Rabu, Juli 1, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Pertumbuhan Melambat: Pemerintah Harus Evaluasi Diri

Mujaddid by Mujaddid
2025/06/10
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Pertumbuhan Melambat: Pemerintah Harus Evaluasi Diri

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia menurun.

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

TAJDID.ID~Medan || Indonesia menutup tahun 2024 dengan pertumbuhan PDB sebesar 5,03 %, turun tipis dari 5,05 % di tahun sebelumnya.

Memasuki kuartal IV, laju pertumbuhan tetap moderat di 5,02 % YoY, namun memasuki kuartal I 2025 mengalami penurunan tajam menjadi 4,87 % YoY, serta terjadi kontraksi -0,98 % QoQ—yang pertama sejak 2021.

Penurunan ini dipicu oleh melambatnya konsumsi rumah tangga (4,89 %), investasi (2,12 %), dan ekspor (6,78 %).

Menghadapi tekanan global—mulai dari perang dagang AS, harga komoditas yang melemah, hingga penurunan permintaan eksternal—pemerintah merespon dengan paket stimulus senilai Rp 24,44 triliun (~US $1,5 miliar) dan pemangkasan suku bunga BI menjadi 5,5 %.

Menanggapi hal itu, Shohibul Anshor Siregar mengatakan bahwa, p;ertumbuhan ekonomi tidak pernah terjadi secara alami sebagaimana pernah dimitoskan. “Kalau lebih tegas, pertumbuhab itu adalah hasil keputusan politik dan peran aktif negara.” ujarnya.

Siregar berargumen bahwa perlambatan saat ini bukanlah kegagalan pasar, melainkan indikator kegagalan negara—ya karena tidak mampu merancang dan mengeksekusi kebijakan yang berpihak pada rakyat.

“Jika ekonomi tidak tumbuh atau justru tumbuh pincang, itu alarm bagi kita untuk bertanya: apa yang salah dengan negara?” lanjutnya.

Menurut Shohibul, laju pertumbuhan di bawah 5 % bukan sekadar angka, tapi refleksi dari masalah tafsiran dan prioritas politik pembangunan—entah karena korupsi, kebijakan yang salah sasaran, atau terjebak oleh kepentingan oligarki.

Shohibul menekankan bahwa stimulus dan pemangkasan bunga yang dilakukan pemerintah sejauh ini, meski terasa tepat, masih kurang tajam jika tidak diiringi dengan akuntabilitas dan reformasi struktural.

“Meski intervensi itu bukan sebuah dosa namun intervensi tanpa transparansi dan prioritas jelas mirip sabotase,” tegas Siregar, seraya mencermati bahwa pertumbuhan lambat Q1-2025, yang didominasi sektor pertanian dan manufaktur, menunjukkan kebijakan yang belum menyentuh sektor-sektor produktif dengan multiplier tinggi .

Konteks Global dan Ekspektasi 2025

Lembaga internasional seperti OECD dan IMF memperkirakan pertumbuhan Indonesia akan tetap berada di kisaran 4,7 %–5,0 % sepanjang 2025, mengingat tekanan eksternal masih kuat. OECD bahkan menyebut bahwa tanpa reformasi struktural dan percepatan belanja publik, ekonomi akan kesulitan mencapai target 5 %.

Sebagai respons, pemerintah meluncurkan stimulus Rp 24,44 triliun, mencakup subsidi listrik, bantuan sosial, diskon transportasi, dan program jaminan sosial bagi pekerja.

Namun para ekonom memperingatkan bahwa efek paket ini hanya bersifat sementara, dan bila belanja tetap lamban—sebagaimana terjadi pada kuartal I—manfaatnya akan terbatas.

Negara Harus Bertindak Lebih dari Sekadar Intervensi

Shohibul menegaskan, bahwa negara harus lebih dari sekadar memangkasi bunga atau menyalurkan subsidi. Artinya pemerintah harus: Pertama, melakukan audit publik terhadap alokasi stimulus dan belanja infrastruktur.

Kedua, memberikan arah strategis untuk sektor unggulan yang menciptakan efek berantai bagi pertumbuhan produktif.

Ketiga, memperkuat akuntabilitas dan tata kelola, termasuk mencegah korupsi dan dominasi kebijakan oleh elite terselubung.

Keempat, melibatkan publik dan lembaga pengawas agar intervensi negara benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat.

“Ekonomi bukan hasil kebetulan pasar, tapi rekayasa sosial-politik. Jika hasilnya timpang, itu bukan pasar yang gagal—itu negara yang gagal,” tutup Shohibul.

Di tengah realitas data 2024–2025, peringatan Shohibul ini menegaskan: pertumbuhan bukan teka-teki alam, melainkan panggilan bagi negara untuk bertindak secara cerdas, akuntabel, dan berani memprioritaskan kesejahteraan rakyat. (*)

Tags: Pertumbuhan Ekonomi Indonesiashohibul anshor siregar
Previous Post

Kampus TMU Laksanakan Kurban, Mahasiswa Turun Tangan

Next Post

KPT Banda Aceh: Aparatur Pengadilan Harus Disiplin dan Berintegritas

Related Posts

Jateng Sabet Juara Umum Putra LPB V Nasional Hizbul Wathan: Bukti Semangat Fastabiqul Khairat

Jateng Sabet Juara Umum Putra LPB V Nasional Hizbul Wathan: Bukti Semangat Fastabiqul Khairat

1 Juli 2026
101
FKIP UHAMKA dan UPI Gelar STEM Immersive Visit 2026, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Proyek

FKIP UHAMKA dan UPI Gelar STEM Immersive Visit 2026, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Proyek

30 Juni 2026
146
Potret Reformasi Polri

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
108
Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

29 Juni 2026
117
Seminar Nasional Sutan Takdir Alisjahbana Teguhkan Peran Bahasa Indonesia sebagai Fondasi Kemajuan Bangsa

Seminar Nasional Sutan Takdir Alisjahbana Teguhkan Peran Bahasa Indonesia sebagai Fondasi Kemajuan Bangsa

29 Juni 2026
104
Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

28 Juni 2026
111
Next Post
KPT Banda Aceh: Aparatur Pengadilan Harus Disiplin dan Berintegritas

KPT Banda Aceh: Aparatur Pengadilan Harus Disiplin dan Berintegritas

Pasar Hilang, Kafe Menjulang: Wajah Baru Ketimpangan Kota?

Pasar Hilang, Kafe Menjulang: Wajah Baru Ketimpangan Kota?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20077 shares
    Share 8031 Tweet 5019
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11914 shares
    Share 4766 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9184 shares
    Share 3674 Tweet 2296
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6307 shares
    Share 2523 Tweet 1577
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6098 shares
    Share 2439 Tweet 1525

OPINI

Potret Reformasi Polri
Nasional

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
108
Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat
Esai

Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

29 Juni 2026
117
Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital
Esai

Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

28 Juni 2026
111
AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia
Esai

AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia

28 Juni 2026
116
Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?
Esai

Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?

28 Juni 2026
111
Bekas Sujud yang Membangun Peradaban
'Aisyiyah

Bekas Sujud yang Membangun Peradaban

26 Juni 2026
117

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan