Pola Gerakan
Untuk menyelesaikan masalah-masalah pembelajaran yang kronis khususnya akibat Covid-19 dibutuhkan pola gerakan yang terukur dan sistematis.
Penyebaran Covid-19 yang telah berhasil memaksa umat manusia untuk beradaptasi sesuai dengan tuntutan perubahan kebiasaan baru (New Normal) dapat menjadi sumber inspirasi dalam melakukan sebuah gerakan perubahan dengan mengadopsi sisi positifnya.
Ada berapa model penyebaran Covid-19 yang dapat dijadikan referensi bagi guru penggerak dalam menjalankan misinya sebagai pemimpin pembelajaran yang menerapkan merdeka belajar dan menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan.
Pertama, menyebar secara berantai dan eksponensial. Model penyebaran covid-19 yang berantai dan eksponensial dapat dijadikan guru penggerak sebagai model dalam melakukan gerakan perubahan untuk mencapai sebuah tujuan.
Seorang guru penggerak harus mampu menyebarkan pengaruhnya yang secara meluas melalui sistem rantai yang eksponensial dengan memberikan motivasi, sugesti, atau bahkan hipnotis, Kepada guru-guru lain yang ada disekitarnya agar percaya dan mau menjadi agen perubahan untuk merdeka belajar.
Guru penggerak dapat memposisikan diri sebagai fasilitator, instruktur, coach, narasumber, mentor, atau pendamping baik secara formal maupun secara informal dengan menerapkan perspektif ekologis nature and nurture.
Kedua, bermutasi secara cepat. Covid-19 bermutasi beberapa varian secara cepat dalam melakukan ekspansinya, sehingga penyebarannya sulit dikendalikan.
Seorang guru akan menjadi penggerak para guru lainnya harus mampu “bermutasi” secara cepat terutama yang berkaitan dengan kapasitas dan kapabilitasnya.
Guru penggerak harus reaktif merespon perubahan disekitarnya Sehingga secara cepat mampu melakukan update pengetahuan mutakhir seperti kompetensi pengembangan profesi, pengetahuan profesional, dan praktik pembelajaran profesional.
Ketiga, membentuk koloni atau komunitas. Kerumunan orang merupakan basis empuk bagi Covid-19 dalam melakukan penyebarannya, Sehingga sering kita dengar terjadi pembentukan cluster baru yang disebabkan terjadinya kerumunan massa yang tidak mengindahkan protokol kesehatan.
Pelajaran yang dapat diambil dari situasi tersebut dalam konteks guru penggerak adalah memanfaatkan koloni atau kerumunan sebagai basis untuk menularkan pengaruh dalam membumikan konsep merdeka belajar.
Koloni yang dimaksud bisa kerumunan orang secara tatap muka (jika memungkinkan) atau kerumunan secara virtual.
Ide yang ditumbuhkan adalah membangun kebiasaan dalam koloni agar anggotanya fokus membicarakan masalah-masalah tentang tugas profesi guru ketimbang konten yang tidak relevan dengan masalah pembelajaran.