• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Jumat, Mei 22, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Korupsi Lebih Berat dari Pandemi, Busyro Muqoddas Serukan Muhasabah Politik di Indonesia

M. Risfan Sihaloho by M. Risfan Sihaloho
2026/05/22
in Muhammadiyah, Nasional
0
Busyro Muqoddas: Karakter Muhammadiyah itu Memberi, Tidak Meminta Apalagi Mengemis kepada Pemerintah

Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqoddas.

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

TAJDID.ID || Korupsi di Indonesia bukan lagi sekadar pelanggaran hukum, melainkan penyakit kronis yang dampaknya jauh lebih destruktif daripada wabah penyakit sekalipun. Sekali menjangkiti sistem negara, daya rusaknya sangat masif dan sulit disembuhkan.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqoddas, dalam acara Mocopat Syafaat di Bantul. Beliau membandingkan daya hancur korupsi dengan krisis kesehatan global yang pernah melanda dunia.

“Covid itu berat banget kita tahu semuanya. Tapi ada yang lebih berat daripada itu yaitu korupsi,” ujar Busyro, dikutip dari laman muhammadiyah.or.id.

 

Pelemahan KPK dan Akar Masalah Pemilu

Upaya pemberantasan korupsi di tanah air kian menemui jalan buntu. Busyro menyoroti bahwa perjuangan ini terasa semakin berat setelah taji Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sengaja dipangkas melalui kehadiran UU KPK Nomor 19 Tahun 2019.

Guna memutus lingkaran setan ini, Busyro menyerukan pentingnya muhasabah (evaluasi diri) yang jernih, objektif, dan bebas dari kepentingan golongan. Evaluasi ini mendesak karena pola korupsi yang sama terus berulang dalam siklus politik kita.

Titik kritis pertama yang harus dibenahi adalah momentum pesta demokrasi lima tahunan. Momen yang seharusnya melahirkan pemimpin berintegritas justru kerap menjadi ajang suap-menyuap yang vulgar dari tingkat pusat hingga ke pelosok desa. Hubungan transaksional ini pada akhirnya akan menyandera independensi para pejabat publik yang terpilih.

“Yang disebut suap itu, sesudah itu mempengaruhi nanti kalau jadi DPR pusat, DPR daerah dan lain sebagainya membuat peraturan-peraturan daerah dipesan oleh yang dulu menyuap itu,” tuturnya menjelaskan dampak ngeri dari hulu korupsi politik.

 

Laboratorium Korupsi dan Secercah Optimisme

Begitu sistemis dan masifnya kasus korupsi di Indonesia, Busyro sempat berkelakar bahwa negara ini telah bertransformasi menjadi “laboratorium ideal” bagi para peneliti dunia yang berminat mengkaji isu rasuah.

Menurutnya, korupsi tidak lagi sekadar monopoli lingkaran kekuasaan, melainkan sudah mendarah daging di berbagai sektor vital: mulai dari ekonomi, lingkungan, pendidikan, bahkan hingga institusi moral seperti lingkungan keagamaan.

Meski situasinya tampak kelam, Busyro mengingatkan masyarakat yang masih berpikiran sehat untuk tidak tenggelam dalam pesimisme. Harapan untuk sembuh dari penyakit kronis ini tetap ada, dan langkah besarnya harus dimulai secara konsisten dari benteng pertahanan paling mendasar: integritas diri masing-masing. (*)

Tags: Busyro MuqoddaskorupsiMuhasabah Politik
Previous Post

Hukum Ekonomi dan Keuangan Islam: Kritik Ketimpangan dan Arah Baru Peradaban Ekonomi

Next Post

Pak AR , Harga Diri dan Independensi Muhammadiyah

Related Posts

Menghitung Kerugian Negara

Menghitung Kerugian Negara

7 April 2026
155
Berburu di Kebun Binatang

Berburu di Kebun Binatang

12 Maret 2026
129
Nizam Mukhlis

Aktivis IMM UMSU Tanggapi OTT KPK terhadap Wamenaker Immanuel Ebenezer

23 Agustus 2025
167
Ethics of Care: OTT KPK di Sumut Cuma Sirene Darurat, Bukan Pencegahan!

Ethics of Care: OTT KPK di Sumut Cuma Sirene Darurat, Bukan Pencegahan!

6 Juli 2025
127
Fordek FH PTMA Dukung Otokritik dan Usulan Busyro Muqaddas

Fordek FH PTMA Dukung Otokritik dan Usulan Busyro Muqaddas

24 Mei 2025
167
Busyro Muqoddas Ungkap 3 Sektor Kelemahan Muhammadiyah: Harus Segera Direspon dengan Langkah Konkrit

Busyro Muqoddas Ungkap 3 Sektor Kelemahan Muhammadiyah: Harus Segera Direspon dengan Langkah Konkrit

23 Mei 2025
197
Next Post
Pak AR , Harga Diri dan Independensi Muhammadiyah

Pak AR , Harga Diri dan Independensi Muhammadiyah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In