• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Kamis, April 2, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Anwar Abbas: Dunia Terancam Krisis Energi, Indonesia Harus Perkuat Ekonomi Umat

M. Risfan Sihaloho by M. Risfan Sihaloho
2026/04/02
in Internasional, Islam, Muhammadiyah, Nasional
0
Anwar Abbas: Dunia Terancam Krisis Energi, Indonesia Harus Perkuat Ekonomi Umat

Buya Anwar Abbas

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

TAJDID.ID~Bandung || Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas menyoroti kegelisahan dunia internasional akibat konflik geopolitik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Dia menilai dampak perang tersebut telah merembet ke berbagai sektor kehidupan global, termasuk krisis energi yang memaksa masyarakat di sejumlah negara kembali menggunakan sepeda sebagai bentuk efisiensi, seperti yang terjadi di Bangladesh dan Philipina.

Pernyataan tersebut disampaikan Abbas saat mengisi pengajian Syawal di Auditorium KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung pada Kamis (02/04/2026). Dalam paparannya, dia menekankan bahwa terganggunya distribusi minyak dunia, khususnya akibat penutupan Selat Hormuz, telah memicu kelangkaan minyak di sejumlah negara.

Abbas menjelaskan, kondisi tersebut berdampak signifikan terhadap perekonomian global. Lonjakan harga minyak menyebabkan biaya produksi dan distribusi barang meningkat sehingga harga barang menjadi mahal dan daya beli masyarakat menurun. “Dampak lanjutan dari situasi ini adalah turunnya keuntungan pengusaha, melemahnya investasi, hingga meningkatnya angka pengangguran,” ujarnya.

Menurutnya, jika rantai persoalan ekonomi tersebut tidak tertangani dengan baik, maka akan berujung pada meningkatnya angka kemiskinan dan kriminalitas. Dia juga menyinggung kebijakan WFH yang baru saja dikeluarkan pemerintah yang dinilai belum berjalan optimal sehingga berpotensi menurunkan produktivitas kerja dan berdampak pada kinerja ekonomi secara keseluruhan.

Dalam kesempatan itu, Abbas turut mengkritisi gambaran ideal negara maju seperti Amerika Serikat yang sering ditampilkan dalam film-film. Dia mengungkapkan bahwa realitas di lapangan tidak sepenuhnya demikian, dengan masih banyaknya persoalan sosial seperti tunawisma dan penyalahgunaan narkoba di kota-kota besar seperti Los Angeles.

Dia kemudian mengaitkan fenomena tersebut dengan hukum sejarah yang menunjukkan bahwa kejayaan dan kehancuran suatu bangsa bersifat silih berganti. Mengutip makna surah Ali Imran ayat 140, Abbas menegaskan bahwa tidak ada satu negara pun yang mampu mempertahankan status sebagai kekuatan adidaya secara permanen.

Abbas mencontohkan runtuhnya berbagai peradaban besar di masa lalu, mulai dari Kekaisaran Persia dan Bizantium hingga Dinasti Umayyah, Abbasiyah, dan Utsmaniyah. Menurutnya, dinamika tersebut menjadi bukti bahwa pusat peradaban dunia akan terus bergeser dari satu kawasan ke kawasan lainnya.

Lebih lanjut, seraya mengutip pendapat para ahli, dia menyebut sejumlah negara yang diprediksi berpotensi menjadi kekuatan baru dunia, seperti Kanada, Chile, Jepang, Malaysia, Australia, hingga Indonesia. Bahkan, ada pengamat memproyeksikan Indonesia dapat menjadi negara adidaya pada periode mendatang, seiring dengan pergeseran pusat peradaban global.

Namun demikian, Abbas menegaskan bahwa kekuatan suatu negara tidak hanya ditentukan oleh faktor politik atau militer, tetapi juga oleh penguasaan kapital. “Kelompok yang mengendalikan kapital dan ekonomi memiliki peran besar dalam menentukan arah kebijakan suatu negara,” imbuhnya.

Dalam konteks Indonesia, Abbas menyoroti perlunya penguatan ekonomi umat, khususnya di kalangan muslim yang secara jumlah merupakan mayoritas. Dia mendorong Muhammadiyah untuk tidak hanya fokus pada sektor pendidikan dan kesehatan. Namun, berani mengembangkan bisnis dan sektor ekonomi strategis agar mampu menjadi aktor penentu dalam pembangunan bangsa ke depan.

Sebagai langkah konkret, Abbas menyebut keterlibatan Muhammadiyah dalam pengelolaan sumber daya, termasuk sektor pertambangan, sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi. Dia menegaskan bahwa pengelolaan tersebut harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Di akhir penyampaiannya, Abbas menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mencetak generasi entrepreneur. Dia berharap kampus Muhammadiyah, termasuk UM Bandung, mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi pencipta lapangan kerja.

Di samping itu, yang tidak kalah penting juga, kata Abbas, yakni aspek penguatan jejaring dan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan zaman menjadi kunci agar institusi pendidikan tetap relevan dan berdaya saing. Sebagaimana pesan Ali bin Abi Thalib bahwa didiklah generasi anak-anak kita sesuai dengan zamannya. (FA)

 

Tags: anwar abbasKrisis Ekonomi
Previous Post

Muhammadiyah Civil Society: Ketika Kritik Menjadi Wujud Cinta kepada Negeri

Next Post

Peran Kebangsaan Muhammadiyah Melintasi Zaman, Bukan Pelayan Rezim

Related Posts

Buya Anwar Abbas Tinjau Pembangunan Arena Muktamar 2027

Buya Anwar Abbas Tinjau Pembangunan Arena Muktamar 2027

18 April 2025
171
Ibu-ibu Aisyiyah Peserta Rakernas LLHPB Silaturahmi dengan Buya Anwar

Ibu-ibu Aisyiyah Peserta Rakernas LLHPB Silaturahmi dengan Buya Anwar

23 Juli 2023
266
Jutaan Pelaku UMKM Terjerat Rentenir, Muhammadiyah Dorong Pemerintah Dirikan BMT dan BTM di Daerah

Anwar Abbas Ingatkan Jangan Bawa Nama dan Simbol Muhammadiyah Ketika Dukung Capres

29 April 2023
274
Anwar Abbas Minta Macron Segera Minta Maaf kepada Umat Islam

Heboh Bantuan Ganjar untuk Rehab Rumah Kader PDIP, Anwar Abbas Minta Baznas Diaudit

1 Januari 2023
226
Anwar Abbas Sebut Pendapat Hendropriyono Tak Sesuai dengan Falsafah Bangsa Indonesia

MUI Tolak Tegas Kedatangan Utusan Khusus AS untuk LGBTQI+ ke Indonesia

1 Desember 2022
206
Anwar Abbas Sebut Pendapat Hendropriyono Tak Sesuai dengan Falsafah Bangsa Indonesia

Anwar Abbas: Indonesia Perlu Bentuk Lembaga Khusus untuk Perangi Islamofobia

17 Juli 2022
188
Next Post
Peran Kebangsaan Muhammadiyah Melintasi Zaman, Bukan Pelayan Rezim

Peran Kebangsaan Muhammadiyah Melintasi Zaman, Bukan Pelayan Rezim

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kisah Dokter Ali Mohamed Zaki, Dipecat Usai Temukan Virus Corona

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In