TAJDID.ID~Surabaya || Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngagel Kota Surabaya resmi menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam 1447 H bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) sekolah Muhammadiyah se-Cabang Ngagel. Kegiatan yang berlangsung di SMAMDA Tower Surabaya ini digelar selama dua hari, mulai tanggal 28 Februari hingga 1 Maret 2026, bertepatan dengan 11-12 Ramadhan 1447 H.
Mengusung tema “Aktualisasi Fungsi Sekolah Sebagai Lahan Dakwah dan Perkaderan”, Baitul Arqom ini diikuti oleh 486 peserta. Agenda ini bertujuan untuk membina ideologi keislaman serta menguatkan jiwa kepemimpinan di lingkungan pendidikan Muhammadiyah.
Ketua PCM Ngagel Surabaya, Ustadz Drs. H. Ahmad Zaini, M.Pd., membuka acara dengan memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta. Ia mengaku terkesan dengan energi yang ditunjukkan para guru dan tenaga kependidikan meskipun sedang menjalankan ibadah puasa.
“Tadi waktu lagu Indonesia Raya dan Sang Surya dikumandangkan, suaranya sangat menggelegar. Itu menunjukkan semangat kita dalam mengikuti kegiatan Baitul Arqam pada pagi ini. Walaupun puasa, harus tetap semangat,” ujarnya.
Ustadz Zaini menekankan bahwa sekolah Muhammadiyah memiliki peran lebih dari sekadar institusi pendidikan formal. Menurutnya, sekolah adalah ruang pengabdian dan tempat lahirnya kader-kader persyarikatan yang tangguh.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan dan besarnya AUM di lingkungan Ngagel merupakan hasil kerja keras kolektif. “Jangan lupa, ketika masuk ke Cabang Ngagel harus mengingat bahwa ini adalah lahan pengabdian,” tegasnya.
Di tengah capaian jumlah siswa Muhammadiyah yang secara nasional telah melampaui satu juta jiwa, Ustadz Zaini memberikan catatan mengenai tantangan kaderisasi yang masih dihadapi. Ia menyoroti minimnya kader yang bersedia mengurus dakwah di tingkat akar rumput, seperti di masjid-masjid.
Untuk menjawab tantangan tersebut, ia memaparkan empat karakter utama yang wajib dimiliki setiap kader Muhammadiyah, yakni;
Pertama, Berjiwa Al-Ma’un: Memiliki sifat ringan tangan dan gemar membantu.
Kedua, Cerdas & Adaptif: Menjadi pribadi yang kritis dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Ketiga, Etos Kerja Jihad: Memiliki semangat pengabdian kuat yang diniatkan sebagai ibadah.
Keempat, Ideologis: Memahami ajaran Islam dan Kemuhammadiyahan secara mendalam.
Melalui kegiatan yang juga menghadirkan sejumlah narasumber kompeten seperti Ustadz Sugeng Purwanto, Ustadz Dr. H. Ridlwan, hingga Ustadz Prof. Dr. Achmad Zuhdi Dh, PCM Ngagel berharap Baitul Arqam ini memberikan dampak nyata di luar agenda seremonial.
“Semoga setiap iktikad baik yang kita lakukan mendapatkan ridho dan berkah dari Allah SWT, serta benar-benar melahirkan kader-kader militan yang siap mengabdi untuk persyarikatan dan umat,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Ustadz Dr. M. Ridlwan, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas capaian PCM Ngagel yang dinilai sebagai cabang dengan perkembangan signifikan di Surabaya.
“PCM Ngagel adalah PCM dengan capaian tertinggi di Surabaya. Bahkan kesejahteraan gurunya termasuk yang tertinggi se-Surabaya,” ujarnya di hadapan para peserta Baitul Arqam.
Menurutnya, capaian tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas dan pembinaan berkelanjutan. Ia mengingatkan agar kualitas guru tidak mengalami penurunan.
“Jangan sampai yang sudah berkualitas ini justru turun. Karena itu pembinaan kader seperti Baitul Arqam ini sangat diperlukan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan nasihat dengan mengutip sabda Rasulullah SAW tentang empat hal yang akan ditanyakan kepada manusia pada hari kiamat.
Pertama, Tentang umur; Setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas usianya, sejak lahir hingga meninggal dunia. Ia mengingatkan agar waktu tidak digunakan untuk hal-hal yang sia-sia.
Kedua, Tentang jasad; Tubuh yang diberikan Allah SWT harus digunakan sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Hadis.
Ketiga, Tentang ilmu; Ilmu yang dimiliki harus memberi manfaat. Ia mengajak para guru memanfaatkan forum Baitul Arqam untuk memperdalam ilmu agama dan terus belajar di sisa usia yang dimiliki.
Keempat, Tentang harta; Harta yang diperoleh selama hidup akan dimintai pertanggungjawaban penggunaannya, terutama untuk keluarga, tetangga, dan sesama yang membutuhkan.
Menutup sambutannya, ia berharap seluruh keluarga besar PCM Ngagel senantiasa mendapat bimbingan Allah SWT dan tetap menjaga keikhlasan dalam menjalankan amanah.
“Tanpa keikhlasan, semua bisa menjadi celaka. Semoga kita semua istiqamah dalam dakwah dan pengabdian,” pungkasnya. (*)
✍️ Yuda

