Rabu, Juli 1, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Partai Tunggal?

Mujaddid by Mujaddid
2024/04/06
in Nasional, Opini, Ulasan
Reading Time: 5 mins read
0
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Penulis menggunakan model teoritis untuk menganalisis situasi yang di dalamnya pemerintah otoriter terus mencoba memperoleh informasi tentang preferensi pemilih untuk mempertahankan legitimasi dan pemegang kekuasaan. Dalam sistem otoriter satu partai, tidak ada partai oposisi yang kuat atau independen yang dapat mengumpulkan dan mengkomunikasikan preferensi pemilih.

Dalam konteks ini, penulis menyoroti pentingnya informasi yang akurat dalam pengambilan keputusan politik yang efektif. Mereka mengidentifikasi tiga strategi yang mungkin digunakan oleh rezim otoriter untuk mengatasi dilema ini.

Pertama, Informasi resmi. Penulis mengemukakan bahwa pemerintahan otoriter dapat mencoba mengumpulkan informasi melalui survei resmi atau mekanisme lainnya yang dikendalikan oleh rezim. Namun, mereka mengakui bahwa informasi semacam itu tidak akurat atau bias karena pemilih tidak merasa bebas untuk mengungkapkan preferensi mereka.

Kedua, Informasi tak resmi. Rezim otoriter akan selalu mencoba mengumpulkan informasi melalui jaringan informan atau melalui intelijen politik yang dipengaruhi oleh rezim. Namun, informasi semacam itu juga bias dan tidak mewakili preferensi sebenarnya dari pemilih.

Ketiga, Keputusan berdasarkan keyakinan dan spekulasi: Dalam beberapa kasus, rezim otoriter memilih untuk membuat keputusan politik berdasarkan keyakinan atau spekulasi tanpa mengandalkan informasi yang akurat tentang preferensi pemilih. Namun, strategi ini dapat meningkatkan risiko kesalahan dan mengurangi legitimasi rezim.

Penulis menggarisbawahi bahwa dilema ini menunjukkan kelemahan struktural dalam sistem otoriter satu partai, informasi akurat dan representatif sulit didapatkan. Mereka menyarankan bahwa adanya oposisi yang kuat dan independen dapat membantu mengatasi dilema ini dengan menyediakan alternatif dalam mengumpulkan dan menyampaikan preferensi pemilih.

Dilema inilah yang dulu terjadi pada era Soekaarno dan Soeharto yang untuk kenyamanan rezim taruhannya persengketaan di antara warga negara harus ditingkatkan dan proyek sekuritisasi yang meluas untuk alasan keamanan sangat subur.

Fenomena yang diangankan oleh Habiburokhman dipotret begitu baik dan cermat dalam “Democracy’s Third Wave” yang ditulis Samuel P Huntington (1991). Ada aktor pembajak demokrasi yang mengkapitalisasi berbagai instrumen yang diklaim demokratis justru untuk merontokkan demokrasi itu sendiri.

Joko Widodo ingin dirinya menjadi penguasa abadi di Indonesia yang mula-mula atas alasan covid 19 ingin beroleh persetujuan politik untuk memperpanjang masa jabatan. DPR menginginkan insentif anti demokrasi berbalut procedural democracy itu juga mereka nikmati. Jika tak dilawan oleh rakyat, Joko Widodo, para Menteri dan semua anggota legislatif akan beroleh perpanjangan masa jabatan tanpa pemilu.

Kegagalan itu dialihkan ke wacana lain, Joko Widodo bermaksud maju pilpres sebagai wakil bagi Prabowo Subianto. Konstitusi menganggap itu tak dimungkinkan, karena batasan menjabat selama dua periode akan menghambat jalan keluar konstitusional sekiranya Joko Widodo yang mantan presiden dua periode akan otomatis menggantikan Presiden yang berhalangan tetap.

Seterusnya skenario pengajuan Gibran Rakabuming Raka menjadi jalan terakhir dan itulah yang sedang dipersengketakan secara nasional saat ini. Orang menganggap Gibran Rakabuming Raka sebagai “anak haram konstitusi” dan dalam sidang PHPU Pilpres di MK paslon 01 dan 03 sama-sama mengajukan petitum melakukan pemungutan suara ulang dengan terlebih dahulu mendiskualifikasi Gibran Rakabuming Raka.

Bersambung ke hal 4

Page 3 of 4
Prev1234Next
Tags: demokrasiHabiburrokhmanoposisiPartai TunggalPolitik Indonesiashohibul anshor siregar
Previous Post

Keluarga Mantan Narapidana Teroris Sumut Akan Menggelar Bukber dan Persiapan Silatnas

Next Post

Anggota PFI Medan Resmi Memiliki Rumah Subsidi Nol DP

Related Posts

Jateng Sabet Juara Umum Putra LPB V Nasional Hizbul Wathan: Bukti Semangat Fastabiqul Khairat

Jateng Sabet Juara Umum Putra LPB V Nasional Hizbul Wathan: Bukti Semangat Fastabiqul Khairat

1 Juli 2026
101
FKIP UHAMKA dan UPI Gelar STEM Immersive Visit 2026, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Proyek

FKIP UHAMKA dan UPI Gelar STEM Immersive Visit 2026, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Proyek

30 Juni 2026
144
Potret Reformasi Polri

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
108
Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

29 Juni 2026
117
Seminar Nasional Sutan Takdir Alisjahbana Teguhkan Peran Bahasa Indonesia sebagai Fondasi Kemajuan Bangsa

Seminar Nasional Sutan Takdir Alisjahbana Teguhkan Peran Bahasa Indonesia sebagai Fondasi Kemajuan Bangsa

29 Juni 2026
104
Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

28 Juni 2026
111
Next Post

Anggota PFI Medan Resmi Memiliki Rumah Subsidi Nol DP

Silaturahmi dengan Kanjeng Gusti Bhre, Pemuda Muhammadiyah Solo Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Budaya

Silaturahmi dengan Kanjeng Gusti Bhre, Pemuda Muhammadiyah Solo Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Budaya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20077 shares
    Share 8031 Tweet 5019
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11914 shares
    Share 4766 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9184 shares
    Share 3674 Tweet 2296
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6307 shares
    Share 2523 Tweet 1577
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6098 shares
    Share 2439 Tweet 1525

OPINI

Potret Reformasi Polri
Nasional

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
108
Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat
Esai

Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

29 Juni 2026
117
Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital
Esai

Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

28 Juni 2026
111
AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia
Esai

AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia

28 Juni 2026
116
Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?
Esai

Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?

28 Juni 2026
111
Bekas Sujud yang Membangun Peradaban
'Aisyiyah

Bekas Sujud yang Membangun Peradaban

26 Juni 2026
117

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan