• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Selasa, Maret 10, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Fordek FH PTM Desak Indonesia Segera Mundur dari BoP

M. Risfan Sihaloho by M. Risfan Sihaloho
2026/03/08
in Muhammadiyah, Nasional, PTM/A
0
Kampus dan Tanggungjawab Membangun Peradaban Hukum

Ketua Umum Fordek FH PTM, Dr Faisal SH MHum.

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

TAJDID.ID~Medan || Keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP), sebuah organisasi internasional baru yang digagas tokoh-tokoh global, menuai kritik tajam dari kalangan akademisi hukum. Forum Dekan Fakultas Hukum dan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Perguruan Tinggi Muhammadiyah (Fordek FH & STIH PTM) Se-Indonesia secara resmi mendesak Presiden RI untuk menarik diri dari keanggotaan organisasi tersebut.

Dalam pernyataan sikap yang dirilis hari ini di Yogyakarta, Fordek menilai bahwa keikutsertaan Indonesia dalam BoP bukan sekadar langkah diplomasi biasa, melainkan sebuah “jebakan strategis” yang mencederai prinsip Politik Luar Negeri Bebas-Aktif.

Ketua Umum Fordek FH PTM, Dr. Faisal, S.H., M.Hum, menegaskan bahwa BoP yang secara naratif diklaim sebagai platform perdamaian pascakonflik, khususnya di Gaza, justru menyimpan agenda terselubung.

“Meskipun diklaim sebagai dewan perdamaian, realitas menunjukkan organisasi ini didominasi tokoh-tokoh tertentu dan secara operasional melibatkan Israel. Fakta bahwa BoP berdiri di atas kerangka yang abai terhadap hukum internasional—dengan pernyataan eksplisit pimpinannya yang menolak otoritas hukum internasional—telah mengubah wajah BoP menjadi instrumen legitimasi atas tindakan militer,” ujar Faisal.

Menurut Dekan Fakultas Hukum UMSU ini, serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang terjadi baru-baru ini menjadi bukti bahwa BoP berfungsi sebagai aliansi militer de facto yang berpotensi menyeret Indonesia ke dalam pusaran konflik yang tidak sesuai dengan kepentingan nasional.

Senada dengan itu, Sekretaris Umum Fordek FH PTM, Satria Unggul W.P., S.H., M.H., menyoroti aspek hukum dan legitimasi moral. Ia menilai keanggotaan Indonesia dalam forum yang juga diisi oleh pelaku kejahatan perang sama saja dengan memberikan pengakuan (recognition) dan legitimasi moral terhadap pendudukan ilegal.

“Kami sejalan dengan kegelisahan masyarakat sipil. BoP merupakan bentuk pelanggengan impunitas terhadap pelanggaran HAM berat dan genosida di Palestina. Ini bertentangan dengan mandat Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan,” tegas Satria.

Ia juga menyoroti adanya indikasi “Kesepakatan Washington” (Washington Agreement) yang disebut-sebut sebagai konsekuensi dari keanggotaan BoP. Menurutnya, ratifikasi kesepakatan tersebut berpotensi membajak kedaulatan legislatif Indonesia.

“Kami memperingatkan bahwa ratifikasi ini berpotensi membajak kedaulatan legislatif Indonesia. Aturan domestik bisa saja dipaksa tunduk pada desain keamanan global yang ditentukan oleh kepentingan asing, termasuk potensi pembatasan ruang fiskal dan kewajiban kontribusi operasional militer yang tidak akuntabel,” jelasnya.

Fordek FH PTM mencatat setidaknya tiga kerugian nyata yang dialami Indonesia akibat keterlibatannya di BoP.

Pertama, Indonesia disebut kehilangan wibawa moral di mata negara-negara Global South karena dianggap menjadi bagian dari arsitektur keamanan yang melangkahi PBB.

Kedua, keterlibatan dalam aliansi militer de facto ini menjadikan Indonesia target potensial sentimen negatif dan ancaman keamanan.

Ketiga, upaya mediasi di bawah payung BoP dinilai tidak efektif dan justru menjauhkan visi Solusi Dua Negara.

Dalam pernyataan sikapnya, Fordek FH PTM menyerukan lima poin utama:

1.  Mendesak Presiden RI untuk segera menarik diri secara resmi dari keanggotaan Board of Peace (BoP).

2. Menolak setiap upaya ratifikasi “Kesepakatan Washington” atau perjanjian turunan BoP lainnya ke dalam hukum nasional.

3. Menuntut Pemerintah untuk kembali pada khittah Politik Luar Negeri Bebas-Aktif yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina melalui jalur PBB dan Mahkamah Internasional (ICJ).

4. Mengingatkan Presiden untuk menggalang kekuatan alternatif bersama negara Global South sebagaimana pernah dilakukan Presiden Soekarno dalam Konferensi Asia-Afrika 1955, agar tidak terjebak pada pilihan politik luar negeri yang pragmatis.

5. Mengingatkan Presiden akan janji politiknya untuk keluar dari BoP jika tidak ada kemajuan nyata. Menurut Fordek, eskalasi militer yang terjadi justru menjadi momentum bagi Indonesia untuk mengambil sikap tegas.

“Pernyataan sikap ini kami sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan intelektual kaum akademisi dalam mengawal tegaknya supremasi hukum dan konstitusi demi keamanan rakyat Indonesia yang sejalan dengan Konstitusi UUD 1945,” tutup Faisal. (*)

Tags: BoPFordek FH PTM Se-Indonesia
Previous Post

Licik Vs Cerdik

Next Post

Kekompakan Pemimpin, Kekuatan Organisasi

Related Posts

Serangan AS-Israel ke Iran, Prabowo Didesak Buktikan Mandat ISF untuk Hentikan Eskalasi

Serangan AS-Israel ke Iran, Prabowo Didesak Buktikan Mandat ISF untuk Hentikan Eskalasi

1 Maret 2026
148
Peran Perguruan Tinggi Strategis Bantu KY Jaga Martabat Hakim melalui Catur Dharma

Fordek FH PTM Se-Indonesia Sesalkan Penangkapan Warga Kelaparan di Sibolga: Penegakan Hukum Saat Darurat Bencana Harus Prioritaskan Kemanusiaan

1 Desember 2025
191
Peran Perguruan Tinggi Strategis Bantu KY Jaga Martabat Hakim melalui Catur Dharma

Fordek FH PTM Desak Presiden Terbitkan Perppu dan Kembalikan 57 Eks Pegawai KPK

24 Oktober 2025
122
Selamat Datang di Fakultas Hukum UMSU, Mari Bersama-sama Tegaskan Pengabdian!

Fordek FH PTM Apresiasi Langkah Progresif MK dalam Menegakkan Konstitusi dan HAM Warga Negara

29 September 2025
147
Urgensi Hukum Profetik di Tengah Carut-marut Penegakan Hukum di Indonesia

Forum Dekan FH PTM Se-Indonesia Kecam Brutalitas Aparat

29 Agustus 2025
171
Fakultas Hukum UMSU dan Fordek FH-PTMI Berkunjung ke PCIM Malaysia

Fakultas Hukum UMSU dan Fordek FH-PTMI Berkunjung ke PCIM Malaysia

28 Agustus 2025
127
Next Post
Kekompakan Pemimpin, Kekuatan Organisasi

Kekompakan Pemimpin, Kekuatan Organisasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kisah Dokter Ali Mohamed Zaki, Dipecat Usai Temukan Virus Corona

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In