• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Rabu, Juni 3, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Dosen PIAUD UM Bandung: Pendidikan Inklusi Tidak Cukup Andalkan Sekolah, Perlu Dukungan Orang Tua

M. Risfan Sihaloho by M. Risfan Sihaloho
2026/06/03
in Daerah, Muhammadiyah, PTM/A
0
Dosen PIAUD UM Bandung: Pendidikan Inklusi Tidak Cukup Andalkan Sekolah, Perlu Dukungan Orang Tua
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

TAJDID.ID~Bandung 🔳 Penerimaan orang tua terhadap anak berkebutuhan khusus menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan tumbuh kembang anak sekaligus keberhasilan pendidikan inklusi. Hal tersebut disampaikan dosen prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UM Bandung Dr Esty Faatinisa SPSI SPd MPd dalam program GSM Aisyiyah Jabar pada Selasa (02/06/2026) yang membahas penerimaan orang tua terhadap anak berkebutuhan khusus.

Menurut Esty, pendidikan inklusi tidak dapat hanya mengandalkan kesiapan sekolah. Peran keluarga, terutama sikap dan keterlibatan orang tua, menjadi fondasi utama dalam mendukung perkembangan anak.

“Penerimaan orang tua merupakan langkah awal yang sangat menentukan. Ketika orang tua mampu menerima kondisi anak, maka proses pendampingan, pendidikan, dan pengembangan potensi anak akan berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Esty menjelaskan bahwa orang tua anak berkebutuhan khusus, terutama anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD), umumnya menghadapi tekanan psikologis yang lebih besar dibandingkan orang tua lainnya. Tidak sedikit yang harus melalui proses panjang sebelum akhirnya mampu menerima kondisi anak secara utuh.

Ia menuturkan bahwa proses menuju penerimaan sering kali diawali dengan fase penolakan, kebingungan, hingga tawar-menawar. Pada tahap ini, banyak orang tua berusaha mencari berbagai pengobatan dengan harapan anak dapat sembuh sepenuhnya.

“Menuju kata menerima bukanlah perjalanan yang instan. Ini merupakan proses psikologis yang panjang dan berliku hingga akhirnya orang tua mampu melihat anak sebagai individu yang unik dengan potensi yang bisa terus dikembangkan,” katanya.

Lebih lanjut, Esty mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah faktor yang menghambat penerimaan orang tua. Di antaranya tekanan dari keluarga besar yang masih memiliki ekspektasi perkembangan anak secara normal, konflik dalam rumah tangga, hingga stigma masyarakat terhadap disabilitas.

Kondisi tersebut dapat berdampak pada keterlambatan deteksi dini dan intervensi yang seharusnya diberikan kepada anak. Padahal, keberhasilan terapi dan pendidikan sangat dipengaruhi oleh keterlibatan aktif orang tua dalam mendampingi anak di rumah.

Sebaliknya, dukungan pasangan, lingkungan sekolah yang inklusif, dan komunitas yang ramah terhadap anak berkebutuhan khusus menjadi faktor penting yang mempercepat proses penerimaan.

Esty menegaskan bahwa penerimaan orang tua memberikan dampak positif yang besar bagi anak. Lingkungan keluarga yang menerima mampu menciptakan suasana yang aman dan nyaman sehingga membantu mengurangi kecemasan, tantrum, maupun perilaku maladaptif pada anak.

Selain itu, orang tua yang telah menerima kondisi anak juga cenderung lebih fokus mengembangkan potensi dan kemandirian anak dibandingkan sekadar mencari cara untuk menyembuhkan kondisi yang dimiliki.

Dalam kesempatan tersebut, Esty juga mengajak warga Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk menjadi bagian dari gerakan inklusi dengan menghentikan stigma terhadap anak berkebutuhan khusus dan keluarganya.

Menurutnya, masyarakat perlu menjadi sistem pendukung yang memberikan ruang yang aman bagi keluarga ABK, bukan justru menghadirkan penilaian dan penghakiman yang memperberat beban mereka.

“Menerima dan memperjuangkan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus bukan sekadar bentuk pengasuhan. Ini merupakan wujud syukur atas ketetapan Allah sekaligus ikhtiar untuk memuliakan martabat sesama manusia,” pungkasnya. (FA)

Tags: Dr Esty Faatinisa SPSI SPd MPdPendidikan InklusiPIAUD UM Bandung
Previous Post

Buntut Blackout Sumatera: Kantor PLN Sumut Diamuk Massa Cipayung Plus

Next Post

Respon Mahasiswa UMJT tentang AI yang Makin Mendominasi

Related Posts

Kaprodi PIAUD UM Bandung: IQ Anak Dipengaruhi Peran Ibu

Kaprodi PIAUD UM Bandung: IQ Anak Dipengaruhi Peran Ibu

23 Agustus 2025
132
Next Post
Respon Mahasiswa UMJT tentang AI yang Makin Mendominasi

Respon Mahasiswa UMJT tentang AI yang Makin Mendominasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In