TAJDID.ID~Ponorogo 🔳 Betapa bahagianya ketika ada progres dakwah nyata yang dapat dirasakan warga, sehingga tanpa terasa meneteslah air mata ketika ada senyum bahagia merekah.
Dakwah yang dilakukan Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur bersama BikersMu Jatim, LDK dan Lazismu Ponorogo serta Qur’an Best berkontribusi melakukan dakwah nyata, dakwah peduli dengan memberikan solusi, dakwah yang mampu menggerakkan nilai-nilai spiritual terwujud dalam aksi sosial.
Demikian disampaikan Tulus Widodo selaku anggota Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur saat memberikan sambutan pada acara peresmian Program Sumur Bor Masjid Al Barokah di Dusun Timokerep Desa Kunti Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo, pada hari Ahad (17/5/2026).
Lanjut beliau, Dakwah Muhammadiyah tidak sekedar wacana dan diskusikan diruang rapat saja, tetapi mampu menembus diberbagai pelosok desa yang terkendala akses, fasilitas hingga tenaga penggerak dakwah untuk membangun sinergi memberikan yang lebih berarti.
“Dan syukur alhamdulilah di hari Ahad ini kami bisa bersilaturrahmi serta hadir untuk menyaksikan penggunaan sumur bor, semoga segala bantuan kita menjadi amal jariyah kita” tuturnya.
Ust. Tony Sutikno selaku ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sampung Kabupaten Ponorogo menyampaikan, syukur alhamdulilah kehadiran Tim LDK Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur yang begitu peduli, meski menempuh perjalanan yang jauh di pelosok desa kami, telah memberikan bantuan sumur bor dengan kedalaman hampir 50 meter yang sudah kami nanti 20 tahun guna ketersediaan air yang lebih memadai yang tidak hanya sebagai fasilitas bersuci untuk beribadah sholat saja, sehingga warga dan jamaah bisa menggunakan untuk kebutuhan sehari hari.
Mendengar sambutan yang begitu menyentuh itu terlihat beberapa undangan yang hadir pun mengusap airmata bahagia yang meleleh membasahi wajah, mulut seakan sulit berucap, hanya bisa berdzikir mengucapkan tasbih dan tahmid mensyukuri karunia Allah SWT.
Dan ketika air sumur bor mengalir membasahi halaman masjid, airmata pun turut menetes membasahi wajah ini kembali, dan terlihat beberapa undangan membasahi tangan dengan air sumur bor untuk diusapkan ke wajah. Dan ketika bersatunya airmata dan air sumur bor di wajah terlihat kebahagian seakan membuka harapan untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus menguatkan spiritual.
Dakwah Muhammadiyah yang membawa bahagia benar benar dirasakan warga dan jamaah, apa yang selama ini diimpikan dengan munajat doa yang diharapkan terwujudkan, rasa syukur pun semakin merekatkan persaudaraan dengan menikmati jamuan gorengan singkong, buah pisang dan makan bersama untuk bercengkrama dengan para undangan baik dari Aisyiyah dan guru Roudhotul Athfal Aisyiyah, Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah, serta perangkat desa bersama RT dan RW untuk bincang santai mengembangkan dakwah.
Acara pun dilanjut memberikan beberapa paket sembako dari Lazismu Kabupaten Ponorogo untuk warga setempat.
Saat berpamitan, seakan kaki sulit digerakkan, warga menyampaikan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan, sambil berjabatan tangan dan berangkulan serta doa terbaik disampaikan membuat suasana begitu mengharukan dan ada senyum kebahagiaan.
Rombongan pun segera meninggalkan Desa Sampung yang kondisinya sangat membutuhkan air menuju dusun Tangkil Desa Banaran Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo dikawasan perbukitan dengan udara sejuk dengan air yang dingin berlimpah, namun akses jalan butuh perhatian bersama.
Suasana pemandangan yang indah dengan perbukitan hijau menyegarkan semakin menambah semangat dalam perjalanan, meski beberapa ruas jalan beraspal sudah berlubang sehingga laju kendaraan melambat dan terobati dengan bentangan indah dan asrinya pemandangan, derasnya arus air sungai membelah sawah dan perbukitan sehingga menambah syukur akan karunia Allah SWT.
Perjalanan yang menempuh sekitar satu jam lebih dengan jalan berkelok terjal, ada jalan yang beraspal dan cor semen, sehingga dibutuhkan kemampuan optimal dari driver. Setelah menyusuri beberapa tanjakan terjal terlihat dibawahnya ada masjid dengan akses jalan sedang pavingisasi.
Rombongan kami yang terdiri dari Ust. Tulus dan Ust. Andi Hariyadi dari LDK PWM Jatim, Ust Ahmad Taufik selaku Ketua BikersMu Jawa Timur, Ust. Fuadi dari BikersMu Bidang Dakwah Jawa Timur, Ust. Qudwah kader BikersMu serta Ust. Rahmadi dari Qur’an Best disambut Ust. Usman Thomas dari Komunitas BikersMu Bidang Dakwah Provinsi Jawa Timur yang tinggal di Madiun untuk membersamai kunjungan dakwah di Dusun Tangkil Desa Banaran Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo.
Acara kunjungan dakwah ini untuk merealisasikan bantuan papanisasi dan pavingisasi diarea masjid Ummu Mubarok, didampingi beberapa tokoh masyarakat seperti Pak RT dan Pak Kaselan serta pak Simun pewakif masjid yang diserahkan ke Muhammadiyah pada tahun 2017.
Bincang dakwah begitu produktif untuk membicarakan upaya memakmurkan masjid dan ada banyak ide ide inspiratif lebih lebih ada jamuan kopi khas desa sehingga lebih bersemangat.
Dari perbincangan itu mendapat banyak informasi tentang kondisi desa ini, seperti pada tahun 2016 terjadi longsor disalah satu bukit yang menimpa rumah warga dengan korban luka dan meninggal dunia, maka dari masjid ini sebagai tempat untuk koordinasi bantuan dan penanganan korban longsor.
Selanjutnya Pak Simun mewakafkan lahan masjid ke Muhammadiyah untuk lebih mengoptimalkan dakwah.
Namun dalam perjalanan waktu dan kondisi lingkungan perbukitan terjal serta akses jalan yang kurang mendukung sehingga kegiatan dakwah berkurang, maka dengan diberikan bantuan ini diharapkan memudahkan akses jamaah ke masjid.
Diskusi pun mengharapkan kepada Ust. Usman untuk koordinasi dengan PDM dan Lazismu Ponorogo untuk mengadakan aksi dakwah yang tidak hanya dalam bentuk pembinaan aqidah, akhlaq dan ibadah juga dakwah kemanusiaan yang mensejahterakan dan menyehatkan.
Ust. Usman Thomas yang asli dari Timor Leste dan sudah lama tinggal di Madiun dan komunikasi bahasa Jawanya kelihatan kesantunan menyampaikan, terima kasih atas bantuannya sebagai upaya menguatkan dakwah semoga menjadi amal soleh kita bersama.
“Syukur alhamdulilah di Cabang Banaran ini ada 4 Ranting dan dimasjid ini disamping untuk sholat 5 waktu sering untuk pengajian Ibu ibu Aisyiyah, serta sholat Hari Raya bersama warga, sedang sholatnya di masjid yang berlokasi dibawah bukit ini, sebetulnya kami berharap bisa untuk sholat Jum’at tetapi keterbatasan kami sehingga belum memungkinkan” . Jelasnya.
Obrolan dakwah ini sungguh menyegarkan ditengah hembusan angin pegunungan yang menyejukkan sehingga bisa dimanfaatkan untuk istirahat sejenak dan mandi menikmati dinginnya air pegunungan, sambil menunggu waktu sholat Ashar, kemudian berpamitan.
Perjalanan dakwah LDK PWM Jatim yang bersinergi dengan berbagai komunitas ini menjadi pelajaran berharga untuk mampu dan mau memperluas jangkauan dakwah, sering kita menangis meneteskan airmata saat berdzikir dan berdoa, dan ketika melihat kondisi sasaran dakwah dengan segala keterbatasannya airmata pun meleleh untuk mampu membantu dalam dakwah nyata. (*)
Penulis: Andi Hariyadi



