No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Polemik Usulan HRS jadi Juru Damai Papua, Ini Kata Shohibul

4 Desember 2020
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
A A
0
Tangkapan layar cuitan Mariska Lubis.

Tangkapan layar cuitan Mariska Lubis.

Share on Facebook
Share on Twitter

TAJDID.ID-Medan || Seorang penulis Mariska Lubis mengusulkan agar Imam Besar Habibi Rizieq Sihab (HRS) bersedia menjadi Juru Damai di Papua. Usulan yang disampaikan melalui twitter @mariska_lubis , Rabu (2/12/2020) ini kemudian ramai mendapat tanggapan dari warga net.

“Secara pribadi, Saya meminta dengan hormat kepada yang terhormat Habibana, Habib Rizieq Shihab untuk menjadi juru damai Papua. Sesuai ajaran Islam, mendamaikan adalah perbuatan mulia dan Saya yakin beliau sanggup,” tulis Mariska Lubis sebagai caption sebuah cuitan video yang dipostingnya.

Menanggapi usulan yang ramai menuai polemik tersebut, sosiolog FISIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Shohibul Anshor Siregar mengatakan, bahwa Mariska Lubis secara “genealogis” adalah iboto (saudara perempuan) dari HRS, karena melalui prosesi adat tahun 2016 yang lalu Imam Besar FPI itu telah ditabalkan menjadi marga Lubis.

Menurut Shohibul, mungkin faktor itu dapat menjadi salah satu pendorong bagi Mariska Lubis yang menyampaikan keyakinannya atas potensi HRS menjadi tokoh perdamaian di Papua yang konfliknya berkepanjangan hingga kini.

“Apakah HRS akan bersedia atau tidak? Saya kira HRS akan sangat berterimakasih kepada ibotonya atas saran tersebut,” ujar Shohibul, Jum’at (4/12/2020).

BACA JUGA

Hasil Aksi Damai Jilid 2 Nasional KemenPan-RB: Deputi Bidang SDM Segera Zoom Meeting dengan PPK (Sekda) se-indonesia

Minta Pemerintah Bikin RS Khusus Pejabat, Wasekjen DPP PAN Disemprot Warganet

DPP IMM Desak Kapolri Pecat Aparat yang Represif terhadap Demonstran di DPR

Serikat Usaha Muhammadiyah: Kenaikan PPN 12 Persen Harus Diimbangi Dukungan bagi UMKM

LPEU MUI Sumut Sambut Positif KUR Rp50 Triliun untuk Peternak Ayam

Warga Batak Muslim Merajut Ukhuwah di Tanah Rantau melalui Tradisi Kurban Kelompok Saroha

Tetapi, kata Shohibul, banyak hal akan dipertimbangkan oleh HRS dan para pemikir di sekitar beliau.

Pertama, kompleksitas masalah Papua tidak sederhana. Hulunya ada pada perasaan subjektif keterampasan (relative deprivation) rakyat Papua.

Shohibul menjelaskan, Papua adalah sebuah wilayah Indonesia yang sejak awal banyak beroleh perbincangan dunia dalam kaitannya dengan konsep Indonesia sebagai fenomena nation state pasca perang dunia ke dua. Indonesia yang terus berusaha kokoh dengan kebhinnekaannya (unity in diversity) sesungguhnya secara potensil sangat mampu merekat persatuan nasional dalam kejamakan ciri populasi dan ketersebaran tempat berdiam yang berserak dalam sebuah wilayah yang luas itu.

Namun, Shohibul menilai approach Jakarta selama ini dapat disebut gagal meski pun alokasi dana Otsus telah dikucurkan. Kebijakan itu tidak serta merta berhasil karena praktik di lapangan banyak penyimpangan.
Susah membahtah fakta kekayaan sumberdaya alam lokal yang amat kontras dengan tingkat kemiskinan rakyat.

“Kompleksitas itulah saya kira yang pertama akan dikaji serius untuk memustuskan apakah HRS akan menerima usul ibotonya tadi,” tuturnya.

Kedua, HRS akan beroleh masukan dari orang-orang dekatnya bahwa akhir dari kata putus tentang perdamaian Papua adalah kekuasan negara.

“Karena itu saya menilai HRS akan disarankan oleh orang-orang dekatnya untuk hanya memberi konsep solusional dan berbicara dengan tokoh kunci di Papua, pemerintahan nasional dan unsur-unsur kekuatan asing baik dari pemerintahannya maupun wakil-wakil pemodal,” ungkapnya.

Jika cetusan ide ini makin meluas, lanjut Shohibul, pastilah menjadi sebuah publikasi yang lebih intens tentang apa sebenarnya yang terjadi di Papua. Kasus Papua mungkin telah banyak dibicarakan oleh elit dan dalam ranah diplomasi internasional yang sesungguhnya tak pernah dihadapi dengan tuntas.

“Dengan menyangkutkan nama HRS dalam rencana Damai Papua political marketing menuju penyelesaian kasus itu kini beroleh panggung yang bernilai tinggi,” katanya.

Shohibul Anshor Siregar.

Ketika ditanya tentang kesan sikap pemerintah ke HRS yang menganggapnya seolah “musuh negara”, Shohibul menjelaskan, pemerintahan di seluruh dunia, bahkan sejak dahulu kala selalu ingin tak begitu banyak beroleh kritik apalagi penentangan.

Menurutnya, Itulah awal sejarah terbangunnya kesadaran atas pentingnya sebuah sistem politik yakni demokrasi yang menjamin perbedaan pendapat diturunkan menjadi kelaziman masyarakat manusia yang tadinya dianggap sangat tabu dan pelakunya dipandang sebagai musuh.

“Padahal, sejatinya demokrasi itu selalu didefinisikan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat,” pungkasnya. (*)

Tags: HRSJuru Damai PapuaMariska Lubispapua
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Nasional

Petrodes Mega Keliduan Ungkap Alasan Mengapa Ia Begitu Geram terhadap Ruhut Sitompul

by Mujaddid
13 Mei 2022
314
Nasional

Habib Rizieq Ditahan Lagi 30 Hari ke Depan, Pengacara: Sungguh Zalim!

by Mujaddid
11 Agustus 2021
300
Shohib: Semestinya Dahnil Bersikap Wajar
Nasional

Shohib: Semestinya Dahnil Bersikap Wajar

by Mujaddid
18 April 2021
660
Nasional

Melindungi HRS adalah Tanggungjawab Negara, Din Syamsuddin: Mari Berjuang Pulangkan Beliau!

by Mujaddid
23 Agustus 2020
1k
Nasional

Tak Ada Menteri Asal Papua, Ini Penjelasan Jubir Presiden

by Mujaddid
7 Mei 2020
110
Nasional

Bicara Soal Perdamaian Korea, Megawati Dapat Semprotan dari Warganet

by Mujaddid
8 Mei 2020
139
Peserta Masta IMM UMP Serukan Perdamaian di Tanah Papua
PTM/A

Peserta Masta IMM UMP Serukan Perdamaian di Tanah Papua

by Mujaddid
24 Agustus 2019
188

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban
  • Terpilih Secara Aklamasi, Arya Sinulingga Resmi Pimpin PSSI Sumut Periode 2026–2030
  • Kaji Industri Komunikasi Hadapi Disrupsi, UMY dan UMJT Gelar Seminar di Madiun
  • Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara
  • SMeCK Hooligan Apresiasi League Cup, Siap Jadikan Medan Tuan Rumah yang Ramah
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban
Esai

Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban

Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara
Daerah

Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore  dari Pak Zai
Jufri Daily

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan
Jufri Daily

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital
Islam

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?
Nasional

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.