No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Menghidupkan Hati

2 Mei 2020
in Keislaman, Opini
Reading Time: 2 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

 

 

 

Oleh: Haedar Nashir


Syahdan, di masa Nabi ada seseorang yang tengah memaki hamba sahayanya. Padahal dia sedang berpuasa. Nabi Muhammad menghampirinya dan menyuruh yang bersangkutan makan.

Di bulan Ramadan saatnya berbenah diri. Agar segala amarah tidak mudah tumpah, hidupkan hati. Hati atau qalbu, ialah bagian terdalam dari jiwa manusia, yang menjadi radar paling utama menyaring mana yang baik dan buruk.

Hati itu mutiara berharga bagi hidup manusia. Bagai matahari memancarkan sinar, yang menyibak gelap. Hati itu berwatak hanif, penyaring segala gundah di jiwa. Bagai navigasi, kompas, dan peta bagi pelaut di samudra lepas.

Di kala siempunya tubuh bimbang tentang sesuatu, hatilah muaranya. Nabi mengingatkan: “istafti qalbaka”: “tanyakan pada hatimu” (HR. Ahmad).

Hati adalah peredam marah dan benci, dua virus yang sering menggerogoti jiwa setiap insan. Ketika marah dan benci menyatu, sikap adil dan baik pun sering luruh.

Padahal Allah mengajarkan, ciri orang bertaqwa ialah menahan marah (QS Ali Imran: 134). Bersama itu setiap muslim diperintahkan untuk bersikap adil dan ihsan (QS An-Nahl: 90).

Ihsan itu berlabuh di hati, yang memancarkan kebaikan melintas. Adil harus disertai ihsan. Sering orang karena bersemangat tinggi menegakkan keadilan, lantas bertindak tidak adil kepada orang, karena ihsannya hilang. Orang lain yg dilihat salah semuanya, seakan tanpa sisi kebenaran.

Manusia hidup itu tiada yang sempurna. Hatta setelah menjadi muslim yang mengaku “kaffah” (menyeluruh) sekalipun. Insan ma’sum hanyalah Nabi akhir zaman. Dialah uswah hasanah dalam segala hal. Figur utama yang di dalamnya, ujar Aisyah, menjelma seluruh nilai ajaran al-Quran.

BACA JUGA

Kerja Belum Selesai

Sampah Pemuda

Memaknai Keberkahan Ramadan (1)

Idul Adha : Ketaatan dan Kesalehan Sosial

Paradoks Kepemimpinan dalam Eforia Pilkada

Energi Listrik dan Peradaban Digital

Maka, jadikan Ramadan saat paling bening untuk menghidupkan hati. Semisal menghidupkan rasa kemanusiaan, lembut, cinta kasih, toleran, damai, dan baik hati terhadap sesama tanpa sekat apapun. Selain nilai kebenaran dan kejujuran.

Bukalah rongga hati dengan iman agar disinari petunjuk Ilahi (QS Ath-Thagabun: 11). Boleh jadi karena terlalu rasionalnya kita setiap hari, hati dan rasa kurang hidup di jiwa. Sehingga diri kita menjelma jadi robot bernyawa, yang kering hati dan rasa.

Beragama pun karena terlalu verbal dan instrumental, sering kehilangan sisi irfani (ranah batin) dari buah ihsan. Beragama ala robotik, serbakeras dan egois. Puasanya sekadar mengubah jadwal makan, minum, dan pemenuhan nafsu biologis dari siang ke malam. Minus puasa hati.

Saatnya Ramadan menjadi wahana “mikraj ruhani” menghidupkan hati, sebagai buah dan aktualisasi bertaqwa. Apalagi ketika kita tengah menghadapi musibah Corona yang membuana. Begitu banyak korban jiwa dan derita di seluruh dunia.

Saatnya puasa Ramadan menghidupkan hati untuk menyelamatkan jiwa bersama. Hati yang menyuburkan ruang empati, welas asih, peduli, dan berbagi bagi sesama. Itulah jantung hati beragama yang menyebarluaskan rahmat bagi semesta. (*)

Peleman, Sabtu dini hari (01.35), 3 Mei 2020.


Tulisan ini dikonversi dari sebuah utas cuitan di akun twitter Haedar Nashir

Tags: hatiqalbu
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Enam Hal yang Membuat Hati Rusak
Islam

Enam Hal yang Membuat Hati Rusak

by Mujaddid
28 Mei 2021
655
Islam

Kiat Menjaga Benteng Hati dari Serbuan Serdadu Setan

by Mujaddid
21 Januari 2020
1.1k

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Setiap Orang Perlu Panggung dan Punggung
  • Lulusan Terbaik Medkom UMY Bahas Fenomena Jastip dan Guru Gembul dalam Seminar Media dan Komunikasi UMJT
  • Belajar dari Kelangkaan BBM di Bali: FSPPB Dorong Pembenahan Tata Kelola lewat RUU Migas 2026
  • Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban
  • Terpilih Secara Aklamasi, Arya Sinulingga Resmi Pimpin PSSI Sumut Periode 2026–2030
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Setiap Orang Perlu Panggung dan Punggung
Jufri Daily

Setiap Orang Perlu Panggung dan Punggung

Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban
Esai

Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban

Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara
Daerah

Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore  dari Pak Zai
Jufri Daily

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan
Jufri Daily

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital
Islam

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.