• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Sabtu, Maret 14, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Apa Akar Masalah Tawuran Berulang Seolah Punya Penjadwalan di Belawan?

Shohibul Anshor Siregar by Shohibul Anshor Siregar
2025/05/06
in Daerah, Opini, Ulasan
0
Apa Akar Masalah Tawuran Berulang Seolah Punya Penjadwalan di Belawan?
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Oleh: Shohibul Anshor Siregar

Ini memerlukan tinjauan historis, politis, sosiologis, sosioekonomi, dan kesenjangan wilayah Medan Utara-Selatan.

Sekiranya besok dan lusa atau bulan depan terjadi lagi, dan kepala kepolisian dipecat, itu akan terulang lagi selama akar masalah tidak difahami. Itu sangat pasti.

Tawuran yang berulang di kawasan Belawan, Medan Utara, memperlihatkan pola sistematis yang mengakar pada dinamika historis, politik, sosial, dan ekonomi.

Membahas masalah ini sangat tak mungkin tak menambahkan dimensi analisis spasial terkait kesenjangan antara Medan Utara dan Medan Selatan serta pengaruh pendirian institusi kepolisian dan kejaksaan yang terpisah dari pusat Kota Medan.

Pertama, Fenomena kekerasan kolektif yang terjadi berulang di Belawan, khususnya dalam bentuk tawuran antar-kelompok pemuda, tidak dapat dilepaskan dari konteks kemiskinan, disorganisasi sosial, dan marginalisasi kawasan.

Tawuran ini tampak “terjadwal”, seolah menjadi rutinitas dalam siklus konflik di Medan Utara. Untuk memahami akar masalah secara komprehensif, perlu dibedah dalam kerangka multidisipliner.

Kedua, secara hiatoris Belawan adalah kawasan pelabuhan kolonial yang sejak awal didefinisikan sebagai wilayah kerja dan bukan wilayah tinggal yang layak.

Warisan kolonialisme menciptakan ketimpangan infrastruktur, segregasi pemukiman, dan ketimpangan pelayanan publik yang masih terasa hingga kini.

Ketiga, Analisis Politik dan Kelembagaan. Pemekaran kelembagaan penegakan hukum dengan mendirikan kantor Kepolisian dan Kejaksaan Negeri khusus Belawan (terpisah dari Medan Kota) mengindikasikan pengakuan negara atas intensitas konflik di wilayah ini.

Namun, secara bersamaan, hal ini menunjukkan pendekatan yang lebih bersifat represif dibanding preventif.

Minimnya kebijakan afirmatif dan pembangunan sumber daya manusia membuat intervensi penegakan hukum berdampak jangka pendek.

Keempat, Kesenjangan Medan Utara dan Medan Selatan. Medan Selatan yang mencakup pusat pemerintahan dan ekonomi, menikmati akses infrastruktur, pendidikan, dan layanan publik yang jauh lebih baik dibanding Medan Utara.

Medan Utara, termasuk Belawan, mengalami dekonsentrasi perhatian pembangunan, ditandai dengan jalan rusak, sistem sanitasi buruk, kawasan kumuh, serta keterbatasan fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Ketimpangan ini menumbuhkan rasa frustrasi kolektif yang menjadi energi potensial bagi kekerasan sosial. Periksa, Kecamatan Labuhan Deli itu setahu saya belum memilili SMA Negeri.

Kelima, Tinjauan Sosiologis dan Sosioekonomi. Solidaritas dalam kelompok pemuda di kawasan marjinal seringkali terbentuk dalam bentuk eksklusivitas dan sikap defensif terhadap kelompok lain.

Dalam kondisi kemiskinan dan pengangguran yang tinggi, tawuran menjadi medium ekspresi sosial sekaligus “ruang eksistensi” bagi mereka yang terpinggirkan dari sistem formal ekonomi dan sosial.

Kesimpulan

Pertama. Tawuran di Belawan bukan sekadar tindakan kriminal, melainkan gejala dari krisis struktural dan spasial yang lebih luas. Ketimpangan antara Medan Utara dan Selatan, serta orientasi penanganan masalah yang lebih menitikberatkan pada aspek hukum daripada pembangunan sosial, memperparah persoalan ini.

Kedua. Masalah ini menjadi tugas utama pemerintahan Kota yang sejak dahulu abai. Kepolisian hanya ketiban limpahan masalah, karena mereka tidak berurusan dengan strategi perwujudan pembangunan berkeadilan sosial, meski bertanggung jawab dalam bidang Kamtibmas.

Ketiga. Rekomendasi yang sangat layak diajukan antara lain:

  1. Pemerataan pembangunan antara Medan Utara dan Selatan melalui urban renewal, infrastruktur dasar, dan akses ekonomi. Seruan kepada Walikota sangat penting diperkeras setiap saat.
  2. Pendekatan multisektor yang melibatkan pendidikan, budaya, dan pelatihan kerja bagi pemuda lokal. Keterlibatan pemerintahan pada level di atas, termasuk kementerian sangat mutlak.
  3. Evaluasi ulang orientasi institusi penegakan hukum untuk lebih menyentuh aspek preventif dan keadilan restoratif.
  4. Penataan ulang tata ruang yang mengintegrasikan kawasan Belawan ke dalam rencana pembangunan kota secara utuh.

Ingat, memecat pemimpin penegak hukum di Belawan memang seolah benar, tetapi itu sebuah kesalahan besar. (*)

 

Penulis adalah Sosiolog, Dosen FISIP UMSU

Tags: Belawanshohibul anshor siregarTawuran di Belawan
Previous Post

Konjen Kehormatan Republik Turkiye Dukung Internasionalisasi UMSU dan Muktamar 49

Next Post

PRM Citeureup Terapkan Teknologi Pengelolaan Sampah Rumahtangga Karya Inovasi UM Bandung

Related Posts

Kegagalan Sistemik dan Devaluasi Gotong Royong Hambat Pembangunan Nasional

Kegagalan Sistemik dan Devaluasi Gotong Royong Hambat Pembangunan Nasional

13 Maret 2026
117
Sejarah 1400 Tahun Upaya Rekonsiliasi Sunni-Syiah yang Terlupakan

Sejarah 1400 Tahun Upaya Rekonsiliasi Sunni-Syiah yang Terlupakan

7 Maret 2026
117
Babi, Agama, dan Politik Identitas di Era Global

Babi, Agama, dan Politik Identitas di Era Global

4 Maret 2026
138
Menjaga Oksigen Demokrasi: Membongkar Krisis Struktural Keselamatan Jurnalis di Indonesia

Menjaga Oksigen Demokrasi: Membongkar Krisis Struktural Keselamatan Jurnalis di Indonesia

22 Februari 2026
150
Paradoks Kepercayaan Publik: Saat Polri Dipuji, Namun Reformasi Mendesak

Paradoks Kepercayaan Publik: Saat Polri Dipuji, Namun Reformasi Mendesak

13 Januari 2026
167
Shohibul: Protes Kampus terhadap Rezim Jokowi Penting, Tapi Sudah Sangat Terlambat

Oase Musyawarah: Menjemput Kembali Marwah Sila Keempat Pancasila dalam Arsitektur Kekuasaan

7 Januari 2026
141
Next Post
PRM Citeureup Terapkan Teknologi Pengelolaan Sampah Rumahtangga Karya Inovasi UM Bandung

PRM Citeureup Terapkan Teknologi Pengelolaan Sampah Rumahtangga Karya Inovasi UM Bandung

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kisah Dokter Ali Mohamed Zaki, Dipecat Usai Temukan Virus Corona

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In