Masalah Mendesak
Beberapa masalah mendesak yang sedang menunggu jamahan tangan guru penggerak adalah “Learning Loss” dan “zona nyaman: tidak aktif belajar”. Kedua masalah ini sudah menjangkiti para insan pendidikan sejak Maret 2020 seiring genjarnya penyebaran pandemi Covid-19 dengan kondisi stadium tinggi.
Learning loss merupakan kejadian hilangnya kemampuan dan pengalaman belajar siswa. Peningkatan angka learning loss baik secara individu maupun kelompok bisa menyasar rasa hilang gairah belajar bahkan akan berimplikasi pada “lupa diri” bahwa seorang peserta didik masih berstatus pelajar.
Kondisi ini layaknya gayung bersambut manakala Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tidak dapat menyentuh peserta didik karena beragam alasan dan para orang tua berambisi mengambil manfaat ekonomi dari situasi sulit ini dengan memanfaatkan potensi anak turut serta mengatasi masalah ekonomi keluarga yang terdampak pandemi Covid-19.
Hasil survei Kemendikbudristek terkait potensi learning loss atau kehilangan kompetensi belajar siswa akibat (PJJ) terdapat 20% sekolah secara nasional menyatakan sebagian siswa tidak memenuhi kompetensi atau mengalami learning loss.
Masalah “zona nyaman: tidak aktif belajar” sudah berlangsung lebih dari setahun dan menjadi kebiasaan kebanyakan peserta didik sebagai akibat dari pola pembelajaran yang tidak menentu dan penerapan kurikulum darurat akibat pandemi Covid-19.
Disadari atau tidak bahwa praktik pembelajaran selama pandemi Covid-19 dilakukan secara situasional yang tergantung kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran jarak jauh, media yang dimiliki guru dan siswa dan kebijakan sekolah.
Ironisnya, tidak sedikit guru yang mencoba memasuki lorong sempit zona nyaman ini dan banyak diantara mereka yang menikmati situasi tersebut. Maka tidak berlebihan apabila masyarakat berasumsi bahwa “ada guru yang makan gaji buta” sebab tidak bekerja maksimal tetapi gajinya full dibayar.
Learning loss dan zona nyaman: tidak aktif belajar” merupakan dua kondisi biimplikatif yaitu satu kondisi menjadi pemicu bagi kondisi lainnya.
Learning loss dapat menjadi pemicu munculnya “zona nyaman: tidak aktif belajar”, sebaliknya kondisi “zona nyaman: tidak aktif belajar” menguatkan terjadinya akselerasi learning loss.