No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Paradigma Baru Wisata Berkelanjutan: Membaca Ulang Makna Pariwisata Halal

Resensi Buku "Pariwisata Halal: Fikih, Regulasi, dan Tantangan Kontemporer"

19 Juni 2026
in Nasional, Resensi
Reading Time: 3 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter
  • Judul: Pariwisata Halal: Fikih, Regulasi, dan Tantangan Kontemporer
  • Penulis: Farid Wajdi, Diana Susanti, dan Ummi Salamah S. Lubis
  • Penerbit: K-Media Yogyakarta
  • ISBN: 978-634-7734-26-6

Perkembangan ekonomi global, kemajuan teknologi digital, dan meningkatnya mobilitas manusia telah mengubah wajah industri pariwisata secara mendasar. Aktivitas wisata tidak lagi dipahami sekadar sebagai perjalanan rekreatif untuk mengisi waktu luang, melainkan telah berkembang menjadi ruang perjumpaan berbagai nilai, kepentingan ekonomi, identitas budaya, dan orientasi pembangunan.

Dalam konteks tersebut, konsep pariwisata halal semakin memperoleh perhatian sebagai salah satu model pengembangan wisata yang berupaya mengintegrasikan aspek spiritual, etika, dan keberlanjutan.

Gagasan tersebut dibahas secara komprehensif dalam buku Pariwisata Halal: Fikih, Regulasi, dan Tantangan Kontemporer karya Farid Wajdi, Diana Susanti, dan Ummi Salamah S. Lubis. Buku yang diterbitkan oleh Penerbit K-Media Yogyakarta dengan ISBN 978-634-7734-26-6 ini hadir sebagai respons akademik terhadap perubahan preferensi wisatawan Muslim global yang menginginkan pengalaman perjalanan selaras dengan prinsip-prinsip syariah tanpa mengurangi kualitas pelayanan, kenyamanan, maupun profesionalisme industri wisata modern.
Kekuatan utama buku ini terletak pada keberhasilannya menawarkan pembacaan yang lebih luas terhadap konsep pariwisata halal.

BACA JUGA

Ortom dan Aktivis Muhammadiyah Berlatih “Project Cycle Management”

UMSU Raih Juara 2 Anugrah Humas Dikti Ristek 2021

Berkolaborasi dengan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, Green Faith Indonesia Gelar “Training for Youth and Women of Faith”

FGD Kawal Suara Rakyat, Kupas tentang Survey Gibran Cawapres Paling Intelektual

Makna Imanensi Kemerdekaan

Bangsa Pahlawan

Selama ini, istilah tersebut sering direduksi menjadi persoalan sertifikasi makanan, penyediaan tempat ibadah, atau fasilitas pendukung bagi wisatawan Muslim. Para penulis menunjukkan keterbatasan cara pandang semacam itu. Pariwisata halal diposisikan sebagai sebuah ekosistem yang menghubungkan dimensi spiritual, keadilan ekonomi, tanggung jawab sosial, serta pelestarian lingkungan dalam satu kerangka pembangunan yang saling berkaitan.

Pembahasan tersebut berangkat dari konsep safar dalam tradisi Islam. Perjalanan dipahami bukan hanya sebagai perpindahan fisik dari satu tempat ke tempat lain, melainkan sebagai proses pembelajaran, pengayaan pengalaman, dan perluasan wawasan kemanusiaan.

Melalui perspektif ini, aktivitas wisata memperoleh makna yang lebih mendalam karena mengandung unsur refleksi, penghormatan terhadap keragaman budaya, serta pencarian nilai-nilai kebijaksanaan dari setiap pengalaman perjalanan.

Peluang Besar Indonesia

Buku ini juga menyampaikan autokritik terhadap kecenderungan sebagian pihak yang menjadikan pariwisata halal sebagai komoditas ekonomi semata. Orientasi pasar yang terlalu dominan berpotensi menghilangkan substansi etik yang menjadi ruh dari konsep halal itu sendiri.

Untuk menjawab persoalan tersebut, para penulis menawarkan pendekatan berbasis maqāṣid al-syarī‘ah sebagai fondasi pengembangan industri pariwisata halal. Melalui pendekatan ini, prinsip halal tidak berhenti sebagai label administratif atau instrumen pemasaran, melainkan berkembang menjadi etos yang membimbing seluruh proses penyelenggaraan wisata.

Tujuan akhirnya bukan sekadar meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga menghadirkan kemaslahatan yang mencakup perlindungan nilai kemanusiaan, keberlanjutan lingkungan, serta distribusi manfaat ekonomi yang lebih merata.
Dimensi regulasi dan tata kelola memperoleh perhatian yang cukup besar dalam buku ini.

Para penulis menegaskan keberhasilan pengembangan pariwisata halal tidak hanya ditentukan oleh keberadaan regulasi formal. Faktor yang lebih menentukan justru mencakup kejelasan standar, koordinasi antarlembaga, efektivitas pengawasan, serta konsistensi implementasi kebijakan. Dalam konteks Indonesia, keberagaman regulasi sektoral dan perbedaan pendekatan antarlevel pemerintahan masih menjadi tantangan yang memerlukan harmonisasi kebijakan yang lebih terintegrasi dan adaptif.

Melalui kajian komparatif terhadap berbagai negara, baik yang berpenduduk mayoritas Muslim maupun non-Muslim, buku ini memperlihatkan peluang besar Indonesia untuk tampil sebagai rujukan global dalam pengembangan pariwisata halal. Kekayaan budaya, keragaman tradisi, dan potensi sumber daya alam merupakan modal strategis yang dapat mendorong Indonesia melampaui posisi sebagai pasar wisata dan bertransformasi menjadi pusat pengembangan pariwisata yang etis, inklusif, dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, buku ini tidak hanya berfungsi sebagai referensi akademik, tetapi juga sebagai peta jalan pemikiran bagi pembuat kebijakan, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat luas. Dengan argumentasi yang kuat serta narasi yang mudah dipahami, para penulis mengajak pembaca melihat pariwisata halal sebagai paradigma pembangunan masa depan yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan tanggung jawab moral, sosial, dan ekologis.

Di tengah dinamika Society 5.0, karya ini menjadi pengingat penting kemajuan industri wisata akan menemukan maknanya ketika bertumpu pada nilai kemanusiaan, keberlanjutan, dan kemaslahatan bersama. (*)

 

Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Kampus Berdampak, Prodi Biokewirausahaan UMJT Gelorakan Literasi Numerasi di SMAN Mejayan Madiun
Muhammadiyah

Kampus Berdampak, Prodi Biokewirausahaan UMJT Gelorakan Literasi Numerasi di SMAN Mejayan Madiun

by Mujaddid
12 September 2026
4
UMSU Melejit
Muhammadiyah

UMSU Melejit

by Mujaddid
12 September 2026
31
Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital
Nasional

Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital

by Mujaddid
12 September 2026
5
Tuan Rumah Konferensi Next-D 2026, UMSU Kumpulkan 200 Pakar Digital Lintas Negara
Internasional

Tuan Rumah Konferensi Next-D 2026, UMSU Kumpulkan 200 Pakar Digital Lintas Negara

by Mujaddid
12 September 2026
9
Hari Radio Nasional, Fajar Junaedi: Industri Radio Perlu Adaptasi Multiplatform
Muhammadiyah

Hari Radio Nasional, Fajar Junaedi: Industri Radio Perlu Adaptasi Multiplatform

by Mujaddid
12 September 2026
1
UMSU Kembali Peroleh 3 Sertifikat Paten 
Daerah

UMSU Kembali Peroleh 3 Sertifikat Paten 

by Mujaddid
12 September 2026
8
PT KIM Siap Dukung Sukses Muktamar 49 Muhammadiyah 2027
Daerah

PT KIM Siap Dukung Sukses Muktamar 49 Muhammadiyah 2027

by Mujaddid
12 September 2026
15
Soroti Krisis Etik dan Degradasi Independensi Komisi Yudisial, Fordek FH PTMA Se-Indonesia Tuntut Reformasi Total
Muhammadiyah

Soroti Krisis Etik dan Degradasi Independensi Komisi Yudisial, Fordek FH PTMA Se-Indonesia Tuntut Reformasi Total

by Mujaddid
12 September 2026
4
Rimbawati, Dosen UMSU yang Mengubah Rongsokan dan Limbah Menjadi Energi untuk Desa
Daerah

Rimbawati, Dosen UMSU yang Mengubah Rongsokan dan Limbah Menjadi Energi untuk Desa

by Mujaddid
10 September 2026
5
Membangun Ekosistem Dakwah dan Gerakan Terpadu Wujudkan Kesejahteraan Nasional
Muhammadiyah

Membangun Ekosistem Dakwah dan Gerakan Terpadu Wujudkan Kesejahteraan Nasional

by Mujaddid
10 September 2026
25

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Kampus Berdampak, Prodi Biokewirausahaan UMJT Gelorakan Literasi Numerasi di SMAN Mejayan Madiun
  • UMSU Melejit
  • Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital
  • Tuan Rumah Konferensi Next-D 2026, UMSU Kumpulkan 200 Pakar Digital Lintas Negara
  • Hari Radio Nasional, Fajar Junaedi: Industri Radio Perlu Adaptasi Multiplatform
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

UMSU Melejit
Muhammadiyah

UMSU Melejit

Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital
Nasional

Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital

Membangun Ekosistem Dakwah dan Gerakan Terpadu Wujudkan Kesejahteraan Nasional
Muhammadiyah

Membangun Ekosistem Dakwah dan Gerakan Terpadu Wujudkan Kesejahteraan Nasional

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA
Kemuhammadiyahan

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA

Gerakan Organisasi Pemuda: Cetak Pemimpin Publik Tangguh
Internasional

Gerakan Organisasi Pemuda: Cetak Pemimpin Publik Tangguh

85 Mahasiswa Prodi IAP FISIP UMSU PPL di Kabupaten Samosir
Daerah

Sinergisme PPL: Penguatan Kebijakan Pembangunan Daerah

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.