TAJDID.ID~Samarinda || Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur secara resmi memulai serangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Training of Trainers (ToT) untuk implementasi aplikasi Satu Data Muhammadiyah (SatuMu). Bertempat di Hotel Grand Sawit Samarinda, acara ini dihadiri oleh perwakilan dari 13 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Kalimantan Timur. Kegiatan ini menandai langkah maju strategis persyarikatan dalam memasuki era tata kelola organisasi berbasis digital.
Acara ini merupakan bagian dari roadshow nasional yang diinisiasi oleh Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Project Management Office (PMO), serta tim Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) PP Muhammadiyah. Sebelumnya, ToT dan sosialisasi serupa telah sukses dilaksanakan di Lampung pada 16 Januari lalu.
Wakil Ketua yang membidangi MPI PWM Kaltim, Ir. H. Amir Hadi, dalam sambutannya menyampaikan optimisme tinggi terhadap inisiatif digitalisasi ini. “Dengan ToT SatuMu, kita membuka babak baru dalam tata kelola persyarikatan Muhammadiyah di dunia digital. Ini ibarat membuka hutan, tantangannya di awal, namun manfaatnya kelak akan sangat besar,” ujar Ir. H. Amir Hadi, menegaskan pentingnya keberanian dalam memulai perubahan mendasar ini.
Sementara itu, Ketua PWM Kalimantan Timur, KH. Siswanto, yang juga secara resmi membuka acara, menyoroti urgensi penataan organisasi di tengah gelombang digitalisasi yang kian deras. Beliau meyakini bahwa ToT SatuMu mampu menjadi solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi organisasi Muhammadiyah ke depan, khususnya di lingkungan PWM Kalimantan Timur.
“Pemanfaatan basis data digital Satu Data Muhammadiyah (SatuMu) akan mempermudah pemetaan potensi kader. Akurasi data menjadi kunci utama untuk menghasilkan keputusan yang tepat dan cepat, demi kemajuan persyarikatan,” jelas KH. Siswanto. Ia menekankan peran krusial SatuMu dalam penguatan sumber daya manusia organisasi.
Tantangan dalam proses transformasi digital juga menjadi sorotan utama Ketua MPI PP Muhammadiyah, Prof. Muchlas Arkanudin. Dalam paparannya, beliau menyatakan bahwa proses ini membutuhkan upaya serius, di mana tantangan terberat terletak pada pembentukan budaya baru dalam tata kelola organisasi di ekosistem digital.
Prof. Muchlas Arkanudin menjabarkan tiga pilar utama transformasi digital Muhammadiyah:
Hyper Awareness: Peningkatan kesadaran dan kepedulian yang luar biasa dari seluruh elemen persyarikatan.
Keputusan Berdasarkan Data dan Informasi: Menjadikan data sebagai landasan primer dalam setiap kebijakan organisasi.
Keputusan Harus Cepat: Mendorong kecepatan dan ketepatan dalam merespons dinamika perubahan zaman.
Diskusi lebih lanjut juga menyentuh pentingnya identitas digital bagi warga persyarikatan, yang direalisasikan melalui Muhammadiyah ID dan e-KTAM. Isu keamanan siber (cybersecurity) ditekankan sebagai upaya vital untuk melindungi data anggota dan aset-aset Muhammadiyah dari ancaman digital. Melalui pemanfaatan teknologi, Muhammadiyah bertekad untuk menjamin keterbukaan, akuntabilitas, dan kredibilitas organisasi di mata publik.
Kegiatan ToT ini diharapkan bertindak sebagai katalisator bagi PDM se-Kalimantan Timur untuk segera mengimplementasikan sistem SatuMu, sekaligus memastikan kesiapan seluruh jaringan organisasi Muhammadiyah dalam menghadapi era revolusi digital secara komprehensif. (*)








