No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Raison D’être Indonesia

9 April 2026
in Kebangsaan, Nasional, Opini, Tilikan
Reading Time: 2 mins read
0
A A
0
Gambar ilustrasi.

Gambar ilustrasi.

Share on Facebook
Share on Twitter

Oleh: M. Risfan Sihaloho

 

Ada kalanya sebuah bangsa perlu berhenti sejenak, bukan untuk merayakan apa yang telah dicapai, tetapi untuk bertanya dengan jujur: mengapa kita ada? Dalam konteks Indonesia, pertanyaan itu sesungguhnya sudah dijawab dengan sangat jelas—bahkan sebelum republik ini benar-benar berdiri. Jawaban itu tertulis rapi, khidmat, dan hampir sakral dalam Pembukaan UUD 1945.

Di sana, raison d’être Indonesia ditegaskan: melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Sebuah rumusan yang tidak main-main. Ia bukan sekadar kalimat pembuka; ia adalah kompas moral, janji kolektif, sekaligus standar etik yang seharusnya mengikat seluruh tindakan negara. Tetapi, seperti banyak kompas yang diletakkan di laci, pertanyaannya: apakah ia masih digunakan untuk menentukan arah?

Hari ini, kita menyaksikan sebuah ironi yang nyaris banal. Negara yang seharusnya “melindungi segenap bangsa” kadang tampak lebih sibuk melindungi citra dirinya sendiri. Kritik diperlakukan seperti gangguan, bukan sebagai vitamin demokrasi. Padahal, jika negara benar-benar percaya diri dengan raison d’être-nya, kritik justru akan dianggap sebagai bentuk cinta paling jujur dari warga negara.

Lalu soal “memajukan kesejahteraan umum”—frasa yang terdengar mulia, tetapi sering kali terasa seperti jargon yang kehilangan isi. Kesejahteraan, dalam praktiknya, tampak lebih mudah ditemukan dalam grafik pertumbuhan ekonomi daripada di dapur-dapur rakyat. Angka boleh naik, tetapi apakah hidup benar-benar menjadi lebih layak? Atau kita sekadar diajak percaya bahwa statistik adalah kenyataan, dan kenyataan yang pahit hanyalah persepsi?

“Mencerdaskan kehidupan bangsa” juga menghadapi nasib yang tak kalah problematik. Pendidikan kita kerap terjebak pada ritual administratif dan seremonial, sementara daya pikir kritis justru sering dianggap ancaman. Kita ingin generasi yang cerdas, tetapi tidak terlalu kritis; terdidik, tetapi tidak terlalu berani bertanya. Sebuah paradoks yang, jika dibiarkan, akan melahirkan warga negara yang patuh, tetapi tidak merdeka.

Dan bagian terakhir—“ikut melaksanakan ketertiban dunia”—mungkin menjadi yang paling subtil sekaligus paling sering dilupakan. Di tengah dunia yang semakin bising oleh konflik dan kepentingan geopolitik, Indonesia seharusnya tampil sebagai kekuatan moral. Namun, apakah kita benar-benar hadir dengan suara yang jernih, atau sekadar menjadi gema yang mengikuti arus besar?

Tulisan ini bukan nostalgia konstitusional, apalagi romantisme terhadap masa lalu. Justru sebaliknya, ini adalah ajakan untuk membaca ulang Pembukaan UUD 1945 bukan sebagai teks mati, tetapi sebagai cermin hidup. Sebab di sanalah kita bisa melihat dengan jujur: sejauh mana kita telah menyimpang dari alasan awal keberadaan kita sebagai bangsa.

Barangkali yang paling mengkhawatirkan bukanlah bahwa kita gagal sepenuhnya, melainkan bahwa kita mulai terbiasa dengan kegagalan itu. Kita menormalisasi ketimpangan, memaklumi ketidakadilan, dan menerima setengah kebenaran sebagai sesuatu yang utuh. Dalam situasi seperti ini, raison d’être tidak lagi berfungsi sebagai tujuan, melainkan sekadar ornamen retoris yang dikutip dalam pidato-pidato resmi.

BACA JUGA

Lomba Menulis LDP MCCC PP Muhammadiyah 2020

Terbuka untuk Umum, SUMU Adakan Kopdar Nasional Pengusaha di Yogyakarta, Yuk Ramaikan!

Dosen UMJT Ingatkan Mitigasi Penyalahgunaan Kekuasaan dalam RUU Perampasan Aset

Ironi Jenazah Pandemi Corona

Abolisi dan Amnesti: Legalisme Tanpa Legitimasi?

Merawat Pluralisme, Menjaga Martabat Keilmuan

Padahal, raison d’être seharusnya bersifat mengganggu. Ia harus membuat kita tidak nyaman setiap kali realitas menjauh darinya. Ia harus menjadi standar yang terus-menerus mengoreksi kekuasaan, bukan justru dibengkokkan untuk membenarkan kekuasaan.

Indonesia tidak kekurangan teks yang agung. Yang kita kekurangan adalah keberanian untuk setia pada teks itu.

Maka, mungkin pertanyaan paling jujur hari ini bukan lagi “apa raison d’être Indonesia?”, melainkan: apakah kita masih bersedia hidup sesuai dengannya? (*)

 

Tags: indonesiaraison d'être
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Moral Hazard: Privatisasi Untung, Nasionalisasi Buntung
Editorial

Moral Hazard: Privatisasi Untung, Nasionalisasi Buntung

by Mujaddid
19 September 2026
57
Indonesia yang Dibangun oleh Cerita-cerita Kecil
Esai

Indonesia yang Dibangun oleh Cerita-cerita Kecil

by Mujaddid
1 September 2026
66
Kita adalah Bangsa Besar?
Esai

Kita adalah Bangsa Besar?

by Mujaddid
1 September 2026
91
Muhammadiyah Cinta Indonesia: Darul Ahdi wa Syahadah sebagai Jalan Bernegara
Jufri Daily

Muhammadiyah Cinta Indonesia: Darul Ahdi wa Syahadah sebagai Jalan Bernegara

by Mujaddid
24 Januari 2026
124
Jimly Asshiddiqie “Dirujak” Netizen Gegara Sebut RI Negara Demokrasi Terbesar di Dunia
Nasional

Jimly Asshiddiqie “Dirujak” Netizen Gegara Sebut RI Negara Demokrasi Terbesar di Dunia

by Mujaddid
3 Desember 2024
166
Makna Imanensi Kemerdekaan
Nasional

Makna Imanensi Kemerdekaan

by Mujaddid
16 Agustus 2024
1.3k
World Statistics: Apa yang Terlintas di Benakmu Ketika Memikirkan Indonesia?, Netizen: Korupsi!
Internasional

World Statistics: Apa yang Terlintas di Benakmu Ketika Memikirkan Indonesia?, Netizen: Korupsi!

by Mujaddid
20 Juli 2024
138
Haedar Nashir: Muhammadiyah Memakmurkan Indonesia dengan Aksi Nyata, Tidak dengan Teriakan Kata-kata
Daerah

Haedar Nashir: Muhammadiyah Memakmurkan Indonesia dengan Aksi Nyata, Tidak dengan Teriakan Kata-kata

by Mujaddid
4 November 2023
145
Haedar Nashir: Indonesia Bukanlah Benda Mati yang Boleh Dikuasai oleh Satu Golongan
Muhammadiyah

Haedar Nashir: Indonesia Bukanlah Benda Mati yang Boleh Dikuasai oleh Satu Golongan

by Mujaddid
7 Juni 2023
128
Membanggakan! Ternyata 3 Punggawa Timnas U-22 adalah Mahasiswa Muhammadiyah
Muhammadiyah

Membanggakan! Ternyata 3 Punggawa Timnas U-22 adalah Mahasiswa Muhammadiyah

by Mujaddid
20 Mei 2023
352

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai
  • Siswa SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta Juara 1 Nasional ISPO 2026 Lewat Sistem IoT Penyiraman Cabai
  • Ekstrakurikuler Karawitan SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo Latih Ibu-Ibu Sekolah Lansia, Perkuat Pelestarian Budaya dan Kepedulian Antargenerasi
  • Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat, SPs UMSU Gelar Bazar UMKM, Donor Darah, dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
  • Kuliah Umum SPs UMSU Hadirkan Pemprov Sumut, Bahas Digitalisasi UMKM dan Ekonomi Kreatif
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore  dari Pak Zai
Jufri Daily

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan
Jufri Daily

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital
Islam

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?
Nasional

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?

Pertanyaan Hakim dan Pertanyaan Munkar-Nakir
Jufri Daily

Pertanyaan Hakim dan Pertanyaan Munkar-Nakir

Sang Surya di Horison Pesisir: Dakwah Muhammadiyah Berbasis Pemberdayaan Ekonomi Bahari
AUM

Sang Surya di Horison Pesisir: Dakwah Muhammadiyah Berbasis Pemberdayaan Ekonomi Bahari

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.