• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Jumat, Januari 16, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Pesan Dekan FAI UM Bandung ke Gen Z: Jangan Jauhi Politik, Perbaiki dari Dalam

M. Risfan Sihaloho by M. Risfan Sihaloho
2026/01/15
in Daerah, Muhammadiyah, PTM/A
0
Pesan Dekan FAI UM Bandung ke Gen Z: Jangan Jauhi Politik, Perbaiki dari Dalam
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

TAJDID.ID~Bandung || Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Afif Muhammad menilai bahwa politik pada masa lalu kerap dipersepsikan sebagai sesuatu yang identik dengan keburukan. Bahkan, berkembang anggapan bahwa seseorang akan tersingkir dari lingkaran kekuasaan jika tidak terlibat dalam praktik-praktik negatif di dunia politik.

Hal tersebut disampaikan Afif saat memberikan sambutan dalam kuliah umum bertajuk “Politik dan Gen Z” yang diselenggarakan Program Studi Hukum Keluarga Islam di Auditorium KH Ahmad Dahlan pada Rabu (14/01/2026). Ia menyinggung dinamika politik Indonesia pada era 1970–1980-an yang dinilainya sangat berat bagi umat Islam.

Menurut Afif, pada periode tersebut umat Islam mengalami tekanan, pembatasan ruang gerak, dan minim keberpihakan dari penguasa. Selain itu, kaum muslimin juga kerap dicurigai memiliki agenda mendirikan negara Islam dan mengganti ideologi Pancasila, sehingga posisi mereka semakin terpinggirkan.

“Kaum muslimin saat itu mayoritas secara jumlah, tetapi minoritas dalam politik, ekonomi, budaya, dan sektor lainnya,” ujar Afif. Padahal, lanjutnya, politik merupakan instrumen kekuasaan yang sangat menentukan arah pembangunan bangsa. Pihak yang berada di luar jalur politik tidak memiliki ruang untuk ikut menentukan ke mana bangsa ini akan dibawa.

Kondisi tersebut membuat umat Islam, termasuk kalangan santri, tidak memiliki posisi sebagai subjek politik, tetapi hanya sebagai objek.

Afif menuturkan, pada masa itu hampir mustahil membayangkan santri dapat menjadi anggota legislatif, kepala daerah, bahkan presiden, karena akses politik mereka dibatasi secara sistematis.

Pembatasan itu, kata dia, bahkan merambah ke ranah dakwah. Aktivitas keagamaan pun harus melalui izin aparat. Afif mengaku pernah mengalami langsung pembatalan jadwal khutbah Idulfitri di sebuah kampus karena materi khutbahnya dianggap bermuatan politik.

Namun, situasi berubah ketika umat Islam mulai aktif masuk dalam arena politik, membentuk partai, berpartisipasi dalam pemilu, dan terlibat dalam pengambilan kebijakan publik. Afif mencontohkan terpilihnya Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai presiden dan banyaknya tokoh Islam, termasuk dari Muhammadiyah, yang kini berkontribusi nyata dalam pembangunan nasional.

Oleh karena itu, Afif menegaskan bahwa politik tidak selayaknya terus dipandang sebagai sesuatu yang kotor dan harus dijauhi. Ia mengingatkan generasi muda agar tidak takut terlibat dalam politik hanya karena stigma korupsi atau penyalahgunaan kekuasaan. “Tidak semua yang berpolitik pasti korupsi. Anak-anak muda justru perlu hadir untuk memperbaiki politik itu sendiri,” pungkasnya. (*)

 

Tags: FAI UM Bandung
Previous Post

Sidak Menu MBG, Direktur Pemberdayaan BGN: Dapur SPPG UMSU Bisa Jadi Percontohan

Next Post

Ikhtiar SMP Muda Purwokerto Jadikan Ruang Kelas sebagai Medan Dakwah Kultural

Related Posts

Prodi PAI UM Bandung Pererat Tali Silaturahmi dengan Alumni

Prodi PAI UM Bandung Pererat Tali Silaturahmi dengan Alumni

1 Desember 2024
140
Mewujudkan Generasi Berkemajuan, Masa Taaruf PAI UM Bandung Tanamkan Nilai Kewirausahaan

Mewujudkan Generasi Berkemajuan, Masa Taaruf PAI UM Bandung Tanamkan Nilai Kewirausahaan

16 November 2024
137
Pesan Buya Cecep kepada Mahasiswa FAI UM Bandung: Jangan Jadi Bagian dari Generasi yang Rapuh

Pesan Buya Cecep kepada Mahasiswa FAI UM Bandung: Jangan Jadi Bagian dari Generasi yang Rapuh

4 Oktober 2024
145

UM Bandung Berikan Pelatihan Digital Marketing untuk Pelaku UMKM Antapani

10 Juli 2024
130
Mahasiswi PAI UM Bandung Raih “Best Presenter” pada Islamic Religion Education Conference

Mahasiswi PAI UM Bandung Raih “Best Presenter” pada Islamic Religion Education Conference

27 Juli 2022
190
Next Post
Ikhtiar SMP Muda Purwokerto Jadikan Ruang Kelas sebagai Medan Dakwah Kultural

Ikhtiar SMP Muda Purwokerto Jadikan Ruang Kelas sebagai Medan Dakwah Kultural

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kisah Dokter Ali Mohamed Zaki, Dipecat Usai Temukan Virus Corona

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In