TAJDID.ID~Jakarta 🔳 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UHAMKA bekerja sama dengan Inspira Academy mengadakan pelatihan Operator 3D Printer. Acara ini mendukung kompetensi teknologi dan inovasi pembelajaran di era digital.
Pelatihan dilaksanakan pada Jumat, 22 Mei 2026. Dosen dan mahasiswa dari empat program studi ikut serta, yaitu Program Studi Pendidikan Matematika, Program Studi Pendidikan Fisika, Program Studi Pendidikan Biologi, dan Program Studi Pendidikan Geografi.
Pelatihan bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam mengoperasikan, merawat, dan memanfaatkan teknologi 3D Printing. Pelatihan diharapkan menghasilkan media pembelajaran yang inovatif dan kreatif.
Dr. Meyta Dwi Kurniasih, M.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Matematika, menyatakan kegiatan ini menjadi langkah penting untuk menyiapkan lulusan yang dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi pendidikan. Dr. Meyta Dwi Kurniasih, M.Pd., menekankan mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi guru. Mahasiswa juga harus menjadi peneliti, inovator, dan edupreneur. Mahasiswa harus dapat menciptakan media pembelajaran kreatif berbasis teknologi. Felicianda Burhendi, M.Si., Ketua Program Studi Pendidikan Fisika, menilai teknologi 3D Printing dapat membantu mahasiswa memahami konsep konsep abstrak. Visualisasi dengan 3D Printing menjadi lebih konkret dan interaktif. Ketua Program Studi Pendidikan Biologi Dr. Rizkia Suciarti, M.Pd. menegaskan bahwa teknologi digital kini menjadi kebutuhan utama dalam belajar. Ia menekankan pentingnya media belajar yang menarik dan mudah dipakai. Nah, sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Geografi Bapak Mushodiq, M.Pd. menjelaskan bahwa teknologi 3D Printing sangat berguna untuk pembelajaran visual dan spasial. Ia memberi contoh pembuatan model topografi dan representasi permukaan bumi.
Pelatihan memberi peserta banyak materi. Peserta belajar pengenalan teknologi 3D Printer. Peserta belajar teknik pengoperasian dan teknik troubleshooting. Peserta belajar desain objek 3D. Peserta melakukan praktik langsung pembuatan media pembelajaran berbasis 3D Printing. Pelatihan berjalan interaktif dan penuh antusiasme. Peserta tidak hanya dapat wawasan teoritis. Peserta juga dapat pengalaman praktik langsung mencetak produk dengan printer 3D.
FKIP UHAMKA menyelenggarakan kegiatan ini untuk memperkuat budaya inovasi, kreativitas, dan penguasaan teknologi di kampus. FKIP UHAMKA menjalin kerja sama dengan Inspira Academy. Kerja sama ini membuka peluang kolaborasi berkelanjutan dalam pengembangan pembelajaran berbasis STEM dan teknologi digital. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen FKIP UHAMKA dalam menyediakan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Kegiatan ini mendukung mahasiswa agar memiliki kompetensi unggul dan berdaya saing global.(*)
✍️ Najmah



