Oleh: Jufri
Suasana haru dan hangat terasa dalam acara perpisahan murid SMP Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi. Tidak hanya menjadi acara pelepasan siswa kelas akhir, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan antara sekolah, guru, orang tua, dan para murid yang selama ini tumbuh bersama dalam lingkungan pendidikan Muhammadiyah.
Kepala SMP Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi, Daniati Ragel menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh siswa yang telah menyelesaikan pendidikan mereka. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang selama ini telah mempercayakan putra-putrinya menempuh pendidikan di amal usaha Muhammadiyah tersebut.
Ucapan senada juga disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi, Jufri . Dalam sambutannya, ia berharap agar 46 siswa yang hari itu resmi dilepas sebagai alumni dapat melanjutkan pendidikan ke SMA Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi. Namun ia juga menegaskan, jika para siswa memilih sekolah lain, mereka tetap menjadi bagian dari keluarga besar Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi.
Pesan itu terasa sederhana, tetapi memiliki makna yang dalam. Muhammadiyah memang bukan sekadar sekolah atau organisasi, melainkan rumah besar pendidikan dan dakwah yang ingin terus menjaga hubungan kekeluargaan dengan para alumni dan masyarakat.
Lebih daripada itu, Ketua PDM mendoakan agar seluruh siswa mendapatkan sekolah terbaik dan mampu merintis masa depan yang lebih baik. Ia mengingatkan bahwa cita-cita tidak ditentukan oleh tempat lahir atau keterbatasan keadaan, melainkan oleh semangat untuk terus belajar dan berjuang.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PDM juga menyampaikan terima kasih kepada kepala sekolah, seluruh guru, dan tenaga kependidikan SMP Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi yang selama ini telah mengajar, membimbing, dan mendidik para murid dengan penuh kesabaran. Menurutnya, dedikasi para guru adalah bagian penting dalam menjaga keberlanjutan amal usaha Muhammadiyah di Kota Tebing Tinggi. Sebab sekolah Muhammadiyah tidak hanya berdiri karena bangunan dan fasilitas, tetapi bertahan karena pengabdian orang-orang yang menjaga ruh pendidikan dan dakwah di dalamnya.
Dalam suasana santai dan penuh keakraban, Jufri juga menceritakan sekelumit kisah Laskar Pelangi. Sebuah kisah tentang anak-anak dari pelosok negeri yang memiliki mimpi besar meskipun hidup dalam keterbatasan. Cerita itu diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh siswa yang hari itu berpisah dengan sekolahnya. Bahwa siapa pun bisa berhasil, selama memiliki kemauan belajar, ketekunan, dan keberanian untuk bermimpi tinggi.
Menariknya, suasana perpisahan semakin hidup dengan pantun-pantun yang disampaikan secara spontan. Pantun-pantun sederhana itu justru menghadirkan kedekatan emosional yang mungkin akan lebih lama diingat para siswa dibanding pidato resmi yang terlalu formal.
“Ada waktu berjumpa, ada waktu berpisah…”
Kalimat itu menjadi pengingat bahwa hidup memang terus berjalan. Anak-anak yang kemarin belajar di ruang kelas SMP, kini mulai menatap masa depan baru.
Berikut pantun-pantun yang disampaikan dalam acara tersebut:
Ada waktu berjumpa ada waktu berpisah,
Itulah perjalanan hidup manusia.
Selamat untuk ananda yang melangkah,
Semoga masa depan semakin bercahaya.
SMP Muhammadiyah penuh kenangan Di sini semua pernah bersama.
Meski berpisah dalam perjalanan,
Semoga kembali membawa berjaya.
Dari Tebing Tinggi badak berjuang,
Naik pesawat menuju bandara.
Cita-cita tinggi harus diraih sekarang,
Mari semua terus berkarya.
Guru-guru bagaikan orang tua,
Cinta bersemi di dalam hati.
Jangan pernah ragu meraih cita,
Karena dunia terus berinovasi.
Pak Usman bersama istri tercinta,
Duduk berdua di depan kita.
Masa depan harus diraih bersama,
Karena hidup penuh dinamika.
SMP Muhammadiyah di Jalan Pelita,
Muridnya datang dari berbagai negeri.
Terima kasih kepada seluruh orang tua,
Yang telah menitipkan putra-putri di sini.
Berburu di hutan dapat kijang belang kaki,
Burung terbang hinggap di ranting.
Guru-guru sungguh tulus berbakti,
Semoga tahun depan semua sertifikasi.
Di tengah dunia pendidikan yang semakin sibuk dengan angka, administrasi, dan persaingan, suasana seperti ini terasa penting untuk dirawat. Pendidikan tidak hanya soal nilai rapor atau kelulusan, tetapi juga tentang membangun kenangan, karakter, dan harapan.
Karena bisa jadi, bertahun-tahun nanti, para siswa tidak lagi mengingat dekorasi acara perpisahan mereka. Tetapi mereka akan mengingat suasana hangat sekolahnya, nasihat para guru, dan pantun sederhana yang pernah mengiringi langkah awal perjalanan hidup mereka.
Hadir dalam acara perpisahan tersebut, Ketua PDM Kota Tebing Tinggi, Ketua PDA Kota Tebing Tinggi, Ketua PCM / PCA Bajenis . Seluruh Guru dan orang tua siswa Kelas IX SMP Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi. (*)
Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

