• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Sabtu, Mei 9, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Pakar Sentil KPK Soal Usulan E-Voting Pemilu: Jangan Bicara di Luar Domain Tugas!

M. Risfan Sihaloho by M. Risfan Sihaloho
2026/05/09
in Nasional
0
Pakar Sentil KPK Soal Usulan E-Voting Pemilu: Jangan Bicara di Luar Domain Tugas!

Shohibul Anshor Siregar

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

TAJDID.I–Medan || Usulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penerapan pemungutan suara elektronik (e-voting) dalam Pemilu di Indonesia menuai kritik tajam. Pakar sekaligus pengamat kebijakan publik, Shohibul Anshor Siregar, menilai langkah KPK tersebut telah melampaui batas kewenangan dan domain tugas lembaga antirasuah tersebut.

​

Bukan Domain KPK

​Siregar mempertanyakan dasar pemikiran KPK dalam mencampuri desain sistem elektoral yang sejatinya merupakan ranah penyelenggara pemilu dan pakar tata negara. Menurutnya, fokus KPK seharusnya tetap pada penegakan hukum dan pencegahan korupsi, bukan pada teknis pemilihan yang sangat kompleks. ​”Siapa yang menyuruh mereka bicara hal di luar domain tugas itu? Apa hubungannya dengan pemberantasan korupsi secara langsung jika taruhannya adalah integritas demokrasi?” ujar Siregar.

Ia menekankan bahwa demokrasi adalah persoalan kedaulatan rakyat yang tidak bisa disederhanakan hanya melalui kacamata efisiensi digital.

 

​Peringatan Ahli Forensik Pemilu

​Lebih lanjut, Siregar memaparkan bahwa hampir tidak ada ahli forensik pemilu yang kredibel menganjurkan penerapan e-voting untuk negara sebesar Indonesia.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa sistem digital dalam pemungutan suara memiliki kerentanan yang fatal. ​”Tak seorang pun ahli forensik pemilu yang berani menganjurkan itu. Kita harus melihat realita global; banyak negara yang justru menyesal setelah menerapkannya,” tegasnya.

​Ia merujuk pada beberapa poin krusial yang sering menjadi keberatan para ahli:

Pertama, ​Hilangnya Jejak Fisik: Tanpa audit berbasis kertas (paper trail), verifikasi suara menjadi mustahil dilakukan secara transparan oleh warga awam.

​Kedua, Risiko Manipulasi Massal: Berbeda dengan kecurangan manual yang bersifat lokal, serangan siber pada sistem e-voting dapat mengubah hasil secara masif dalam sekejap.

 

​Belajar dari Kegagalan Negara Lain

​Siregar mengingatkan pemerintah dan lembaga terkait untuk belajar dari negara-negara maju yang akhirnya kembali ke sistem manual.

Ia mengungkapkan, Jerman, Belanda, dan Irlandia adalah contoh negara yang sempat mengadopsi teknologi ini namun akhirnya membatalkannya demi menjaga kepercayaan publik dan mandat konstitusi.

​”Demokrasi itu soal kepercayaan. Jika prosesnya masuk ke dalam ‘kotak hitam’ digital yang tidak bisa diawasi oleh rakyat sendiri, maka legitimasi hasil pemilu akan runtuh,” pungkasnya. (*)

Tags: KPKpemilu e-votingshohibul anshor siregar
Previous Post

UMMAD Bertransformasi Menjadi UMJT, Langkah Besar Berkemajuan

Next Post

Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah Lakukan Groundbreaking Gedung MTC

Related Posts

Menghitung Kerugian Negara

Menghitung Kerugian Negara

7 April 2026
151
Magnet Investor, Tanah yang Menghilang

Magnet Investor, Tanah yang Menghilang

1 April 2026
126
KPK Cabut Status Tahanan Rumah Gus Yaqut, Akademisi: Bukti Respons terhadap Tekanan Publik

KPK Cabut Status Tahanan Rumah Gus Yaqut, Akademisi: Bukti Respons terhadap Tekanan Publik

24 Maret 2026
150
Dari Rutan ke Tanru

Dari Rutan ke Tanru

23 Maret 2026
165
Azmi Syahputra: Urgensi UU Perampasan Aset Guna Kembalikan Hak Negara dan Masyarakat

Akademisi Soroti Polemik Tahanan Rumah Gus Yaqut: KPK Harusnya Bekerja di Bawah Lampu Terang, Bukan di Lorong Gelap Diskresi

22 Maret 2026
121
Kegagalan Sistemik dan Devaluasi Gotong Royong Hambat Pembangunan Nasional

Kegagalan Sistemik dan Devaluasi Gotong Royong Hambat Pembangunan Nasional

13 Maret 2026
140
Next Post
Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah Lakukan Groundbreaking Gedung MTC

Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah Lakukan Groundbreaking Gedung MTC

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kisah Dokter Ali Mohamed Zaki, Dipecat Usai Temukan Virus Corona

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In