• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Minggu, Februari 22, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Kencing Cukong

M. Risfan Sihaloho by M. Risfan Sihaloho
2026/02/22
in Nasional, Opini, Tilikan
0
Kencing Cukong
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

✍️ M. Risfan Sihaloho

 

Kencing cukong berubah air bah
Bawa tumpukan kayu
Rumah bagai bubur gergaji
di genangan coklat tua

Kencing cukong hanyutkan jembatan dan jalan
Remukkan kebun jadi lumpur pekat hitam

Kencing cukong menjalar kemana-mana
Kota tersedak
Kampung terkurung
Gunung jadi lelehan timah
Patahkan lereng dan lembah

Hei…!!!
Kalian para cukong kencing di Jakarta
Ratusan kampung dan desa hilang dari peta

Hei….!!!
Kalian para cukong kencing di Jakarta
Setelah kencing kalian tertawa membaca laporan cuaca

Ha…ha….ha…
Ha…ha….ha….

Puisi yang baik tidak selalu lahir dari kata-kata yang lembut. Kadang ia datang dengan kasar. Dengan bau menyengat. Dengan diksi yang membuat kita tak nyaman. Dan justru di situlah ia bekerja.

Puisi “Kencing Cukong” karya Fikar W. Eda, penyair asal Aceh Tengah di atas tidak sedang ingin menjadi syair yang indah untuk dipajang di dinding seminar. Ia adalah tamparan keras. Ia adalah teriakan melengking. Ia adalah kemarahan yang menemukan bentuknya.

Kata “kencing” dalam puisi itu bukan sekadar pilihan vulgar untuk mengejutkan pembaca. Ia adalah simbol penghinaan. Simbol dari sikap sewenang-wenang. Simbol dari tindakan merendahkan tanah, hutan, dan manusia yang hidup di atasnya. Seolah-olah negeri ini hanyalah tempat singgah para pemodal untuk membuang hajat, lalu pergi begitu saja tanpa rasa bersalah.

Fikar W. Eda

“Cukong” bukan cuma orang. Ia adalah sistem. Ia adalah wajah rakus yang bersembunyi di balik izin, regulasi, dan meja-meja rapat berpendingin udara. Ia tersenyum dalam seremoni, tetapi menggali lubang di jantung kampung-kampung. Ia berbicara tentang investasi, tetapi meninggalkan luka ekologis dan sosial yang diwariskan pada anak cucu.

Puisi itu lahir dari kegelisahan tanah yang digerus. Dari hutan yang ditebang tanpa doa. Dari sungai yang keruh oleh kerakusan. Dari masyarakat yang dipaksa diam atas nama pembangunan.

Kita sering menyebut pembangunan sebagai kemajuan. Tapi kemajuan untuk siapa? Jika tanah adat hilang, jika petani terusir, jika udara dipenuhi debu tambang—apakah itu masih bisa disebut berkah? Ataukah itu hanya “kencing” yang dianggap biasa oleh mereka yang merasa berkuasa?

Yang menyakitkan bukan hanya eksploitasi itu sendiri. Yang lebih menyakitkan adalah normalisasi. Ketika rakyat mulai terbiasa melihat gunung dibelah dan hutan digunduli. Ketika suara protes dianggap gangguan. Ketika aktivis dilabeli penghambat investasi. Saat itulah harga diri kolektif anak bangsa sedang diuji.

Fikar tidak sedang mengajak kita sekadar marah. Ia sedang mengajak kita sadar. Bahwa tanah bukan komoditas belaka. Ia adalah identitas. Ia adalah sejarah. Ia adalah ruang hidup yang tak bisa diganti dengan kompensasi.

Puisi ini mengingatkan bahwa ada batas yang tak boleh dilanggar. Bahwa alam bukan tempat buang hajat kekuasaan. Bahwa rakyat bukan penonton dalam drama besar yang ditulis oleh oligarki.

Dan mungkin pertanyaan paling sunyi dari puisi itu adalah ini: sampai kapan kita membiarkan diri kita dihina?

Sastra, pada akhirnya, bukan hanya soal estetika. Ia adalah etika. Ia berdiri di sisi yang terluka. Ia bersuara ketika yang lain memilih aman. Dan “Kencing Cukong” adalah bukti bahwa kata-kata bisa menjadi bentuk perlawanan paling jujur—ketika hukum bisa dibeli dan nurani diperdagangkan.

Jika puisi ini terasa keras, mungkin karena kenyataan memang lebih keras.

Dan jika kita merasa tersinggung, barangkali yang tersinggung bukan telinga kita—melainkan nurani kita sendiri. (*)

 

Tags: Bencana Banjir SumateraCukongFikar W EdaKencingpuisi
Previous Post

Ranting Muhammadiyah Penting Wujudkan Lingkungan ASRI di Hari Peduli Sampah Nasional

Related Posts

UMSU Serahkan Bantuan untuk SD Unggulan Muhammadiyah Kutacane

UMSU Serahkan Bantuan untuk SD Unggulan Muhammadiyah Kutacane

6 Februari 2026
124
Pengabdian kepada Masyarakat SPs UMSU: Salurkan Bantuan Terpadu Korban Bencana di Sibolga dan Tapteng

Pengabdian kepada Masyarakat SPs UMSU: Salurkan Bantuan Terpadu Korban Bencana di Sibolga dan Tapteng

21 Januari 2026
130
Tembus Medan Sulit, DPK PPNI RSU BMC Kolaborasi dengan Dompet Dhuafa Layani Penyintas Banjir di Bivak Bireuen

Tembus Medan Sulit, DPK PPNI RSU BMC Kolaborasi dengan Dompet Dhuafa Layani Penyintas Banjir di Bivak Bireuen

12 Januari 2026
119
Tim Tanggap Bencana Muhammadiyah Aceh Tengah Terus Fokus Pelayanan Kesehatan

Tim Tanggap Bencana Muhammadiyah Aceh Tengah Terus Fokus Pelayanan Kesehatan

10 Januari 2026
120
Hadir di Batang Toru Tapsel, Ketua MDMC PP Muhammadiyah Budi Setiawan Pesankan ini pada Para Penyintas

Hadir di Batang Toru Tapsel, Ketua MDMC PP Muhammadiyah Budi Setiawan Pesankan ini pada Para Penyintas

9 Januari 2026
152
Muhammadiyah Terjunkan Tim Medis Tahap 3 dengan 27 Orang ke Aceh Tengah

Muhammadiyah Terjunkan Tim Medis Tahap 3 dengan 27 Orang ke Aceh Tengah

8 Januari 2026
116

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kisah Dokter Ali Mohamed Zaki, Dipecat Usai Temukan Virus Corona

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In