Oleh: Nashrul Mu’minin
Content Writer Yogyakarta
Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu bulan paling mulia dalam Islam. Pada bulan inilah umat Muslim di seluruh dunia menyambut musim ibadah besar, mulai dari haji, kurban, hingga puasa sunnah yang penuh keberkahan. Pertengahan Mei 2026 menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal saleh.
Allah SWT bahkan bersumpah atas kemuliaan sepuluh malam pertama Dzulhijjah dalam Al-Qur’an:
وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ
Wal-fajri wa layālin ‘asyr
Artinya: “Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1–2)
Para ulama menafsirkan “malam yang sepuluh” tersebut sebagai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Ini menunjukkan betapa agungnya waktu tersebut di sisi Allah SWT.
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah dibanding sepuluh hari pertama Dzulhijjah.” (HR. Bukhari)
Karena itulah, puasa Dzulhijjah menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan. Meski hukumnya sunnah, pahala dan keutamaannya begitu luar biasa bagi siapa saja yang menjalankannya dengan ikhlas.
Makna Puasa Dzulhijjah
Puasa Dzulhijjah bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus. Ibadah ini melatih kesabaran, mengendalikan hawa nafsu, memperbanyak dzikir, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di tengah kehidupan modern yang penuh kesibukan dan godaan dunia, puasa sunnah menjadi jalan untuk membersihkan hati.
Banyak orang sering menunggu Ramadan untuk berubah, padahal Dzulhijjah juga menjadi kesempatan emas memperbaiki diri. Bahkan sebagian ulama menyebut sepuluh hari pertama Dzulhijjah lebih utama dibanding sepuluh hari terakhir Ramadan dari sisi amal siang harinya.
Persiapan Menjalani Puasa Dzulhijjah
Ada beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan sebelum menjalankan puasa Dzulhijjah:
- Memperbaiki niat karena Allah SWT
- Menjaga kesehatan dan pola makan
- Mengurangi begadang agar tubuh kuat beribadah
- Memperbanyak membaca Al-Qur’an
- Menyiapkan sedekah dan amal kebaikan
- Menjaga lisan dari ghibah dan fitnah
- Memperbanyak doa dan istighfar
Persiapan batin jauh lebih penting dibanding persiapan fisik. Sebab puasa bukan hanya ibadah tubuh, melainkan juga ibadah hati.
Bacaan Niat Puasa 1–9 Dzulhijjah
1. Niat Puasa Dzulhijjah (1–7 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.”
2. Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَّةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnah lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”
3. Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ‘arafat sunnah lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”
4. Niat Siang Hari Jika Lupa Malam Hari
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ… لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati… lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah hari ini karena Allah Ta’ala.”
Dalam Islam, puasa sunnah masih diperbolehkan berniat pada pagi atau siang hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Keutamaan Puasa Arafah
Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)
Hadis ini menjadi kabar gembira bagi umat Islam. Betapa luasnya rahmat Allah SWT bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam ibadah.
Cerita Keteladanan Para Ulama
Banyak ulama terdahulu sangat memuliakan hari-hari Dzulhijjah. Mereka memperbanyak puasa, sedekah, membaca Al-Qur’an, bahkan mengurangi aktivitas duniawi demi fokus beribadah. Sebab mereka yakin bahwa kesempatan hidup tidak datang dua kali.
Ada kisah seorang ulama salaf yang menangis ketika Dzulhijjah berakhir. Saat ditanya alasannya, ia menjawab bahwa ia khawatir tidak akan bertemu lagi dengan hari-hari penuh kemuliaan tersebut di tahun berikutnya.
Doa yang Dianjurkan di Bulan Dzulhijjah
Salah satu doa terbaik yang dianjurkan Rasulullah SAW adalah:
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Dzikir ini dianjurkan diperbanyak selama sepuluh hari pertama Dzulhijjah.
Momentum Perubahan Diri
Puasa Dzulhijjah juga menjadi momentum evaluasi diri. Banyak manusia terlalu sibuk mengejar dunia hingga lupa memperbaiki hubungan dengan Allah SWT. Padahal hidup tidak hanya tentang pekerjaan, jabatan, atau harta.
Bulan mulia ini mengajarkan bahwa ketenangan sejati hadir ketika hati dekat dengan Sang Pencipta.
Jangan Sia-Siakan Mei 2026 ini
Pertengahan Mei 2026 bukan sekadar pergantian kalender biasa. Bagi umat Islam, ini adalah kesempatan emas mengumpulkan pahala besar sebelum Iduladha tiba. Jangan sampai hari-hari mulia berlalu hanya untuk kesibukan yang tidak bernilai akhirat.
Mulailah dari hal sederhana: bangun sahur, menjaga salat, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak doa untuk diri sendiri, keluarga, dan negeri.
Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026
- Dzulhijjah — Senin, 18 Mei 2026 → Puasa Sunnah Dzulhijjah Hari Pertama
- Dzulhijjah — Selasa, 19 Mei 2026 → Puasa Sunnah Dzulhijjah Hari Kedua
- Dzulhijjah — Rabu, 20 Mei 2026 → Puasa Sunnah Dzulhijjah Hari Ketiga
- Dzulhijjah — Kamis, 21 Mei 2026 → Puasa Sunnah Dzulhijjah Hari Keempat
- Dzulhijjah — Jumat, 22 Mei 2026 → Puasa Sunnah Dzulhijjah Hari Kelima
- Dzulhijjah — Sabtu, 23 Mei 2026 → Puasa Sunnah Dzulhijjah Hari Keenam
- Dzulhijjah — Minggu, 24 Mei 2026 → Puasa Sunnah Dzulhijjah Hari Ketujuh
- Dzulhijjah — Senin, 25 Mei 2026 → Puasa Tarwiyah
- Dzulhijjah — Selasa, 26 Mei 2026 → Puasa Arafah
Puasa Dzulhijjah adalah hadiah istimewa dari Allah SWT bagi umat Nabi Muhammad SAW. Siapa pun yang memanfaatkannya dengan sungguh-sungguh akan mendapatkan limpahan pahala, ampunan, dan keberkahan hidup.
Semoga Mei 2026 menjadi awal perubahan menuju pribadi yang lebih taat, lebih sabar, dan lebih dekat kepada Allah SWT. Jangan tunda kebaikan, karena tidak ada yang tahu apakah kita masih dipertemukan dengan Dzulhijjah tahun berikutnya. (*)

