TAJDID.ID~Surabaya 🔳 Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya menghadiri dan melakukan sosialisasi dalam kegiatan Pendidikan Khusus Kepala Sekolah (Diksuspala) Batch 2 yang diselenggarakan oleh Majelis PAUD Dasmen Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Surabaya. Acara yang mengusung tema “Mewujudkan PAUD Inspiratif, Profesional, & Berkemajuan” ini berlangsung di Hotel Kapal Garden, Malang.
​Ketua K3S SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya, Amang Muazam, M.Pd.I., menyampaikan bahwa kehadiran mereka dalam agenda ini membawa misi penting untuk membangun silaturahmi sekaligus kolaborasi program yang konkret. Fokus utamanya adalah menyelaraskan kesinambungan pendidikan antara jenjang TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) dengan 28 SD/MI Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Kota Surabaya.
​Menurut Amang Muazam, kolaborasi ini sangat krusial demi menjaga perkembangan karakter dan capaian ibadah anak didik. Ia menyoroti pentingnya menyelaraskan pembiasaan ibadah seperti doa shalat serta hafalan Al-Qur’an (tahfidz) agar tidak terputus saat anak lulus dari TK.
​”Sangat disayangkan jika anak-anak lulusan TK Aisyiyah yang sudah dibekali hafalan bagus, seperti Juz 30, justru tidak melanjutkan ke SD Muhammadiyah. Di sekolah non-Muhammadiyah, khawatirnya metode dan porsi pendidikan agamanya berbeda, sehingga hafalan atau bacaan shalat yang sudah melekat bisa memudar atau bahkan hilang. Jika berlanjut di SD/MI Muhammadiyah, hafalan tersebut bisa ditingkatkan ke Juz 29, 28, dan seterusnya,” jelasnya.
​Sebagai wujud nyata dari sinergi satu naungan persyarikatan ini, K3S SD/MI Muhammadiyah Surabaya siap memberikan berbagai skema kemudahan bagi para lulusan TK Aisyiyah se-Surabaya. Kemudahan tersebut mencakup aspek pembiayaan yang fleksibel serta program pelatihan bersama bagi para guru dan kepala sekolah.
​Amang menegaskan bahwa masalah biaya tidak boleh menjadi penghalang bagi wali murid untuk melanjutkan pendidikan anaknya ke sekolah Muhammadiyah. Pihak sekolah siap membuka ruang komunikasi dan koordinasi bersama Majelis PAUD Dasmen maupun Dikdasmen untuk mencari solusi terbaik.
​Melalui penguatan kerja sama ini, K3S menargetkan adanya peningkatan signifikan pada angka penerimaan murid baru. Data dari tahun ajaran 2025/2026 menunjukkan bahwa persentase lulusan TK Aisyiyah di Surabaya yang melanjutkan ke SD/MI Muhammadiyah masih berada di bawah 40%.
​”Harapan kami, untuk tahun ajaran 2026/2027 ini, angka tersebut bisa merangkak naik setidaknya di atas 50%. Bahkan jika memungkinkan, bisa mencapai 100% lulusan TK Aisyiyah masuk ke 28 SD/MI Muhammadiyah yang ada di Surabaya. Kita adalah satu keluarga besar Muhammadiyah, dan melalui kebersamaan ini kita bisa saling membantu menyelamatkan semangat belajar dan hafalan anak-anak kita,” pungkasnya. (Yuda)


