• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Senin, Juni 8, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Ketika Air Mata menjadi Mata Air: Amal Usaha untuk Menopang Gerakan

Jufri by Jufri
2026/06/08
in AUM, Daerah, Jufri Daily, Kemuhammadiyahan, Muhammadiyah, Ortom
0
Ketika Air Mata menjadi Mata Air: Amal Usaha untuk Menopang Gerakan
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Oleh: Jufri

Ketua PD Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi

 

Salah satu kekuatan terbesar Muhammadiyah yang membuatnya mampu bertahan dan berkembang lebih dari satu abad adalah keberhasilannya membangun Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) sebagai penopang gerakan. Amal usaha tidak pernah dimaksudkan sekadar menjadi bangunan, lembaga, atau aset yang berdiri sendiri. Sejak awal, amal usaha dibangun untuk menopang dakwah, memperkuat gerakan Muhammadiyah, membantu kader dalam menjalankan pengabdiannya, serta memastikan roda organisasi terus bergerak memberikan manfaat bagi umat dan bangsa.

Namun, perjalanan membangun amal usaha tidak pernah mudah.

Banyak orang melihat sekolah yang ramai, rumah sakit yang berkembang, perguruan tinggi yang maju, atau berbagai lembaga sosial yang hari ini menjadi kebanggaan persyarikatan. Tetapi tidak semua orang melihat perjuangan panjang yang melatarbelakanginya. Tidak semua mengetahui berapa banyak pengorbanan yang pernah diberikan oleh para pendahulu. Ada waktu, tenaga, pikiran, harta, bahkan air mata yang dicurahkan agar amal usaha itu dapat berdiri dan bertahan.

Karena itu saya sering mengibaratkan perjalanan amal usaha dalam dua fase: fase “air mata” dan fase “mata air”.

Ketika amal usaha masih kecil, masih merintis, masih mencari dukungan dan kepercayaan masyarakat, itulah fase air mata. Pada fase ini tidak banyak orang yang datang. Tidak banyak yang bersedia memikul beban. Yang bertahan biasanya adalah mereka yang memiliki keyakinan terhadap cita-cita perjuangan. Mereka bekerja karena panggilan dakwah, bukan karena fasilitas atau keuntungan yang diperoleh.

Pada fase ini, yang dibutuhkan adalah keberanian untuk memulai, kesabaran untuk bertahan, dan keikhlasan untuk berkorban.

Namun ketika amal usaha tumbuh dan berkembang, manfaatnya mulai dirasakan banyak orang. Ia menjadi mata air yang mengalirkan kebermanfaatan. Amal usaha menjadi tempat kader mengabdi, menjadi sarana pelayanan masyarakat, menjadi sumber penguatan organisasi, dan menjadi penopang gerakan Muhammadiyah dalam menjalankan misi dakwah dan tajdid-nya.

Perlu dipahami bahwa sebagian besar pengurus Muhammadiyah tidak digaji untuk menjalankan tugas-tugas organisasi. Mereka mengabdikan waktu, tenaga, pikiran, bahkan tidak jarang sumber daya pribadinya untuk menggerakkan persyarikatan. Karena itu, keberadaan AUM menjadi sangat penting. Dengan adanya amal usaha yang sehat dan berkembang, gerakan Muhammadiyah memiliki daya dukung yang lebih kuat untuk menjalankan program-program dakwah, pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Pengurus mungkin tidak digaji, tetapi dengan adanya amal usaha, gerakan Muhammadiyah dapat bergerak lebih luas dan memberi manfaat yang lebih besar.

Karena itu AUM merupakan komponen yang sangat penting dalam gerakan Muhammadiyah. Memang, semakin besar amal usaha, semakin besar pula dinamika dan persoalan yang menyertainya. Semakin banyak aset yang dikelola, semakin banyak pula tantangan tata kelola, sumber daya manusia, perbedaan pandangan, dan berbagai persoalan lainnya. Namun sejarah membuktikan bahwa Muhammadiyah tidak pernah mundur hanya karena adanya persoalan. Justru melalui dinamika itulah organisasi belajar, bertumbuh, dan melakukan perbaikan.

Yang sering terlupakan adalah bahwa AUM bukan hanya penopang gerakan dari sisi materi. Jauh lebih penting dari itu, AUM merupakan tempat lahirnya kader-kader Muhammadiyah. Sekolah, kampus, rumah sakit, panti asuhan, masjid, dan berbagai amal usaha lainnya sesungguhnya adalah ruang kaderisasi yang sangat besar. Dari sanalah lahir guru, dosen, tenaga kesehatan, aktivis, pemimpin organisasi, dan berbagai kader yang kelak akan melanjutkan perjuangan Muhammadiyah.

Jika organisasi adalah tubuh, maka kader adalah darah yang menghidupkannya. Dan dalam banyak hal, AUM adalah tempat di mana darah perjuangan itu terus diproduksi dan dialirkan ke seluruh bagian gerakan.

Tidak jarang amal usaha yang pada awalnya dibangun sebagai penopang dakwah kemudian menjadi rebutan. Ada yang merasa paling berjasa. Ada yang merasa paling berhak. Ada yang lebih sibuk mempertahankan posisi daripada memperbesar manfaat. Padahal amal usaha bukanlah tujuan perjuangan, melainkan alat perjuangan.

Para pendahulu telah memberikan teladan yang sangat berharga. Ahmad Dahlan menunjukkan bagaimana amal usaha dibangun dengan semangat pengorbanan yang luar biasa. Beliau tidak membangun lembaga untuk kepentingan pribadi atau kelompok, tetapi untuk kepentingan umat dan keberlangsungan dakwah.

Generasi setelah beliau kemudian memberikan contoh bagaimana merawat amal usaha. Mereka memahami bahwa keberhasilan amal usaha tidak hanya diukur dari pertumbuhan aset, tetapi juga dari kemampuannya menjaga ruh perjuangan. Sebab amal usaha yang besar tetapi kehilangan orientasi dakwah pada akhirnya hanya akan menjadi institusi biasa.

Pada akhirnya, tantangan terbesar bukanlah bagaimana membangun amal usaha yang besar, melainkan bagaimana menjaga agar amal usaha tetap menjadi amanah bersama. Tetap menjadi penopang gerakan, bukan beban gerakan. Tetap menjadi alat dakwah, bukan objek perebutan. Tetap menjadi tempat kaderisasi, bukan sekadar tempat administrasi. Tetap menjadi mata air yang mengalirkan manfaat, tanpa melupakan air mata para pendahulu yang telah menghadirkannya.

Sebab selama AUM tetap dipahami sebagai amanah perjuangan, Muhammadiyah akan terus memiliki kekuatan untuk bergerak, melayani, mencerahkan, dan membangun peradaban. Jangan sampai kita menikmati mata airnya, tetapi melupakan air mata yang dahulu mengalirkannya. (*)

Cerdas Bangsa, Semesta Bercahaya.

Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

 

 

Tags: Amal Usaha MuhammadiyahAUMTulisan Jufri
Previous Post

NCBI Desak Presiden Prabowo Cabut Tanda Kehormatan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana

Next Post

Baitul Arqom 71 Guru/Pegawai Muhammadiyah Serbelawan Akan Digelar 14-16 Juni 2026

Related Posts

Baitul Arqom 71 Guru/Pegawai Muhammadiyah Serbelawan Akan Digelar 14-16 Juni 2026

Baitul Arqom 71 Guru/Pegawai Muhammadiyah Serbelawan Akan Digelar 14-16 Juni 2026

8 Juni 2026
141
Akar Panjang, Langkah Tenang: Catatan Seorang Kader

Politik itu Terlalu Penting untuk Hanya Diserahkan kepada Politisi

8 Juni 2026
121
Ketika Harga-harga Naik, Suara Rakyat Terdengar Lebih Jujur

Ketika Harga-harga Naik, Suara Rakyat Terdengar Lebih Jujur

7 Juni 2026
124
Makna Menghidup-Hidupi Muhammadiyah: Profesionalisme, Keluarga, dan Keberlanjutan Gerakan

Makna Menghidup-Hidupi Muhammadiyah: Profesionalisme, Keluarga, dan Keberlanjutan Gerakan

4 Juni 2026
137
Sepak Bola, Nasionalisme, dan Mimpi Besar Bernama Indonesia

Sepak Bola, Nasionalisme, dan Mimpi Besar Bernama Indonesia

3 Juni 2026
136
Lebaran yang Ramai, Ramadhan yang Sunyi

Lebaran yang Ramai, Ramadhan yang Sunyi

23 Maret 2026
140
Next Post
Baitul Arqom 71 Guru/Pegawai Muhammadiyah Serbelawan Akan Digelar 14-16 Juni 2026

Baitul Arqom 71 Guru/Pegawai Muhammadiyah Serbelawan Akan Digelar 14-16 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In