• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Rabu, April 22, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Militer Masih Anggap Diri Lebih Kompeten, Siregar: Supremasi Sipil Harus Dijaga

M. Risfan Sihaloho by M. Risfan Sihaloho
2025/09/26
in Nasional
0
Militer Masih Anggap Diri Lebih Kompeten, Siregar: Supremasi Sipil Harus Dijaga

Foto ilustratif by ChatGPT.

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

TAJDID.ID~Medan || Hubungan antara kepemimpinan militer dan sipil di Indonesia kembali menjadi sorotan. Shohibul Anshor Siregar, dosen FISIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan Sekretaris Yayasan Advokasi Hak Konstitusional Indonesia (YAKIN), menilai militer hingga kini masih memandang dirinya lebih kompeten dibandingkan rekan-rekan sipil.

“Sejak perjuangan kemerdekaan, militer selalu menempatkan diri sebagai fondasi kekuasaan negara dan penjaga persatuan. Pola pikir itu menumbuhkan keyakinan bahwa mereka lebih efisien, lebih disiplin, dan lebih mampu menyelesaikan masalah dibanding sipil,” ujar Siregar, Jumat (26/9).

Menurutnya, kultur militer yang terbentuk dari pola latihan, strategi konfrontatif, dan eksekusi tegas sangat kontras dengan tata kelola sipil yang berjalan melalui kompromi, musyawarah, dan proses demokratis yang lebih lambat.

Siregar menyebut fenomena ini bukan khas Indonesia. Ia mencontohkan penelitian Samuel Decalo dalam Coups and Army Rule in Africa yang menunjukkan militer kerap membenarkan intervensinya dengan klaim memulihkan ketertiban dan melawan korupsi.

Namun sejarah, kata Siregar, membuktikan militer tidak bisa berdiri sendiri. “Perang Dunia I dan II menunjukkan kemenangan hanya mungkin dengan mobilisasi nasional yang melibatkan kekuatan ekonomi, sosial, dan diplomasi sipil. Paul Kennedy juga menulis dalam The Rise and Fall of the Great Powers, kemampuan militer sangat ditentukan oleh kekuatan sipil,” jelasnya.

Di Indonesia, warisan nasionalisme militer menurutnya masih kuat sejak era Sukarno hingga Orde Baru. Figur seperti Presiden Prabowo Subianto pun tetap membawa tradisi itu, dengan menekankan kemandirian pertahanan dan kebanggaan nasional.

“Retorika semacam itu efektif menarik simpati publik yang masih trauma dengan dominasi asing. Namun tantangan demokrasi adalah memastikan supremasi sipil tidak terkikis. Militer boleh kuat di bidang pertahanan, tapi jangan lagi menjadi penentu politik. Demokrasi hanya bisa matang kalau sipil benar-benar memegang kendali,” tegasnya.

Siregar juga mengingatkan ancaman eksternal seperti neoliberalisme global, pergeseran geopolitik, dan kebangkitan kapitalisme negara ala Tiongkok. “Indonesia harus hati-hati agar tidak terjebak dalam ilusi kemandirian yang sebenarnya masih bergantung pada pasar dan kekuatan asing,” ujarnya.

Ia menutup dengan peringatan: “Demokrasi kita masih menghadapi ancaman dari persepsi diri militer sebagai penjaga utama bangsa. Supremasi sipil harus terus dijaga, sementara militer dikembalikan pada fungsi profesionalnya. Jika tidak, sejarah bisa berulang.” (*)

Tags: Militershohibul anshor siregar
Previous Post

Muhammadiyah dan UMSU Anugerahi Gelar Kehormatan kepada Raja Muda Perlis

Next Post

WALHI Teguhkan Perlawanan terhadap Ekonomi Kapitalistik Ekstraktif dan Oligarki Politik Perusak Ekologi

Related Posts

Magnet Investor, Tanah yang Menghilang

Magnet Investor, Tanah yang Menghilang

1 April 2026
117
Kegagalan Sistemik dan Devaluasi Gotong Royong Hambat Pembangunan Nasional

Kegagalan Sistemik dan Devaluasi Gotong Royong Hambat Pembangunan Nasional

13 Maret 2026
136
Sejarah 1400 Tahun Upaya Rekonsiliasi Sunni-Syiah yang Terlupakan

Sejarah 1400 Tahun Upaya Rekonsiliasi Sunni-Syiah yang Terlupakan

7 Maret 2026
136
Babi, Agama, dan Politik Identitas di Era Global

Babi, Agama, dan Politik Identitas di Era Global

4 Maret 2026
150
Menjaga Oksigen Demokrasi: Membongkar Krisis Struktural Keselamatan Jurnalis di Indonesia

Menjaga Oksigen Demokrasi: Membongkar Krisis Struktural Keselamatan Jurnalis di Indonesia

22 Februari 2026
164
Paradoks Kepercayaan Publik: Saat Polri Dipuji, Namun Reformasi Mendesak

Paradoks Kepercayaan Publik: Saat Polri Dipuji, Namun Reformasi Mendesak

13 Januari 2026
179
Next Post
WALHI Teguhkan Perlawanan terhadap Ekonomi Kapitalistik Ekstraktif dan Oligarki Politik Perusak Ekologi

WALHI Teguhkan Perlawanan terhadap Ekonomi Kapitalistik Ekstraktif dan Oligarki Politik Perusak Ekologi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Kisah Dokter Ali Mohamed Zaki, Dipecat Usai Temukan Virus Corona

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In