• Setup menu at Appearance » Menus and assign menu to Top Bar Navigation
Rabu, Juni 17, 2026
TAJDID.ID
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Akademisi UM Bandung Sebut Dua Sebab Maraknya Kasus Penistaan Agama

M. Risfan Sihaloho by M. Risfan Sihaloho
2022/01/13
in Daerah, PTM/A
0
Akademisi UM Bandung Sebut Dua Sebab Maraknya Kasus Penistaan Agama

Wakil Dekan Fakultas Agama Islam UM Bandung, Buya Cecep Taufikurrahman MA PhD.

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

TAJDID.ID~Bandung || Terkait maraknya perilaku, khususnya di media sosial, yang diklaim menyinggung, menista, dan bahkan menodai agama akhir-akhir ini, akademisi Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) Cecep Taufikurrohman, M.A., Ph.D. angkat bicara.

Buya Cecep—sapaan akrabnya—mengatakan bahwa fenomena munculnya orang yang menistakan agama, khususnya di media sosial, disebabkan karena dua hal.

Pertama, kasus penistaan terhadap agama (agama apa pun) itu terjadi karena semakin jauhnya masyarakat dari agama dan pemahaman tentang agama.

”Jadi, pertama fenomena orang yang menistakan agama itu sebetulnya bukti semakin jauhnya masyarakat dari pemahaman keagamaan. Mereka tidak lagi bisa membedakan antara agama sebagai sebuah ajaran ketuhanan yang sangat mulia, yang sangat tinggi, sangat transenden, kemudian disamakan dengan persoalan lain, yang semua orang bisa berkomentar seenaknya, tanpa beban” ujar Buya Cecep di kampus UM Bandung, Selasa (11/01/2022).

Ditegaskan Buya Cecep bahwa agama merupakan sebuah ajaran transenden yangsangat mulia, yang tidak bisa setiap orang dapat berkomentar seenaknya tanpa pengetahuan mumpuni tentang agama tersebut.

Wakil Dekan Fakultas Agama Islam UM Bandung ini kemudian menyitir Alquran Surah Al-Isra ayat 38 yakni walaa taqfu maa laisalaka bihii ‘ilmun yang artinyajanganlahkamumengomentari apa-apa yang kamu tidak memiliki ilmu tentangnya.

Buya Cecep menilai, pemahaman agama yang meluntur ini jangan dibiarkan. Harus ada upaya memahamkan kembali, bahwa seseorang tidak boleh sembarangan berbicara sesuatu hal, apalagi menyinggung masalah agama tanpa adanya pengetahuan.

”Kita ini sebagai manusia dan warga Indonesia yang menganut Pancasila dengan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, di mana sila ini merupakan ruh bagi sila-sila yang lainnya, hendaknya tidak berbicara sesuatu, apalagi terkait agama, yang kita tidak sadar bahwa isi omongan kita itu memuat kebencian dan penistaan terhadap agama,” tutur alumnus Universitas Al-Azhar, Cairo-Egypt, Fakultas Ushuluddin, Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam ini.

Selain karena minimnya pemahaman keagamaan, Buya Cecep juga menganilisis bahwa kasus penistaan terhadap agama bisa juga terjadi karena faktor kedua, yakni unsur kesengajaan. Ia sadar, bahwa ia sedang menistakan agama, tetapi ia terus melakukannya. Ini biasanya dilakukan oleh pihak-pihak yang ingin membuat keruh suasana.

Merekaingin mengadu domba umat dengan statement-statement tertentu yang kemudian diharapkan terjadi gesekan atau konflik antar-penganut agama.

”Jadi, antara dua itu, yakni memang orang yang tidak paham terhadapnilai dan hakikat agama, agama apa pun itu, atau memang perbuatan tersebut benar-benar sengaja. Mereka sebetulnya paham agama, tetapi sengaja ingin membuat kekeruhan, ingin mengadu domba agama-agama tertentu di negeri ini. Mereka tidak ingin melihat negeri ini dalam keadaan hidup tenang dan damai,” tegasnya.

Sikap yang seharusnya

Terkait harus seperti apa sikap masyarakat kalau ada kasus terindikasi penistaan terhadap agama, Ketua Umum Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Mesir (2006-2008) ini mengatakan masyarakat jangan ikut-ikutan terpancing situasi.

”Saya kira kalau kita mendapati orang yang menistakan agama,kemudiankita viralkan di media sosial, maka orang yang menistakan agama itu benar-benar berhasil memancing. Mereka itu kan ingin terkenal intinya, ingin dapat perhatian, dan ingin membuat kita emosi,” katanya.

Kalau ada kasus semacam ini, hendaknya masyarakat media sosial tidak ikut terpengaruhi arus negatif dengan tujuan membalas apa yang mereka katakan.

ADVERTISEMENT

Hendaknya kita mendorong pihak-pihak pemegang otoritas, baik pemerintah maupun organisasi-organsiasi keagamaan, untuk memproses mereka secara hukum dan mengawasi penegakan hukum pada sang pelaku tersebut.

”Kalau ada tindakan menjurus kepada penistaan agama, pelakunya jangan diadili secara liar di hutan belantara media sosial. Itu tidak akan ada solusinya. Malah masalah jadi semakin keruh dan bisa menjadi bola api yang liar di masyarakat. Ini yang tidak kita harapkan. Sebagai umat Islam, kita tidak diperkenankan mencaci maki pemeluk agama lain,” tuturnya.

Kemudian, dosen UM Bandung jebolan Pesantren Darussalam Ciamis, Jawa Barat, ini mengutip Alquran Surah Al-An’am: 108, yakni walaa tasubbulladziina yad’uuna min duunillaahi fayasubbullaaha ‘adwam bi ghairil ‘ilmi.

”Kita juga tidak boleh mencaci maki, tidak boleh mem-bully orang-orang yang menyembah sesuatu selain Allah. Kenapa? Karena mereka akan berbalik mencaci Allah, padahal mereka tidak mengerti tentang apa yang mereka cercakan itu,” ungkapnya.

Buya Cecep menegaskan bahwa silakanlah setiap orang ingin terkenal dengan cara apa pun. Namun, jangan menyinggung dan menjadikan agama sebagai komoditas karena agama merupakan wilayah yang paling sensitif.

Terakhir, Buya Cecep berharap otoritas yang punya kewenangan hukum untuk merespons kasus-kasus penistaan terhadap agamadan menindak mereka sesuai dengan undang-undang yang berlaku, sehingga pelakunya jera dan dapat menjadi pelajaran bagi yang lain.

”Tujuannya tentu agar tidak ada lagi pihak-pihak yang seenaknya menistakan agama, baik di media sosial maupun di kehidupan nyata sekitar kita,” pungkasnya. (*)

Kontributor: Feri/Firman

Tags: Cecep TaufikurrohmanUM Bandung
Previous Post

Berdayakan Perempuan Mengatasi Sampah, PSGA UMSU Salurkan Mesin Pencacah Sampah Organik di Desa Pematang Johar

Next Post

Panitia Muktamar Muhammadiyah Gelar Rapat Koordinasi, Berikut Hasilnya

Related Posts

Kabar Gembira! UM Bandung Sediakan Kelas Karyawan dan RPL untuk Pekerja

Job Fair dan Fun Run Akan Meriahkan Satu Dekade UM Bandung

12 Juni 2026
113
Duta Literasi Manajemen UM Bandung Perkuat Kecakapan Finansial Generasi Digital

Duta Literasi Manajemen UM Bandung Perkuat Kecakapan Finansial Generasi Digital

12 Juni 2026
107
Din Syamsuddin: Muhammadiyah Berpeluang Besar untuk Berkontribusi dalam Diplomasi, Perlindungan, dan Peningkatan Kualitas Pekerja Migran Indonesia

Din Syamsuddin: Muhammadiyah Berpeluang Besar untuk Berkontribusi dalam Diplomasi, Perlindungan, dan Peningkatan Kualitas Pekerja Migran Indonesia

9 Juni 2026
107
Kepengurusan Tax Center UM Bandung 2026–2027 Resmi Dilantik

Kepengurusan Tax Center UM Bandung 2026–2027 Resmi Dilantik

5 Juni 2026
114
UM Bandung Tuan Rumah Lokakarya ATS, PTMA Jawa Barat Kerahkan 9.500 Mahasiswa untuk Percepat Penanganan Anak Tidak Sekolah

UM Bandung Tuan Rumah Lokakarya ATS, PTMA Jawa Barat Kerahkan 9.500 Mahasiswa untuk Percepat Penanganan Anak Tidak Sekolah

5 Juni 2026
111
UM Bandung Resmi Lantik Jajaran BEM dan DPM Periode 2026-2027

UM Bandung Resmi Lantik Jajaran BEM dan DPM Periode 2026-2027

3 Juni 2026
112
Next Post

Panitia Muktamar Muhammadiyah Gelar Rapat Koordinasi, Berikut Hasilnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    36 shares
    Share 14 Tweet 9

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In