarakkan sebagai sarana dakwah dan syiar agar Muhammadiyah semakin kokoh di tingkat nasional dan internasional,” ungkapnya.
UMJ Siap Kerahkan Dukungan
Sementara itu, Rektor UMJ Prof. Ma’mun Murod menyatakan komitmen penuh untuk mendukung pelaksanaan Muktamar ke-49 di Sumatera Utara.
Ia menyampaikan kesiapan UMJ untuk mengerahkan sivitas akademika agar turut hadir dan menyemarakkan agenda akbar tersebut. Bahkan, pihaknya menyiapkan dua pos anggaran khusus dalam rangka mendukung partisipasi ke muktamar.
Selain itu, UMJ juga akan menggalakkan infak pribadi yang mulai dicanangkan pada April 2026.
“Infak ini untuk mendukung teman-teman UMJ yang akan ke Medan menyemarakkan muktamar,” ujarnya.
Momentum Bersejarah bagi Sumatera Utara
Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan Aisyiyah akan digelar di Sumatera Utara pada 2027. Agenda lima tahunan ini diperkirakan dihadiri ratusan ribu peserta dan penggembira dari seluruh Indonesia maupun luar negeri.
Pusat kegiatan akan dipusatkan di Kampus Terpadu UMSU, Desa Saentis, Deliserdang, di atas lahan seluas sekitar 25 hektare. Di lokasi tersebut tengah dibangun auditorium berkapasitas 7.000 orang serta sport hall berkapasitas 2.500 orang.
Muktamar ini menjadi momen bersejarah bagi Sumatera Utara sebagai tuan rumah sekaligus ajang konsolidasi dan penguatan gerakan Muhammadiyah di tingkat nasional dan global. (*).







