TAJDID.ID~Medan 🔳 Google for Education Indonesia menawarkan kerjasama Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) terkait transformasi digital berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk pengembangan pendidikan sekakigus mendukung visi kampus digital.
Hal itu terungkap dalam pertemuan Audiensi Tim google Indonesia ke UMSU, Rabu (6/5) di Ruang Rapat Jalan Muchtar Basri No.3 Medan.
Rektor UMSU, Prof. Dr. Akrim, M.Pd menyambut menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital saat ini telah menjadi kebutuhan utama dunia pendidikan. Keberadaan google tentu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan kehidupan masyarakat dan dunia pendidikan.
“Kami mentambut baik kehadiran tim google di UMSU karena sejalan dengan visi UMSU di tahun 2030 yang ingin bertransformasi menjadi kampus digital berkelas dunia serta fokus pada riset dan inovasi berdampak, katanya.
“Hampir setiap hari, hal pertama yang dilakukan masyarakat ketika ingin mencari informasi adalah bertanya kepada Google. Karena itu, kehadiran Google di UMSU tentu menjadi hal yang sangat kami apresiasi,” ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa UMSU tengah menyiapkan perluasan akses pembelajaran, termasuk pengembangan sistem pembelajaran jarak jauh sebagai bagian dari transformasi pendidikan modern.
“
Ke depan kami berencana memberikan akses belajar yang lebih luas. Pengembangan pembelajaran jarak jauh sudah menjadi perhatian UMSU, dan kolaborasi dengan Google sejalan dengan tujuan tersebut,” katanya.
Menurutnya, UMSU saat ini berada pada tahap akselerasi menuju kampus bereputasi internasional dari tiga tahapan yang ada.
“Mudah-mudahan rencana internasionalisasi ini dapat didukung melalui kerja sama dengan Google. Kami terbuka untuk kolaborasi agar kerja sama ini benar-benar bermakna bagi perkembangan UMSU,” tambahnya.
Program Manager Google for Education, Tiffany Santosa menjelaskan bahwa fokus utama Google adalah mendukung transformasi digital di dunia pendidikan melalui teknologi cloud dan kecerdasan buatan (AI).
“Apa yang kami kerjakan di Google berkaitan dengan transformasi digital dan cloud infrastructure. Karena UMSU ingin menjadi kampus internasional, kami rasa sejalan dengan kolaborasi melalui pemanfaatan AI,” jelasnya.
Dia menambahkan, Google siap menghadirkan program pelatihan bersertifikat secara berskala untuk sivitas akademika UMSU.
“Kami siap memaparkan berbagai program Google dan melatih dosen hingga 20 ribu mahasiswa UMSU dalam pemanfaatan teknologi AI,” ujarnya.
Google juga menawarkan dukungan melalui pengembangan AI Research Lab guna mendorong riset bertaraf internasional.
Sementara Itu Google Education Specialist Renti Rosmalis berharap kolaborasi yang akan dibangun tidak sebatas pelatihan atau penggunaan toola google saja.
“Kami berharap kolaborasi ini bukan hanya sebatas pelatihan atau penggunaan tools, tetapi benar-benar membantu pengguna memperoleh manfaat nyata dari teknologi Google,” katanya.
Menurutnya, kemampuan AI tidak lagi terbatas pada mahasiswa teknologi informasi saja.
“AI tidak hanya untuk yang ahli digital. Semua mahasiswa, dosen, dan program studi perlu memiliki kemampuan IT dan AI karena keterampilan ini sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini,” jelas Renti.
Dia juga memperkenalkan berbagai program Google untuk pendidikan, seperti akun edukasi khusus, Gemini Academy, sertifikasi Gemini bagi fakultas, hingga pemanfaatan AI untuk produksi video dan podcast pembelajaran.
“Saat ini sudah sekitar 3.000 pengajar memiliki sertifikasi Gemini, dan di Sumatera Utara baru satu kampus yang mengikuti program tersebut,” tambahnya.
Google Cloud Education Lead Sugianto Yoanatan menyampaikan bahwa kerja sama Google dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) sebenarnya telah berjalan cukup lama.
“Google sudah dekat dengan PTMA. Saat ini kita memasuki era agentic skill, di mana manusia bekerja berdampingan dengan AI. Menuju kampus digital dapat dimulai melalui pemanfaatan Google Cloud dan penguatan keamanan siber,” ujarnya.
Ketua BSTI Yoshida Sary, S.E., S.Kom, M.Kom, menambahkan bahwa UMSU telah mulai mengembangkan sistem berbasis AI sebagai bagian dari visi Intelligent University 2030.
“Kami sudah mengembangkan UMSU AI berbasis WhatsApp dan melakukan berbagai pelatihan. Namun, kami masih membutuhkan dukungan infrastruktur serta fasilitas AI,” katanya.
Dia juga menekankan pentingnya kolaborasi di bidang keamanan digital, “Keamanan siber menjadi kebutuhan penting bagi kami, dan kami berharap Google dapat berkolaborasi dalam penguatan sistem tersebut,” tutupnya.
Turut hadir Dekan FIKTI Assoc. Prof. Dr. Al-Khowarizmi, M.Kom dan para Wakil Dekan, Wakil Dekan I FISIP Dr. Abrar adhani, S.Sos., M.I.Kom, Kepala Biro Umum dan Kepala Biro Humas Protokoler. (*)








