Rabu, Juli 1, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Wajah Kemiskinan: Antara Angka dan Realita

Mujaddid by Mujaddid
2025/07/28
in Nasional, Opini, Tilikan
Reading Time: 2 mins read
0
Wajah Kemiskinan: Antara Angka dan Realita

Foto ilustratif.

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Oleh: M. Risfan Sihaloho

 

Kita sering kali melihat kemiskinan sebagai deretan angka: persentase, grafik, atau garis tren. Namun, di balik statistik itu, ada wajah-wajah manusia. Ada ibu yang mengurangi jatah makan agar anaknya bisa sekolah. Ada bapak yang bangun sebelum fajar, pontang panting bekerja apa pun demi sesuap nasi.

Ya. Statistik adalah penting. Tapi kemiskinan bukan hanya angka. Ia adalah denyut hidup sehari-hari.

 

Angka Terus Bergerak, Realita Tetap Mengakar

Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2025: 8,47% penduduk Indonesia hidup dalam kemiskinan (sekitar 23,85 juta orang). Garis kemiskinan nasional ditetapkan sebesar Rp 609.160 per kapita per bulan, atau sekitar Rp 20.000 per hari. Kemiskinan ekstrem masih menyentuh 0,85% penduduk, atau lebih dari 2 juta jiwa, yang hidup di bawah batas minimum kelayakan.

Namun, jika kita mengacu pada standar Bank Dunia, khususnya untuk negara berpenghasilan menengah atas seperti Indonesia, maka ambang kemiskinan berada di kisaran US$8,30 per hari — hampir Rp 1,5 juta per bulan. Dalam standar ini, lebih dari separuh warga Indonesia masih tergolong miskin secara global.

 

Kemiskinan Bukan Sekadar Penghasilan Rendah

Kita sering menyempitkan definisi kemiskinan hanya pada jumlah uang. Padahal, kemiskinan juga berarti: tidak punya akses air bersih, sekolah hanya sampai SD atau bahkan tidak tamat, kesehatan tergantung pada pengobatan alternatif karena tidak mampu ke rumah sakit, gagal bersaing di dunia kerja karena keterbatasan keterampilan, tinggal di rumah yang tidak layak huni dan banyak lagi yang lainnya.

Artinya, kemiskinan adalah soal keterbatasan pilihan. Bukan karena mereka malas, tapi karena pintu-pintu kesempatan terlalu sempit — atau malah terkunci.

 

Ketika Angka Menipu Persepsi

Saat pemerintah menyatakan kemiskinan turun, publik kadang bereaksi skeptis. Mengapa? Karena realita di lapangan sering berbicara lain: Harga bahan pokok naik, pendapatan stagnan. Lapangan kerja formal menyusut, sektor informal makin sesak. Bantuan sosial tidak selalu tepat sasaran atau terlambat turun.

Data resmi mungkin benar secara metodologi, tetapi belum tentu menangkap nuansa penderitaan sosial. Karena angka, sebaik apa pun, tidak bisa menangkap rasa lapar, putus asa, atau kegagalan cita-cita.

 

Melampaui Statistik: Melihat Manusia

Jika kita ingin mengentaskan kemiskinan secara berkelanjutan, maka kita harus: Melihat lebih dekat ke wajah-wajah rakyat jelata, bukan sekadar grafik. Mendengarkan suara rakyat jelata, bukan hanya memutuskan dari balik meja. Memberdayakan, bukan sekadar memberi agar mereka bangkit dengan martabat, bukan sekadar hidup dari bantuan.

Kita butuh pendekatan yang lebih manusiawi, holistik, dan transformatif. Karena mengentaskan kemiskinan bukan cuma soal menurunkan persentase, tetapi mengangkat harkat hidup manusia.

Jika ingin benar-benar memahami dan mengatasi kemiskinan, kita perlu melihat lebih dari sekadar statistik. Karena di balik angka-angka itu, ada wajah-wajah yang sedang berjuang untuk sekadar bertahan hidup.

 

Penutup

Kemiskinan adalah soal empati, bukan hanya ekonomi. Maka, saat kita melihat angka-angka kemiskinan dalam laporan resmi, jangan lupa bahwa di balik setiap persen itu ada nama, ada keluarga, ada mimpi. Dan setiap mimpi yang gagal karena kemiskinan adalah kegagalan kita bersama.

Pastinya, wajah kemiskinan itu adalah fakta yang sangat nyata. Dan itu tidak cukup dilukiskan lewat angka semata. Negara harus memotretnya dengan jujur dan bijaksana. (*)

Previous Post

STAIM Karangasem Paciran Lepas Puluhan Mahasiswa untuk Laksanakan KKN

Next Post

Fordek FH PTM Se-Indonesia Desak Peninjauan Ulang RUU KUHAP: Ancaman terhadap Keadilan dan HAM

Related Posts

Jateng Sabet Juara Umum Putra LPB V Nasional Hizbul Wathan: Bukti Semangat Fastabiqul Khairat

Jateng Sabet Juara Umum Putra LPB V Nasional Hizbul Wathan: Bukti Semangat Fastabiqul Khairat

1 Juli 2026
102
FKIP UHAMKA dan UPI Gelar STEM Immersive Visit 2026, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Proyek

FKIP UHAMKA dan UPI Gelar STEM Immersive Visit 2026, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Proyek

30 Juni 2026
146
Potret Reformasi Polri

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
108
Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

29 Juni 2026
117
Seminar Nasional Sutan Takdir Alisjahbana Teguhkan Peran Bahasa Indonesia sebagai Fondasi Kemajuan Bangsa

Seminar Nasional Sutan Takdir Alisjahbana Teguhkan Peran Bahasa Indonesia sebagai Fondasi Kemajuan Bangsa

29 Juni 2026
104
Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

28 Juni 2026
111
Next Post
Fordek FH PTM Se-Indonesia Desak Peninjauan Ulang RUU KUHAP: Ancaman terhadap Keadilan dan HAM

Fordek FH PTM Se-Indonesia Desak Peninjauan Ulang RUU KUHAP: Ancaman terhadap Keadilan dan HAM

PWM Sumut dan UMSU Kunjungi KBRI di Kairo

PWM Sumut dan UMSU Kunjungi KBRI di Kairo

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20077 shares
    Share 8031 Tweet 5019
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11914 shares
    Share 4766 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9184 shares
    Share 3674 Tweet 2296
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6308 shares
    Share 2523 Tweet 1577
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6098 shares
    Share 2439 Tweet 1525

OPINI

Potret Reformasi Polri
Nasional

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
108
Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat
Esai

Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

29 Juni 2026
117
Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital
Esai

Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

28 Juni 2026
111
AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia
Esai

AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia

28 Juni 2026
118
Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?
Esai

Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?

28 Juni 2026
111
Bekas Sujud yang Membangun Peradaban
'Aisyiyah

Bekas Sujud yang Membangun Peradaban

26 Juni 2026
117

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan