TAJDID.ID~Medan || Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FKIP UMSU) menyelenggarakan Orientasi Akademik Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Semester I Gelombang I Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi tahapan awal dalam membangun kesiapan akademik, profesional, dan etis bagi calon pendidik sebelum memasuki proses pendidikan profesi secara formal.
Orientasi akademik tersebut diikuti oleh 90 mahasiswa PPG Calon Guru, yang terdiri atas 60 mahasiswa Bidang Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan 30 mahasiswa Bidang Studi Bimbingan dan Konseling (BK). Seluruh peserta sebelumnya telah mengikuti proses lapor diri secara langsung di LPTK UMSU sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan administratif dan verifikasi kesiapan mengikuti program PPG.
Ketua Program Studi PPG FKIP UMSU, Dr. Irfan Dahnial, M.Pd. dIfampingib Sekretaris Mawar Sari, S.Pd., M.Pd., dalam laporan kegiatan menyampaikan bahwa orientasi akademik merupakan ruang transisi penting dari dunia akademik sarjana menuju dunia profesi keguruan. “Orientasi ini tidak dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan sebagai fondasi awal pembentukan kesadaran profesional, etos keilmuan, serta tanggung jawab moral calon guru sebagai agen pembelajaran dan pembangunan peradaban,” jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa setelah rangkaian orientasi akademik ini, mahasiswa PPG Calon Guru akan mulai melaksanakan perkuliahan secara resmi pada 2 Februari 2026. Seluruh aktivitas perkuliahan dipusatkan di Gedung Pascasarjana UMSU. “Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan telah mempersiapkan komitmen belajar, kesiapan mental, serta kedisiplinan akademik sejak awal masa studi,” ujar Irfan Dahnial.
Selain orientasi akademik, mahasiswa PPG Calon Guru juga dibekali dengan orientasi penggunaan Learning Management System (LMS) yang disampaikan oleh Admin IT, Salman Alfarisi, S.Pd., M.Pd. Sesi ini bertujuan untuk memperkuat literasi digital mahasiswa dalam mengelola pembelajaran berbasis teknologi, mulai dari akses materi, pengelolaan tugas, hingga komunikasi akademik secara daring. Orientasi LMS menjadi bagian penting dalam menyiapkan calon guru yang adaptif terhadap transformasi digital pendidikan dan mampu mengintegrasikan teknologi secara bertanggung jawab dalam praktik pembelajaran.
Kegiatan orientasi akademik ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan FKIP UMSU, di antaranya Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Dewi Kesuma Nasution, M.Hum. dan Dr. Mandra Sargih, M.Hum.
Dalam sambutannya, Dekan FKIP UMSU, Dra. Hj. Syamsyurnita, M.Pd., menegaskan bahwa orientasi akademik bukan sekadar ruang pengenalan sistem perkuliahan dan tata kelola administrasi, melainkan ruang perjumpaan makna bagi calon pendidik yang datang dari latar belakang sosial, kultural, dan geografis yang beragam. Sebanyak 90 mahasiswa PPG Calon Guru merupakan representasi kebhinekaan Indonesia, yang berasal dari berbagai provinsi seperti Jambi, Riau, Aceh, dan Sumatera Barat.
Menurutnya, keberagaman tersebut bukan hanya fakta demografis, melainkan modal epistemik dan kultural dalam proses pembentukan guru profesional. Ruang akademik menjadi tempat bertemunya nilai, cara pandang, serta pengalaman hidup yang berbeda, sehingga pendidikan berkembang sebagai dialog kebudayaan yang memperkaya kesadaran kemanusiaan dan kebangsaan.
Lebih jauh, Dekan FKIP UMSU menekankan bahwa calon guru adalah subjek peradaban yang kelak akan hadir di tengah masyarakat majemuk. Oleh sebab itu, pengalaman belajar dalam suasana keberagaman ini menjadi latihan awal untuk menumbuhkan sensitivitas sosial, empati kultural, dan sikap inklusif. “Pendidikan profesi guru, harus mampu melahirkan pendidik yang unggul secara akademik sekaligus arif dalam membaca realitas sosial,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Dekan FKIP UMSU juga menasihatkan mahasiswa agar menjaga kedisiplinan akademik, ketepatan administrasi, serta integritas personal. Ketepatan waktu dan tanggung jawab administratif dipandang bukan sekadar kewajiban teknis, melainkan latihan etis dalam membangun karakter pendidik yang profesional dan dapat dipercaya oleh masyarakat.
Kegiatan orientasi akademik ini secara resmi dibuka oleh Rektor UMSU yang diwakili oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. Muhammad Arifin Gultom, S.H., M.Hum. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa pendidik profesional dituntut menguasai empat kompetensi utama, yakni kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Keempat kompetensi tersebut harus terintegrasi secara utuh dalam praktik pendidikan, tidak hanya sebagai konsep normatif, tetapi sebagai habitus akademik dan etika profesi.
Melalui keseluruhan rangkaian kegiatan ini, FKIP UMSU meneguhkan komitmennya dalam menyiapkan guru profesional yang berkarakter, reflektif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berwawasan kebangsaan. Orientasi akademik menjadi fondasi awal perjalanan akademik dan profesional mahasiswa PPG Calon Guru dalam mengabdikan ilmu pengetahuan bagi kemajuan pendidikan dan peradaban bangsa. (*)








