Rabu, Juli 1, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Sosiolog: Kebijakan Neoliberal Ubah Peran Polisi dari Pelayan Publik ke Alat Represi

Mujaddid by Mujaddid
2025/09/01
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Akademisi ini Paparkan Peta Pilpres 2024 di Sumatera Utara

Shohibul Anshor Siregar.

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

TAJDID.ID~Medan || Transformasi institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam dua dekade terakhir dinilai semakin bergeser dari spirit pelayanan publik menuju instrumen yang melayani kepentingan pasar dan elite. Hal ini disoroti dalam sebuah analisis kritisdari perspektif sosiologi politik.

Shohibul Anshor Siregar, Dosen FISIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), menyatakan bahwa perubahan tersebut tidak lepas dari pengaruh kuat paham neoliberalisme yang mendorong negara untuk berperan sebagai “negara pidana” (penal state) dibanding “negara kesejahteraan” (welfare state).

“Dalam kerangka neoliberal, negara tidak lagi bertugas menyediakan kesejahteraan sosial seperti pendidikan, kesehatan, dan jaminan sosial yang layak. Sebaliknya, peran negara direduksi menjadi hanya menjaga stabilitas untuk kepentingan investasi dan akumulasi kapital. Di sinilah polisi menjadi ujung tombaknya,” ujar Siregar, Jumat (01/9/2025), merujuk pada artikel analisisnya yang diterbitkan di blog pribadinya.

Siregar memaparkan, dalam negara kesejahteraan, polisi berfungsi melayani dan melindungi masyarakat secara luas. Namun, dalam logika neoliberal, fungsi kepolisian bergeser menjadi pengawas dan penghukum bagi kelompok masyarakat yang terpinggirkan oleh sistem ekonomi itu sendiri.

“Yang kita lihat adalah komodifikasi atau pemaknaan terhadap keamanan. Keamanan menjadi barang dagangan yang hanya bisa diakses oleh mereka yang memiliki modal. Polisi lebih banyak diamankan di wilayah-wilayah elit dan korporasi, sementara di daerah kumuh dan area konflik agraria, pendekatannya justru represif,” jelasnya.

Lebih lanjut, akademisi yang aktif menulis isu-isu sosial politik ini mencontohkan kebijakan seperti public-private partnership (Kemitraan Pemerintah-Swasta) di sektor keamanan. Menurutnya, praktik ini mengaburkan batas antara kepentingan publik dan kepentingan swasta.

“Ketika polisi disewa oleh korporasi untuk mengamankan proyeknya, yang mungkin bermasalah secara sosial dan lingkungan, loyalitasnya bisa terbelah. Dia tidak lagi berhadapan dengan ‘warga negara’ yang harus dilindungi, tetapi pada ‘ancaman’ terhadap investasi. Ini sangat berbahaya bagi demokrasi,” tegas Siregar.

Ia juga menyoroti maraknya kebijakan yang bersifat law and order dengan pendekatan penal ketimbang menyelesaikan akar masalah sosial, seperti kemiskinan dan ketimpangan.

“Daripada membangun lapangan kerja atau menyediakan perumahan layak, negara seolah-olah memilih membangun penjara yang lebih banyak dan yang untuk itu mengalihkan anggaran untuk kepentingan memberlakukan hukum yang keras. Polisi menjadi aktor utama dalam skema ini. Disadari atau tidak, ini adalah bentuk kegagalan negara dalam memenuhi hak-hak dasar warganya,” pungkasnya.

Siregar mengajak semua pihak, termasuk civitas akademika dan masyarakat sipil, untuk terus mengawasi dan mengkritisi transformasi institusi kepolisian agar tetap sejalan dengan cita-cita negara kesejahteraan dan prinsip-prinsip hak asasi manusia. (*)

Tags: Neoliberalismepolisi
Previous Post

Tampil Gemilang, Tapak Suci UMSU Sabet 10 Emas, 2 Perak dan Gelar Juara Umum di Kanjuruhan Fighter Competition

Next Post

Manajemen Parkir di Medan Dinilai Gagal, Ethics of Care: Kebijakan Publik Jangan Jadi Eksperimen

Related Posts

Soroti Fenomena MBG di SPMB Sumut, IMM Deli Serdang: Kebutuhan Dasar Pengaruhi Pilihan Sekolah

Soroti Fenomena MBG di SPMB Sumut, IMM Deli Serdang: Kebutuhan Dasar Pengaruhi Pilihan Sekolah

1 Juli 2026
108
Jateng Sabet Juara Umum Putra LPB V Nasional Hizbul Wathan: Bukti Semangat Fastabiqul Khairat

Jateng Sabet Juara Umum Putra LPB V Nasional Hizbul Wathan: Bukti Semangat Fastabiqul Khairat

1 Juli 2026
103
FKIP UHAMKA dan UPI Gelar STEM Immersive Visit 2026, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Proyek

FKIP UHAMKA dan UPI Gelar STEM Immersive Visit 2026, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Proyek

30 Juni 2026
149
Potret Reformasi Polri

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
108
Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

29 Juni 2026
117
Seminar Nasional Sutan Takdir Alisjahbana Teguhkan Peran Bahasa Indonesia sebagai Fondasi Kemajuan Bangsa

Seminar Nasional Sutan Takdir Alisjahbana Teguhkan Peran Bahasa Indonesia sebagai Fondasi Kemajuan Bangsa

29 Juni 2026
104
Next Post
Ethics of Care: OTT KPK di Sumut Cuma Sirene Darurat, Bukan Pencegahan!

Manajemen Parkir di Medan Dinilai Gagal, Ethics of Care: Kebijakan Publik Jangan Jadi Eksperimen

KPT lantik 4 PP dan 20 PPP : Semoga Kinerja PT BNA lebih optimal untuk meraih ZI WBK

KPT lantik 4 PP dan 20 PPP : Semoga Kinerja PT BNA lebih optimal untuk meraih ZI WBK

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20077 shares
    Share 8031 Tweet 5019
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11915 shares
    Share 4766 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9184 shares
    Share 3674 Tweet 2296
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6308 shares
    Share 2523 Tweet 1577
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6098 shares
    Share 2439 Tweet 1525

OPINI

Potret Reformasi Polri
Nasional

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
108
Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat
Esai

Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

29 Juni 2026
117
Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital
Esai

Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

28 Juni 2026
111
AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia
Esai

AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia

28 Juni 2026
118
Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?
Esai

Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?

28 Juni 2026
111
Bekas Sujud yang Membangun Peradaban
'Aisyiyah

Bekas Sujud yang Membangun Peradaban

26 Juni 2026
117

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan