Rabu, Juli 1, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Pentingnya Wawasan Keagamaan dalam Memilih Pemimpin

Mujaddid by Mujaddid
2024/01/05
in Islam, Keislaman, Nasional, Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Shamsi Ali: Ada yang Ingin Memblok Saya Khutbah Jum’at di Masjid PBB

Shamsi Ali.

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Oleh: Shamsi Ali

Dalam catatan saya terdahulu telah saya sampaikan tiga karakteristik utama pemimpin dalam Islam yang disebutkan dalam Surah As-Sajadah. Ketiganya adalah “yahduuna bi amrinaa” (tertunjuki dengan urusan/petunjuk Kami), “lammaa shobaruu” (memiliki kesabaran), dan “bi aayaatinaa yuuwinuun” (mereka yakin dengan ayat-ayat Kami”.

Sekiranya kita menyimpulkan ketiga karakter itu dalam satu kata maka ketiganya sesungguhnya tersimpulkan dalam kata “religiositas”. Dalam bahasa keseharian agama disebut “tadayyun” atau beragama. Pelaku tadayyun itu dikenal dengan “mutadayyun” atau religious. Sebuah kata yang mencakup keseluruhan karakter keislaman seseorang, baik pada tataran kehidupan pribadi, keluarga, maupun kehidupan jama’ah (social collective).

Kehidupan keagamaan pemimpin dalam perspektif Islam menjadi sangat penting karena pertimbangan politik dalam Islam bukan sekedar berdasar kepentingan pragmatis. Bukan hitung-hitungan apa dan berapa untuk saya dan keluarga atau kelompok. Di atas dari semua itu ada pertimbangan “nilai” (value) yang mendasarinya. Dan kalau kita berbicara tentang value (nilai) maka agama dan kemanusiaan menjadi landasannya.

Baca juga: Pemimpin dan Skill Komunikasi

Kehidupan keagamaan seorang pemimpin ini kita dapat merujukkannya kepada perjalanan panjang Ibrahim AS sebagai pemimpin kemnusiaan (global leadership). Beliau harus melalui perjalanan panjang dan tempaan yang solid hingga pada akhirnya diangkat menjadi pemimpin (اني جاعلك للناس اماما).

Dalam proses menuju kepada posisi “imaamah” (kepemimpinan) Ibrahim AS ditempa sedemikian rupa sehingga solid dalam segala aspek kehidupan beragama. Akidah dan keimanan ditempa sedemikian rupa, dari tantangan/cobaan masa remaja, pemuda, hingga kehidupan keluarganya. Dari ancaman eliminasi (dihabisin) dengan dibakar hidup-hidup, pengusiran dari kampung halaman, hingga ke ujian pengorbanan dengan menyembelih anak satu-satunya.

Setelah semua proses ujian itu dilalui Ibrahim AS para akhirnya menjadi solid dalam kehidupan beragama. Pada aspek ritualnya Ibrahimlah yang diperintah untuk meninggikan fondasi Ka’bah dan mengumumkan (wa azdzin fin naas) kewajiban haji atas manusia. Ibrahim pula menjadi simbol kemuliaan mu’amalat dan prilaku, baik pada lingkungan keluarga maupun keumatan. Bahkan beliau pada dirinya digelari “ummat” (kaana ummatan).

Dengan fondasi keagamaan inilah Allah kemudian mendeklarasikannya sebagai pemimpin manusia. Sebagaimana difimankan dalam Al-Qur’an: “dan ingat ketika Ibrahim diuji oleh Tuhannya dengan beberapa kalimat (ujian), lalu dia (Ibrahim) menyempurnakannya. Dia (Tuhan) berfirman: seusngguhnya Aku menjadikan kamu imaam (pemimpin) bagi manusia)”.

Secara umum kehidupan beragama (religiositas seseorang) itu ada pada empat hal: 1) aspek akidah/keimanan. 2) aspek ubudiyah/amalan-amalan ritual. 3) aspek mu’amalat/koneksi sosial yang diatur secara global oleh Islam (mana halal atau haram, mana yang boleh atau tidak). 4) aspek khuluqiyah/karakter (termasuk di dalamnya karakter emosi).

Aspek akidah/keimanan seseorang itu memang tidak diketahui atau dilihat (invisible) oleh siapapun kecuali sang Pencipta dan yang bersangkutan. Tapi keimanan juga bukan suatu ruang hampa tanpa bukti-bukti. Keimanan itu akan terlihat dalam komitmen pengabdian, baik secara vertikal (hablun minallah) maupun horizontal (hablun minan naas). Tanda-tanda keimanan itu banyak disebutkan dalam banyak tempat di Al-Qur’an.

Dengan demikian kehidupan keagamaan (Iman, ibadah, akhlak) akan dengan sendirinya terekspos dalam kehidupan seseorang dan pada segala aspeknya (pribadi, keluarga dan publik). Pada aspek pribadi tentu secara common sense dapat dinilai melalui komitmen seseorang dalam sholat, baca Qur’an, dan seterusnya. Pada aspek keluarga juga dengan gamblang dapat dilihat tanpa perlu saya rincikan. Demikian pula pada aspek sosial (jama’i) akan nampak pada mu’amalat dan khuluqiyat. Kesabaran dan kemampuan mengontrol emosi misalnya menjadi pertanda keagamaan seseorang.

Yang ingjn saya garis bawahi kali ini adalah betapa blunder and konyol sebagain, apalagi mereka yang paham agama (Islam) dengan mengatakan bahwa memilih pemimpin tidak ada urusan dengan akidah dan agama. Pemikiran seperti ini, sadar atau tidak adalah pemikiran yang teracuni oleh pandangan sekularistik. Pandangan yang jelas bertentangan dengan nilai kehidupan Indonesia sebagai negara Pancasila yang berketuhanan.

Semoga blunder dan kekonyolan itu segera disadari! (*)

Manhattan City, 4 Januari 2024

Penulis adalah Presiden Nusantara Foundation

 

Tags: Imam Shamsi AliKepemimpinan dalam IslamMemilih pemimpin dalam IslamShamsi Ali
Previous Post

Optimalkan MBKM, Dosen Fakultas Hukum UMSU Selenggarakan Perkuliahan di Kanwil Kemenkumham Sumut

Next Post

Opini Humas SD Muhammadiyah 1 Solo Dimuat Majalah Suara Muhammadiyah

Related Posts

FKIP UHAMKA dan UPI Gelar STEM Immersive Visit 2026, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Proyek

FKIP UHAMKA dan UPI Gelar STEM Immersive Visit 2026, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Proyek

30 Juni 2026
119
Potret Reformasi Polri

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
105
Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

29 Juni 2026
116
Seminar Nasional Sutan Takdir Alisjahbana Teguhkan Peran Bahasa Indonesia sebagai Fondasi Kemajuan Bangsa

Seminar Nasional Sutan Takdir Alisjahbana Teguhkan Peran Bahasa Indonesia sebagai Fondasi Kemajuan Bangsa

29 Juni 2026
104
Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

28 Juni 2026
111
AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia

AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia

28 Juni 2026
114
Next Post
Opini Humas SD Muhammadiyah 1 Solo Dimuat Majalah Suara Muhammadiyah

Opini Humas SD Muhammadiyah 1 Solo Dimuat Majalah Suara Muhammadiyah

Penyegaran dan Akselerasi Kampus, Rektor UMMAD Angkat 5 Dosen Muda Jadi Pejabat Universitas

Penyegaran dan Akselerasi Kampus, Rektor UMMAD Angkat 5 Dosen Muda Jadi Pejabat Universitas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20077 shares
    Share 8031 Tweet 5019
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11914 shares
    Share 4766 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9184 shares
    Share 3674 Tweet 2296
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6307 shares
    Share 2523 Tweet 1577
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6098 shares
    Share 2439 Tweet 1525

OPINI

Potret Reformasi Polri
Nasional

Potret Reformasi Polri

30 Juni 2026
105
Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat
Esai

Guru BK Pelopor Bakat, Bukan Pengawas Sekat

29 Juni 2026
116
Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital
Esai

Peran Guru Menghadapi Tantangan di Era Digital

28 Juni 2026
111
AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia
Esai

AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia

28 Juni 2026
114
Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?
Esai

Mengapa Kita Selalu Menyukai Kisah Perjalanan?

28 Juni 2026
111
Bekas Sujud yang Membangun Peradaban
'Aisyiyah

Bekas Sujud yang Membangun Peradaban

26 Juni 2026
115

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan