No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Menggali Sejarah Titik Temu Agama dan Pancasila

(Memperkuat BPIP dan Menggagas Komisi Pembumian Pancasila)

29 Februari 2020
in Opini
Reading Time: 2 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

 

 

 

BACA JUGA

Curi Start Menjadi Raja Nusantara

Wajah Politik Warga Muhammadiyah

Ramadhan Belum Berakhir, Akhirmu Menentukan Akhiratmu

Konsep Relasi Antara Agama dan Negara Ala Ki Bagus Hadikusumo

Festival Bunga dan Buah 2022 di Berastagi

KHGT: Ikhtiar Muhammadiyah Menyatukan Umat Islam dalam Penetapan Awal Ramadan 2025

Oleh : Suheri Harahap MSi, Dosen UIN-SU

 


Agama masuk ke Indonesia secara damai tanpa kekerasan dan benturan budaya (clash of culture), sebuah pendekatan yang progresif menyesuaikan diri dengan sistem sosial budaya yang ada di Indonesia. Abad ke 18 dan19, Indonesia melewati fase sejarah panjang penjajahan yang telah merusak sendi-sendi kehiduan sosial akibat perang dan situasi ekonomi-politik dimana negara harus lahir begitu juga dengan pertarungan ideologi di belahan dunia. Indonesia dapat melewati sejarah bukan negara agama dan bukan negara sekuler apalagi negara komunis. Kita menamakan diri sebagai negara Pancasila.

Agama bukan musuh negara dan bukan ancaman bagi pemerintah. Pancasila sudah final dan agama datang dan berkembang sesuai dengan jiwa manusia Indonesia yang terwujud dalam sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Ancaman bagi Pancasila adalah pengkhianatan Pancasila yaitu G30 S/PKI, sejarah kelam Indonesia yang membunuh para jenderal yang kita sebut Pahlawan Revolusi. Ancaman radikalisme beragama jangan ditujukan bagi salah satu agama saja, tapi mengejar aktor/pelaku/oknum terorisme sebagai musuh negara dan juga musuh semua agama.

Awal kemerdekaan Indonesia bersama Bung Karno dkk pejuang bangsa, founding father meletakkan fondasi negara yang sangat kuat bagi semua kelompok masyarakat menuju Proklamasi 17 Agustus 1945. Itulah Pancasila menjadi dasar negara, alat pemersatu bangsa, ideologi negara, pandangan hidup berbangsa dan bernegara. Jangan benturkan agama dengan negara. Teruslah menggali sejarah titik temu yang mendamaikan dan sintesa bagi kehidupan bersama.

Filsafat Pancasila lahir dari ruh semangat ke-Indonesia-an yang didalamnya terdapar multi agama dan budaya. Mempersatukan perbedaan ideologis tidaklah mudah tapi harus diwujudkan untuk keberlangsungan masa depan sebuah negara. Negara (state) dibuat dan dibentuk oleh masyarakat (society) agar kehidupan bertahan selama-lamanya. Penggali Pancasila harus membahas, mengkaji, dan memahami Pancasila, baik sebagai ideologi, dasar negara, maupun spiritualitas kebangsaan. Bung Karno menegaskan bahwa Pancasila merupakan kristalisasi dan sublimasi nilai-nilai luhur agama, kepercayaan, dan budaya bangsa.

Negara Pancasila akan menjaga keberlanjutan Indonesia, kita telah bersepakat, bermusyawarah, bergotong-royong menjaga Indonesia, dan kita tidak mau di adu domba, dipecah-belah, dirusak, diancam dan dihancurkan oleh ideologi yang tidak sesuai dengan jiwa dan napas masyarakat Indonesia yang multi etnis dan agama. Mari kita syukuri perbedaan (heterogenitas) sebagai sunnatullah (hukum Tuhan) dan hukum alam (natural law).

Kita membutuhkan semangat baru Pancasila bukan dalam bentuk ide-ide yang sulit dilaksanakan dan saling mengkritik apalagi membenci sesama anak bangsa. Kita sedang bersama-sama menggagas Indonesia 2045, menguatkan ideologi negara seiring dengan memperkuat pengamalan sila-sila Pancasila. Berhentiah dengan isu-isu yang saling melemahkan antara lembaga yang dibentuk negara seperti BPIP karena statement yang melukai dan membuat kemarahan umat beragama, negara terlalu jauh mencampuri kehidupan internal agama dan kelompok beragama. Teruslah menggagas dan meletakkan kepentingan negara diatas semua kepentingan pribadi, agama dan golongan. Indonesia sedang terluka dari berbagai historisitas kehidupan sosial politik dan konflik diberbagai daerah yang disebabkan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Jika kita ingin lompatan dan terobosan atas upaya menguatkan Pancasila seperti di zaman Orde Baru, mengubah indoktrinasi, pembelajaran P-4, dll, Mencari pola dan adaptasi penguatan dan pembumian Pancasila secara simultan, tidak salah harus digagas secara sistemik menuju Komisi seperti KPU, KPAI, KPK dll bukan setingkat Badan yang dibentuk pemerintah seperti sekarang ini, terhindar dari kepentingan partai, ego sektoral/sektarian/kedaerahan. Mempercepat dan mengawal pemerintah menuju tujuan negara sebagaimana dalam amanat UUD dan teks Proklamasi 45. (*)

Tags: agamaIdeologiPancasila
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Pancasila: Nama yang Ditemukan Bangsa, Nilai yang Dihidupkan Muhammadiyah
Esai

Pancasila: Nama yang Ditemukan Bangsa, Nilai yang Dihidupkan Muhammadiyah

by Mujaddid
1 Juni 2026
77
Sastra Diuji, Agama Dihafal: Krisis Pendidikan di Kampus yang Kehilangan Makna
Esai

Sastra Diuji, Agama Dihafal: Krisis Pendidikan di Kampus yang Kehilangan Makna

by Mujaddid
1 September 2026
109
Agama dan Politik
Esai

Agama dan Politik

by Mujaddid
11 Juni 2023
205
Paradigma Islam tentang Hubungan Sains~Agama
Esai

Paradigma Islam tentang Hubungan Sains~Agama

by Mujaddid
7 Februari 2023
869
Prof Muhammad Arifin: Perlu Pemahaman Pancasila Bagi Generasi Milenial
Muhammadiyah

Prof Muhammad Arifin: Perlu Pemahaman Pancasila Bagi Generasi Milenial

by Mujaddid
28 Oktober 2022
207
Hari Pahlawan: Berjuang Terus Atas Dasar Kebenaran dan Kehormatan
Nasional

Pancasila Harus Bersarang dalam Batin Seluruh Anak Bangsa Indonesia

by Mujaddid
2 Juni 2022
130
Kritisi Draf RUU Sisdiknas, Prof Abdul Mu’ti: Agama Berbeda dengan Kepercayaan!
Islam

Kritisi Draf RUU Sisdiknas, Prof Abdul Mu’ti: Agama Berbeda dengan Kepercayaan!

by Mujaddid
10 April 2022
1.6k
Tanggapi Pernyataan Pangkostrad, MUI: Toleransi itu Memaklumi Bukan Menyamakan
Nasional

Tanggapi Pernyataan Pangkostrad, MUI: Toleransi itu Memaklumi Bukan Menyamakan

by Mujaddid
15 September 2021
447
Bukan Pancasila Retorika
Kutipan

Bukan Pancasila Retorika

by Mujaddid
26 Agustus 2021
243
Pancasila Ibarat Angka 10.000
Kebangsaan

Pancasila Ibarat Angka 10.000

by Mujaddid
1 Juni 2021
1.1k

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban
  • Terpilih Secara Aklamasi, Arya Sinulingga Resmi Pimpin PSSI Sumut Periode 2026–2030
  • Kaji Industri Komunikasi Hadapi Disrupsi, UMY dan UMJT Gelar Seminar di Madiun
  • Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara
  • SMeCK Hooligan Apresiasi League Cup, Siap Jadikan Medan Tuan Rumah yang Ramah
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban
Esai

Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban

Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara
Daerah

Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore  dari Pak Zai
Jufri Daily

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan
Jufri Daily

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital
Islam

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?
Nasional

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.